Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 99


__ADS_3

“Tuan, Sudah selesai memilih?“ tanya Xiaoqian.


“Ah... sulit sekali, baiknya memilih yang mana?“ tanya Lin Tian.


Banyak pilihan: hiburan, makanan, pendidikan, olahraga, dan teknologi.


“Kenapa aku memiliki firasat, Kali ini aku tidak merugi lagi. Industry makanan bisa merugi besar. Kali ini aku pilih kamu,“ kata Lin Tian akhirnya menyentuh tombol tersebut.


“Xiao Qian sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk tuan.“


“Cepat, cepat, cepat…. mengembalikan gudang emas portable. Atau mengembalikan kacamata transparan ku?“ kata Lin Tian senang. Dengan demikian dia bisa melakukan suatu kesenangan lagi jika segala nya itu dikembalikan seperti semula.


“Barang-barang itu sementara tidak bisa dipakai dulu. Kejutan kecilnya adalah kali ini kita akan melipatgandakan modal. 4 juta x 218 juta,“ terang Xiaoqian. Setelah mengatakan itu Xiaoqian langsung menghilang.


“Ini kejutannya?“


Lin Tian kecewa.


“Ini jelas - jelas malah menyusahkan ku. 8 juta bagaimana caranya aku merugi?“ ujar Lin Tian mengamuk. Membanting banting kartu gold. Sembari menyeringai ganas.


“Sudah, sudah…“ Lin Tian menangis sedih. “Lebih baik ke Snack Street dulu untuk mencari ide.“


#


Lin Tian menuju ke tempat tersebut. Disini sudah ramai pengunjung.

__ADS_1


“Tahu busuk. Tahu busuk tradisional Changsha.“


“Mi dingin panggang.“


“Sate kambing.“


Banyak sekali makanan di jajakan.


“Harum sekali, restauran ku pasti tidak bisa membuat sate se harum ini,“ ujar Lin Tian terus mengendus-endus. “Tidak bisa. Sekarang aku hanya memiliki kurang dari 800 yuan. Aku tidak boleh buang-buang uang. “


“Beri aku 3 tusuk.“


“Baik.“


“Kakak apa boleh aku mencicipinya?“


Saling pandang. Lin Tian Dan Polisi Zhou.


“Kak Zhou terima kasih, kamu telah mentraktirku makan sate kambing,“ kata Lin tian seraya merebut sate tiga tusuk itu.


“Jangan lari!“ ujar Zhou mengejar. Itu makanannya. Telah dia beli. Maka sudah menjadi hak nya untuk mendapatkan kembali hak nya.


“Aku telah menumpahkan darah demi negara aku pantas mendapatkannya,“ kata Lin Tian mengungkapkan kebaikan yang pernah dia lakukan.


“Tapi jangan merebut punyaku juga. Aku juga pernah menyumbang darah,“ jawab Zhou yang tak kalah pengorbanannya. Sebagai petugas tentu dia sering berhadapan dengan para perusuh, para demo, menjaga kenyamanan berkendara di jalanan. Serta menangkap penjahat yang suka berbuat onar. Itu semua pernah dia lakukan. Maka tak akan kalah hebat jika dibandingkan dengan pemuda yang bisanya hanya merebut tiga tusuk sate itu.

__ADS_1


Akhirnya sate jatuh. Akibat berebut itu. Saling Tarik, saling dorong. Itulah akibatnya. Kini yang ada tinggal tusuk. Sangat berbahaya. Apalagi kalau di pakai para klithih untuk menusuk orang maka bakalan bisa infeksi, yang kemudian harus di amputasi, atau bahkan sampai mati jika tak segera di obati. Karena tusuk itu saat di bakar akan bercampur dengan bara yang bisa jadi racun kalau sampai kena daging yang tertusuk dan matang seperti sate.


“Ganti rugi!“ ujar Zhou. Mana itu yang hanya dia dapat dari uang saku, sisa gaji dulu yang tak seberapa. Hal ini tentu membuat dia bertambah susah. Akan terasa lemah akibat perut tak terisi. Maka tugasnya akan tersita habis hanya karena tak bisa gerak cepat dalam mengamankan situasi.


