
“Silahkan buka harga, berapa harga mu?“
“Memelihara mu, bukannya itu sangat mudah bagi ku.“
“Maksudmu mempekerjakan ku untuk menjalankan tugas kan?“
“Kosa katamu menarik sekali. Benar mempekerjakan mu“
“Menganggap melayani pria sebagai tugas wanita ini menarik sekali.“
“Siapa yang harus aku bereskan, aku jamin aku akan melayani dengan tuntas,“ ujar Xiaoli manis yang yakin bakal sangat bisa memuaskan pelanggan. Dia hanya ingin menjebak lawan dia dengan kata-kata manis nya. Untuk kemudian membereskannya sesuai dengan kata-kata yang terlanjur keluar dari mulut nya namun tanpa kontrol yang memadai akibat terlampau terbius dengan kepolosan Xiaoli yang berdandan ala-ala wanita lemah gemulai.
“Melayani... Tuntas.“ Park sendiri yang menginginkan itu, karena siapa yang tak tergiur dengan kecantikan Xiaoli yang demikian mempesona. Tanpa mengetahui latar belakangnya yang ternyata demikian ganas, melebihi bandit yang super kejam. Karena dunia nya memang demikian keras.
“Tuan, ijinkan aku melayanimu,“ ujar cewek Xiaoli yang lembut.
“Baiklah, bereskan aku. Aku ingin lihat, jurus apa saja yang kamu miliki,“ ujar Park yang sedikit tak mengacuhkan jika cewek cantik tersebut pastinya lemah lembut.
“Eh... Pertama kali. Jangan-jangan bos mu yang dulu sama sekali tidak tertarik dengan kecantikan mu? Apa dia adalah biksu,“ ujar Park keheranan akan keadaan wanita demikian cantik namun tak dianggap sama pemilik sebelumnya yang bagaikan biarawan itu.
Di tempat lain, pada suatu ruangan yang nyaman,
Haciu...
Lin Tian bersin.
“Aneh sekali, wanita cantik mana yang sedang memikirkan ku?“ ujar Lin Tian yang terlalu berperasaan. Sehingga kalau ada orang yang tengah menggunjing kan nya bakalan demikian. Kalau tidak bersin, maka telinganya bakalan langsung merah. Itu semacam gejala umum yang memang di pikir seara logika bakalan sulit. Namun sudah menjadi kebiasaan bila merasakan demikian.
#
__ADS_1
“Diskon 10 % untuk mempekerjakan ku pertama kali tanpa biaya makelar,“ ujar Xiaoli langsung memberikan tarif yang mesti di keluarkan oleh bos Park agar dia memberikan sejumlah dana yang memang besar itu untuk dia yang dirasa memang pantas dengan segala yang dimilikinya itu.
“Peringkat target, kesulitan tugas F, terendah Tugas F, terendah, sangat sederhana.“
“Aku hitung 18 juta saja untukmu. Sekarang beri aku deposit 30%. 5,4 juta,“ ujar Xiaoli yang sudah berhasil menghitung seberapa banyak yang mesti di keluarkan oleh bos Park itu. Jumlah yang tidak sedikit. Apalagi hanya diberikan secara Cuma-Cuma. Karena tergiur saja sama kecantikan dan lemah lembut si penyamar itu. Kalau tahu demikian, pastinya si bos tak ingin berbuat mengerikan itu. Hanya demi hayalan yang tak banyak.
“Berapa, 18 juta? Bunuh saja aku,“ ujar Park yang tak mau memberi uang sebanyak itu. Itu sangat besar. Walau dia mampu, tapi bisa sampai telanjang kalau dia menyerahkan uang perusahaan hanya untuk membiayai nya. Sangat besar. Makanya sebisa mungkin dia bakalan membuat kesepakatan yang sedikit bisa mengurangi beban itu, namun dia masih bisa untung.
“Benar, memang dari awal, itu kan targetnya. Kalau kamu tidak punya uang, ya sudah,“ kata Xiaoli yang berusaha membuat lawan terpancing untuk sanggup menyerahkan uang sejumlah yang dia butuhkan.
“Park Duantiao tenang, wanita ini bukan sedang bermain api.“
“Karena, dia dapat mewakili perusahaan sebesar itu untuk memperoleh hak untuk beroperasi, jelas kalau dia bukan kekurangan uang.“
‘Aku tidak boleh kehilangan mukaku.’
