
“Tidak sama. Melakukan sesuatu yang berbeda pada pakaian tradisional Han adalah suatu penghujatan. Penghinaan, dan…“
“Cukup!“ Lin Tian merasa jengah. Emosi, histeris. Seraya menutup telinganya, dan melambai-lambaikan tangan. Supaya kata-kata yang penuh makna itu di hentikan saat itu juga. Dan sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Harapannya.
Lalu katanya, “Lebih baik kalian dengarkan dulu. Coba lihat ini,“ ujarnya seraya membuka sebuah gulungan laut tidak mati, di atas meja. Menghamparkannya untuk di perhatikan bersama.
“Pasar kalian sebenarnya tidak berada di pecinta budaya pakaian tradisonal Han,“ lanjutnya seraya membuka sedikit demi sedikit. Di plirit, agar lama-lama Nampak jelas.
“Eh, bukankah ini persembahan Jing Ke untuk membunuh Raja Qin dan melihatnya dengan belati?“ ujar desain cowok yang mulai paham kala melihat isi gulungan maps tersebut.
“Aku mengerti. Lin Tian, Jing Ke ingin menggunakan rancangan desain untuk membunuhku, Raja Qin, yang menguasai dunia pakaian tradisional Han.“ Seorang raja dengan pakaian tradisional kebesaran marah-marah. Dia mengenakan baju panjang warna putih yang seperti alba, dengan ikat pinggang motif berwarna kuning emas dengan hiasan yang seperti sulur-suluran warna putih. Dan jubah kuning emas. Dengan di tutup menggunakan topi khas kekuningan dengan bagian depan ada penutup muka dari bandul-bandul terangkai seperti di belakangnya juga. Dan sulur panjang di sisi kiri dan kanan.
Terbukalah peta kuno negeri ini. Dimana Nampak jelas bagian hijau dan putih yang ditampakkan oleh citra satelit dengan gamblang.
“Untuk apa repot-repot di dalam negeri, lebih baik kita fokus ke luar negeri,“ ujar Lin Tian yang wawasannya sangat luas. Jika pasarnya luar negeri, maka harganya juga bisa melambung, karena ada transportasi juga yang diperhitungkan buat nilai jual suatu barang. Serta bakalan ada nilai tukar uang dengan luar negeri yang sangat besar. Itulah makanya banyak orang yang menginginkan ekspor barang. Sebab keuntungannya sangat menggiurkan.
“Mulai tidak bicara bisnis, tapi sekarang kita malah diminta keluar dari China. Jangan harap!“ gumam raja Qing.
“Biasanya, yang memiliki kustomisasi pribadi adalah jas ini, jelas kalau permainan orang kaya. Sejak dulu pakaian tradisonal Han memang kurang pemasaran. Kita pasti rugi besar kalau tiba-tiba membuka kustomisasi pakaian tradisonal Han,“ ujar desainer wanita yang penuh perhitungan dengan melihat apa yang pernah berlaku sebelum itu.
“Selain itu, kami membuat pakaian tradisional Han untuk dipakai banyak orang melestarikan budaya, kalau dipasarkan di luar negeri, di sana hanya sedikit ras China, sama sekali tidak memiliki pasar, aku pasti akan mati menderita di sana,“ ujar desain pria yang juga penuh perhitungan dengan sedikitnya orang-orang yang suka pakaian itu akibat memandang suatu tradisi.
__ADS_1
Lin Tian hanya tersenyum. “Apa kamu benar-benar memahami tentang jas?“
“Di zaman Paris kuno, pakaian para golongan pria terhormat memiliki desain yang rumit. Memiliki banyak kantong dengan ciri khas tersendiri. Jas awalnya hanya dipakai oleh nelayan dan pengendara kereta kuda untuk kenyamanan saja,“ jelas Lin Tian. Dia sedikit mengurai sejarah tentang apa dan bagaimana segalanya bisa dibuat. Kali ini tentang jas yang sangat bagus. “Jadi, setelan jas sama sekali tidak mewah, hanya karena seseorang melakukannya, industri ini perlahan lahan terbangun.“
“Aku mengerti. Lin Tian, sasaran pasar kustomisasi pakaian tradisional Han, bukanlah orang dalam negeri tapi adalah orang luar negeri,“ ujar desainer paham.
