Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 149


__ADS_3

Diskusi proyek perusahaan Tian Tianlin. Tertulis besar-besar semacam banner di depan ruang rapat yang sangat megah.


“Hari ini mengundang semua nya kemari adalah untuk membicarakan proyek baru perusahan kita,“ ujar Lin Tian memimpin rapat. Sepertinya dia tak pernah ganti baju, dari awal episode selalu pakai itu. Kaos putih loreng hijau dengan jas tipis yang di kombinasi warna putih pada kerah nya. Namun dia Nampak nyaman. Jadi bisa saja dia punya banyak baju seperti itu yang memenuhi puluhan lemari pakaian nya yang juga sama. Maklum orang kaya mulai hari ini.


“Rapat perusahaan Tian Tianlin, apa pantas aku ikut?“ ujar Su Xueqing bertanya. Dia sepertinya belum layak berada di situ karena merasa bukan karyawan dan bagian dari perusahaan kenamaan yang sangat popular ini.


“Rapat minggu pengembangan proyek animasi ‘orang kaya pertama’“ Lin Tian menunjukkan cover buku yang sudah sangat familiar di NT dan MT , namun baru mulai pengerjaan nya di sini.


“Tapi, Animasi nya saja belum dibuat,“ ujar Su Xueqing keheranan. Bagaimana mau berjualan atau mau mencoba ber promosi kalau benda nya belum siap. Hanya akan dianggap isapan jempol. Bahkan bisa saja akan ditertawakan anak sekolah jurusan animasi, kalau ketahuan sama mereka.


“Sudah. Aku sudah mengatur nya. Kamu tidak perlu khawatir,“ kata Lin Tian. Gumam nya, ‘Benar dengan begini kerugian ku akan lebih besar.’


“Pertama-tama adalah figur. Kita harus memproduksi figur ku. Mula-mula kita akan memproduksi 7 warna pelangi ditambah dengan hitam dan juga putih edisi terbatas. Edisi terbatas tidak berwarna. Edisi terbatas anime. Edisi terbatas emas murni.“


“Siapa yang akan membeli figure - figur seperti itu?“ tanya Su Xueqing tak yakin ada yang mau membeli apa yang ditawarkan. Sebab selama ini jarang ada yang bersedia berkorban hanya mendapatkan figur.


“Kemudian, inti dari ‘orang kaya pertama’ adalah uang, sehingga kita juga akan memproduksi figur uang 1:11. Harganya juga 1:1,“ kata Lin Tian menunjukkan lembaran uang 100.


“Tunggu, maksudmu adalah menggunakan uang 100 Yuan untuk membeli figur uang seratus yuan?“


“Coba kalian lihat, Xueqing memang benar - benar berasal dari dunia bisnis, sedikit petunjuk saja langsung mengerti,“ kata Lin Tian memuji kecerdasan Su Xueqing. Jarang-jarang ada orang secerdas itu jaman sekarang. Apalagi wanita jaman kini. Dan inilah yang dibuat oleh Lin Tian agar terpacu semangatnya untuk terus berkarya dan semakin banyak ide kreatif nya agar perusahaan yang dia kelola bisa mengeluarkan dana yang banyak serta bisa membuat dia rugi besar namun kembali mengharap pada sistem agar kembalian nya bisa buat membeli sebidang tegalan nanti nya. Itu ungkapan yang terus di ulang-ulang.

__ADS_1


“Yang lain apa ada ide, silahkan kemukakan ide kalian. Harus yang harganya mahal, jangan mempermalukan perusahaan kita,“ ujar Lin Tian berharap ada yang mengacungkan jari untuk mengeluarkan pendapat mahal nya. Lumayan jika ada ide khusus yang nanti akan memperkaya diri nya dalam usaha terus membuat uang sistem bisa keluar, itu akan sangat berarti. Atau setidaknya usulan-usulan itu bisa menambah berbagai kegiatan yang memajukan perusahaan serta inovasi baru lagi di pengembangan nya.


Cheque …


Bonus karyawan 100 ribu yuan.


“Asalkan ada ide, kalian bisa mendapatkan 100 ribu ini,“ kata Lin Tan sembari mengangkat papan itu. Ini juga yang diharapkan mampu memberikan ide demi kemajuan animasi yang sangat bagus serta bentuk-bentuk indah yang sangat kreatif.