“Baiklah, transfer padanya 5 juta, bukan masalah bagiku,“ kata Park memberikan uang banyak pada si cewek yang kelewat cakep itu. Dia tak merasa kekurangan kalau hanya kehilangan begitu saja.
“Tugas diterima, bersiap untuk bergerak.“
“Cosplay ajaib apa ini, tapi sepertinya bagus juga.“
“Bagus, penuh semangat...“
“Eh seaktif ini, sepertinya uang benar-benar bisa melakukan segalanya.“
Dong...
Kaki melayang di pipi. Bayangkan, pipi bagus, kaki juga indah, namun berakhir sangat mengerikan kalau sudah begini. Jika Xiaoli si perkasa yang memaksakan kakinya mendarat di pipi Park.
__ADS_1
Shut shut...
Menendang dengan kuat. Lebih kuat. Dan sangat kuat. Sampai-sampai tubuh besar itu melayang seperti bola di lapangan sepak yang di sepak orang. Demikian juga dengan bos satu ini yang melayang jauh sebelum akhirnya menghujam bumi dengan suara gemeretuk di sebagian besar tulangnya yang menandakan kalau alat gips mesti dibutuhkan guna menopang apa yang sudah patah-patah.
Xiaoli bersiap membereskan target.
“Siapa yang bisa memberitahuku apa yang barusan terjadi?“ ujar Park yang semakin kliyengan mendapatkan berbagai cobaan hidup yang demikian memilukan. Seakan dia telah lupa segalanya. Yang ada hanya gelap dan berbagai bintang yang berputar mengitari kepalanya. Sungguh suatu hal yang pantas di hindari. Akan lebih nyaman minum sampai pusing daripada pusing nya kena tempeleng perempuan manis dan sangat mempesona ini.
“Wanita ini tidak bermain kartu sesuai strategi. “
“Ada kata-kata terakhir, cepat katakan!“ ancam Xiaoli yang sudah tak bisa di ajak kompromi.
“Ada. Aku mau membatalkan kontrakmu,“ ujar Bos Park akhirnya. Dia sudah tak ingin bergabung dengan perempuan demikian. Meskipun cantik, namun demikian liar. Dan kekuatannya sungguh sangat mengerikan. Bakalan menjadi bumerang sendiri kalau terus mempertahan kan nya di tempat indah itu. Mendingan dia di suruh pergi saja dan mencari yang lain yang lebih jinak untuk kepentingan diri sendiri yang menyenangkan pasti nya. Sehingga nanti akan bisa mendapat rejeki lain yang sangat banyak.
“Biaya pembatalan kontrak 300 % lo. Silahkan membayar 60 juta,“ ujar Xiaoli tentang semua peraturan yang sudah disepakati bersama. Memang sedikit beresiko kalau sudah melakukan perjanjian tertulis dengan seseorang yang mengerikan. Selain pandai menyamar, dia juga ahli bela diri. Tentunya selain sering juara dalam berbagai kompetisi pertandingan, tentu tiap hari berlatih dengan segala peralatan yang ada dalam ruang senam yang khusus untuk membentuk otot agar menjadi bentukan yang sangat bagus. Makanya sekarang kala mengatasi seorang dengan kemampuan tinggi dan harta yang sangat banyak, tak terlampau kesulitan.
“Lenyap, semuanya lenyap. Barusan apa yang aku lakukan?“
Sembari memeluk dada kedinginan. Dia sudah ditelanjangi, karena tak sanggup membayar biaya mahal atas pembatalan dia dalam mempekerjakan wanita cantik itu. Benar-benar gawat kalau berurusan dengan cewek cantik namun sangat kuat begitu. Seperti saat ini, yang hanya memakai celana kolor hijau saja.
#
Di gedung tinggi...
“Bagus. Hak operasi ini tidak ada diskon. Aku rugi banyak. Kerja bagus,“ kata Lin Tian senang. Demi mendengar tentang keberhasilan itu yang pastinya bakalan menguras isi kantong perusahaan. Dengan demikian tentunya sudah bisa dipikirkan kalau pengembaliannya bakal berlipat ganda nanti.
“Selain itu, aku pribadi mendapatkan untuk 60 juta. Terima kasih bos Lin.“
“Hah....“
__ADS_1
Lin Tian kaget sampai menganga lebar. Semua ternyata tak sesuai dengan rencana. Banyak yang kacau akhirnya.
#