“Benar sekali, kita ingin menanamkan merek pakaian tradisional ke dalam otak orang luar negeri,“ ujar Lin Tian sembari membayangkan kalau menanamkan otak itu sama dengan main basket yang tengah menanamkan bola ke keranjang dalam-dalam agar dapat poin lumayan.
“Tapi, kita sama sekali tidak bisa mempromosikannya,“ kata desainer wanita.
“Kalian hanya bertanggung jawab untuk membuat pakaian tradisional Han saja. Sebarkan semangat kita ke luar negeri,“ ucap Lin Tian meyakinkan.
“Sebenarnya, kesulitan terbesar bukanlah di sini,“ kata Desainer pria.
Desainer pria kemudian bercerita. “Beberapa tahun lalu, aku pernah menyelenggarakan kegiatan di luar negeri dan aku mengenakan pakaian tradisional Han,“ ujarnya sembari membayangkan saat itu tengah berpakaian pakaian tradisional yang panjang. Sembari membawa kipas. Dan sepatu gelap. Lalu melenggang sembari di perhatikan banyak orang Karena pakaian itu demikian istimewa. Dengan atasan ungu dan bawahan warna gelap lalu di tutup pakai mantel putih, sungguh sangat istimewa.
“Tapi akhirnya…“
Dia lalu di kelilingi oleh orang-orang yang paham akan pakaian demikian.
“Kalian sedang apa?“ desainer bertanya.
__ADS_1
“Kamu… Kenapa kamu mengenakan pakaian tradisonal Han?“ tanya orang berjas coklat tan. “Budaya Korea kita kenapa kalian membajaknya?“
Hal ini membuat kebingungan. Penuh tanda tanya.
“Saat aku menanyakannya, itu bukan masalahku. Itu masalah mereka.“
“Ada kejadian seperti ini, tak disangka mereka mencuri barang kita lagi,“ ujar Lin Tian. ‘Eh kenapa aku menggunakan kata lagi?’
“Sementara ini, kalian jangan ikut campur tangan dulu, bersiaplah untuk membuka toko di luar negeri dulu. Aku akan menyelesaikan masalah ini untuk kalian,“ ujar Lin Tian.
“Walaupun kami sedikit keberatan pada modifikasi pakaian tradisional Han, tapi menyebarkan kebudayaan adalah hal baik,“ kata Desainer pria.
“Kalau kamu bisa menyelesaikan masalah pakaian tradisional Han (China) dan pakaian tradisional Han (Korea) kerjasama kita bukan masalah,“ ujar si wanita.
“Polisi pakaian tradisional Han!“ teriak Lin Tian. “Misi luar negeri pergerakan intern internasional.“
Gumamnya, “Kali ini aku bergabung. Aku akan menjadi polisi Pasifik. Bersikap lunak…“
Dia membayangkan sungguh indah mengenakan pakaian seragam serta menggunakan kendaraan keamanan dengan begitu keren. Sehingga bakalan berwibawa serta sangat disegani oleh orang-orang di sepanjang jalan. Apalagi dengan atap terbuka, membuat dia terlihat dari mana-mana serta namanya bakalan melambung lebih panjang, mulai dari kota hingga pelosok desa. Yang terus melaju dengan kendaraan kebanggaan yang seragam dengan sesama anggota lainnya dan ada logo keren di sisi kendaraan dinas tersebut. Pastinya pengalaman hidup pun akan semakin tambah luas. Inilah sesuatu yang sangat membanggakan dan di nanti-nanti sejak dahulu kala.
“Direktur Lin….“ Tiba-tiba pintu di kuak. Sekretaris Qian Duomei masuk. Namun langsung kaget. Melihat Lin Tian menggerakkan anggota badan dengan sikap aneh. Dan terbayang saat menjadi polisi.
__ADS_1
Namun dia meneruskan laporannya meskipun sedikit berkeringat dingin, “Direktur Lin, tiga hari lagi adalah final dan pembagian piala dari kompetisi berapi-api raja lansia. Apa kamu akan pergi?“ tanyanya mengingatkan schedule yang bakalan terjadi sebentar lagi.
“Eh, final dan pembagian piala dari kompetisi berapi-api raja lansia? Bukankah ini adalah kesempatan baik untuk menjadi polisi?“ ujar Lin Tian sangat bersemangat dan bakalan memakai pakaian seragam mulai dari berangkat sampai selesai nantinya.