Hidup bos!


Hidup Bos!


Para karyawan setuju serta memberi semangat pada Lin Tian, tanda sangat senang. Mereka terus saja mengacung-acung kan tangan. Kapan lagi ada bos yang sangat sayang pada mereka dengan memberi kesejahteraan yang tinggi sehingga dapat mempertebal kantong serta usaha yang di jalankan tidak sia-sia untuk perkembangan selanjutnya nanti. Lin Tian juga senang.


#


“Bos, Su Xueqing benar telah mencari seorang direktur untuk menanam modal animasi tersebut,“ ujar salah satu karyawan Lin tian yang ikut rapat dan ternyata dia seorang mata-mata yang melaporkan apa saja perkembangan baru tentang perusahaan Tian Tianlin. “Sekarang mereka telah memulai minggu penelitian proyek tersebut.“


“Sepertinya keluarga Su sudah mendengar kabar dan mempersiapkan diri meninggalkan bidang usaha makanan. Hahaha, bagus memiliki kesadaran. Kalau begitu kita akan membantu keluarga Su cari akun palsu marketing, viral kan animasi nya,“ ujar Bos akun palsu yang siap dengan rencana nya dalam usaha melawan Lin Tian. Atau setidaknya mengincar keluarga Su agar bisa dikalahkan. Sehingga kemudian dia kuasai bisnis yang menjanjikan tersebut. Dan inilah salah satu langkah yang sudah mulai dia ketahui yakni dengan mengetahui rahasia serta rencana apa yang bakalan di jalankan oleh Lin Tian dalam usaha baru melakukan proyek animasi yang sangat berharga dan nilai nya tinggi tersebut. Karena Lin Tian tak segan-segan memanggil para teman-teman yang Bengal sewaktu SMP dengan harga yang demikian fantastis bagi seorang pelukis berpengalaman, para penulis yang juga bernilai tinggi, serta uang promosi yang di sebar begitu saja.


“Tapi animasi itu belum dibuat.“

__ADS_1


“Eh, animasi nya belum dibuat sudah memikirkan perkembangan nya?“


Keduanya, antara si pelapor dan bos akun palsu kebingungan sampai-sampai topi yang bertuliskan tidak ada penyusup, sudah mulai kusut.


#


Pada sebuah gedung tinggi dengan bentuk antara perpaduan barok, gotik dan klasik. Rumah yang sangat mewah dengan bentukan yang begitu indah. Rumah seorang kaya.


“Ha… capek sekali aku,“ ujar Nona sembari menggeliat manja di atas ranjang pink dengan pakaian yang pink juga.


“Nona kenapa capek sekali. Semalam apa yang nona lakukan?“ tanya si baju putih. Pelayan itu sembari mengantar makanan, kopi hitam dan sepotong croissant.


“Jangan di ungkit kemarin, rapat seharian akhirnya malah Lin Tian kabur sendiri. Benar-benar ahli mencampakkan orang,“ ujar Nona sedih.


“Aih, belakangan ini dessert Keluarga Su diserang oleh rival satu bidang usaha. Aku terpaksa mencoba bidang lainnya.“ Nona Su mencoba memotong kue.


“Kenapa tidak mencari tetua lintas bidang usaha, dengan memanfaatkan keunggulan mereka untuk berpindah bidang usaha. Sehingga nona bisa mendapatkan untung dari 2 bidang. Tetua juga bisa mendapatkan untung,“ kata si pelayan memberi saran.


“Dari mana datang nya tetua seperti itu? Siapa yang tidak ada kerjaan dan berinvestasi di berbagai bidang, bukankah namanya menghamburkan uang?“ ujar Su. Akhir-akhir ini memang tengah mengeluh kekurangan uang. Makanya usahanya seakan macet.


Namun kemudian dia seakan diingatkan, “Tunggu dulu, benar-benar ada seorang yang menghamburkan uang seperti itu?“

__ADS_1


“Sepertinya aku harus menjadi kaya bersama Lin Tian,“ ujar Nona tersenyum berharap.


__ADS_2