“Mana ada uang untuk menggantinya. 800 yuan bahkan tidak cukup untuk uang sekolah,“ kata Lin Tian bingung. Namun kemudian dia berkata, “Tunggu dulu… Aku akan mengganti nya. Demi kamu. Aku akan memborong seluruh snack street ini.“


“Maksudmu, kamu akan membelikan ku semuanya?“ ujar Zhou berharap. Karena dia tahu Lin tian sangat kaya, jika mendapat ganti dari sistem. Tiga sate buat apa. Makanan di restoran yang banyak terhampar dalam satu meja oval itu saja bisa dia bayari semuanya jika hartanya sudah dikembalikan dari sistem. Atau restoran bintang lima milik jiang hao yang dahulu sudah di akuisisi nya kembali, maka bukan masalah lagi kalau untuk membuatkan makanan demikian. Hanya memang soal rasa dan lokasi mungkin itu yang jadi masalah. Walau bumbu sama saja, dan tempat juga ada tempat duduknya, tapi mengenai racikan dan kepiawaian mengolah tiap orang tentu tak akan sama. Itu semua mempunyai ciri khas tersendiri. Apalagi suasana lingkungan tempat menyantap itu juga berpengaruh. Bisa saja dibuat sedemikian rpa sehingga nyaman buat para pengunjung dan menjadi daya Tarik tersendiri buat para penikmatnya.


“Jangan harap! Perusahaan yang mentraktir mu,“ jelas Lin Tian. Dengan demikian dia tak perlu mengeluarkan uang. Karena sudah tak memegang. Kalau perusahaan yang mengganti, maka sistem tak akan mengganggu kantongnya lagi. Juga dia bisa ikut menikmati makanan tersebut tanpa kena teguran akibat menyalahi aturan.


Perjanjian darurat. Dikeluarkan Lin Tian.


“Sekarang aku akan mengangkat mu menjadi petugas pencicip makanan. Kamu boleh makan makanan snack street sekolah kesukaanmu,“ ujar Lin Tian menyuruh-nyuruh teken pada petugas Zhou.


#


Beberapa waktu kemudian,


“Perutku besar sekali, gara-gara makan tadi. Kamu harus bertanggung jawab,“ ujar Zhou menggelosor. Sangat kenyang dia. Mencicipi namun banyak dan beraneka rupa. Apalagi ini baru pertama kali. Makanya asal kelihatan enak sudah langsung dia habiskan. Tak perduli akhirnya berakhir demikian.


“Hiks… tidak masalah. Hiks… klaim sistem,“ kata Lin Tian tak kalah bengkak perutnya. Sampai perutnya kelihatan. Maklum kaosnya sedikit ngatung. Maka dengan di dorong perut yang kekenyangan membuat bagian bawahnya Nampak.


“Dan juga kamu terus berkata, kamu ingin membuka usaha makanan. Disini tempatnya. Jual apa?“ tanya Zhou. Dia tak heran dengan anak muda yang banyak akal itu. Sudah berulangkali dia menyaksikan kepiawaian pemuda tersebut dalam mengembangkan usaha, serta memperoleh banyak perusahaan dalam berbagai bentuk usaha yang kini berkembang pesat. Maka dia hanya ingin tahu itu suatu usaha apa lagi.


“Pertama-tama untuk apa aku membuka restoran merepotkan. Buka warung saja cukup,“ ujar Lin Tian. Membuka restoran repot. Memang. Mesti kursinya banyak, minimal 40. Juga tempatnya mesti mewah, atau setidaknya sesuai dengan standar kebersihan yang dijadikan patokan. Karena kalau jorok, tak akan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Maka tak bisa menjadi restoran. Beda dengan warung yang mungkin sedikit di bawahnya. Walau tak jarang sekarang banyak warung yang sangat bersih, dan besar, tapi semua itu merupakan sisi lebih dari apa yang ditetapkan berdasarkan ketentuan yang ada. Karena warung bisa saja hanya berupa gubug, kemudian dikasih bilik, dan akhirnya mudah di bobol orang. Itu kalau bencana.

__ADS_1


“Aku akan menjual. Bubble milk tea dengan rasa. Luosifen dengan daun ketumbar dan durian,“ ujar Lin Tian sambil membayangkan betapa nikmatnya minuman tersebut. Apalagi pas haus. Atau tengah panas-panasnya suasana. Maka campuran bahan itu ditambah dengan es, kemudian di jus, dan akhirnya di kasih toping berbagai varian, tentu akan nikmat dan menggugah selera.


__ADS_2