Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 129


__ADS_3

Tim Universitas vs Tim Akademi Olahraga tengah bertanding.


“Lin Tian, dasar kamu! Uangmu terlalu banyak, sampai tidak ada tempat untuk menghamburkan ya?“ ujar Su yang mensponsori tim lawan. Dan merasa kalau kali ini bakalan terhalang oleh kekuatan Lin tian yang besar. Makanya sebisa mungkin dia juga turut menyingkirkan orang itu supaya tak perlu repot-repot ingin ikut pesawat. Cukup dengan pesawat telepon kan bisa.


“Apa artinya menghabiskan uang untuk menyewa begitu banyak truk jet air?”


“Lagipula yang aku hamburin bukan uangku,“ jelas Lin Tian yang dengan santainya terus melanjutkan rencana sembari menyibak kan rambut dan mengibas kibaskan nya sehingga sedikit jamet. Jet itu tentu bakalan menjadi suatu hal yang sangat menarik. Tak terduga dan akhirnya bakalan mencengangkan semua pihak. Lalu kerugian banyak dia derita. Sehingga akan senang untuk bisa memperoleh uang kembalian dari sistem seperti waktu dulu yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya untuk tinggal di tanah sepi nan lengang. “Yang dihamburkan adalah uang perusahaan.“


#


Lin tian menemui Xiao Qian.


“Aku ingin menyewa truk jet air. Truk jet air yang kekuatannya sangat besar. Yang bisa membuat orang terangkat. Truk jet air yang sangat mahal. Sediakan ratusan unit untukku,” ujar Lin Tian menguraikan apa yang ada dalam khayalannya tentang kekuatan besar dan aneh tentang jet yang mampu mengangkat manusia. Itu kekuatan besar bagi air yang ditembakkan melalui selang kuat. Sehingga terbayang sewaktu kecil main-main dengan pompa air yang bocor saja sudah bisa melakukan hal menyenangkan. Sembari tertawa-tawa di atas pancuran air kuat itu. Dengan tekanan yang besar, tentu saja kekuatannya bisa melebihi berat manusia. Dan akhirnya sangat menyenangkan untuk bisa terbang sembari tertawa-tawa.


“Tuan… Apa kamu berpikir, kalau uangku bisa dihamburkan sesukamu?“ ujar Xiao Qian sembari mengusap air mata. Dia sedikit sedih demi mendengar pengeluaran yang sangat besar. Air dalam jumlah besar sampai ratusan tangki bukankah bisa untuk menyuplai perusahaan dengan jumlah karyawan banyak dalam waktu berbulan-bulan, walau tiap hari datang satu tangkis secara terus menerus. Dan tak kekurangan air bahkan sampai kehabisan total yang mengakibatkan di tiap pancurannya bakalan macet. Ini lain. Malahan hanya untuk kepentingan yang aneh dan belum diketahui akhir kisahnya.


“Siapa bilang aku menghamburkan uang. Ini demi bisnis perusahaan juga,“ kata Lin Tian dengan tegas.


“Bisnis perusahaan? Kenapa aku tidak tahu kalau perusahaan kita ada bisnis truk Jet air?“ kata Xiao Qian.


“Lihat, bukankah kita berencana untuk mengadakan festival olahraga nasional? Rumput di lapangan sepak bola itu perlu disirami menggunakan truk jet air. Kalau tidak, mana bisa berolahraga? Disana juga ada rumput dan bunga yang perlu disiram. Kalau tidak, akan mempermalukan pimpinan kita kan?“ jelas Lin Tian sembari main tunjuk sana tunjuk sini dimana apa yang dia katakana nampaknya sangat sesuai. Dan berharap Xiao Qian terpengaruh ucapannya sehingga tak usah tanya-tanya lagi, untuk secepatnya memberikan dana itu. “Oh ya…. Dan peternakan di luar kota sana, juga perlu dirawat. Kalau tidak, sapi disana tidak mendapatkan rumput segar untuk dimakan, berimbas pada produksi susu bagaimana?“

__ADS_1


“Stop! Kenapa semakin bicara, semakin melantur. Aku akan menurutimu,“ kata Xiao Qian akhirnya.


“Bulu Xiao Qian sangat menyegarkan.“


#


“Sekarang, adalah waktu pertunjukan ku,“ kata Lin Tian sembari memakai pakaian selam. Sehingga lumayan rapat dan hangat. Bisa saja dia tak kesulitan bernafas dengan alat tersebut.


Lalu perintahnya, “Semprotkan air ke gawang!“


Air menyemprot dengan kuat. Langsung mengarah ke pemain. Yang berikut bolanya mudah saja masuk ke dalam jaring gawang tersebut.


Kedudukan langsung 2:3.


Sehingga kini 3:3.


Belum juga berhenti dengan permaian mengerikannya, tahu-tahu semprotan kembali di lepaskan. Kini semua masuk. Tak Cuma tim biru dan bola, tapi yang merah juga.


Tim Universitas vs Tim Akademi Olahraga, hasilnya menjadi 4:3


“Kenapa anggota tim juga kena semprot? Dia pikir aku tidak memerlukan muka?“ ujar Tim mengeluh akan kebiasaan yang tak terpuji dari tukang semprot tersebut. Lihat saja baju merah si satu tim itu sampai muntah-muntah mengeluarkan air semprotan yang terlalu kuat menerpa muka.

__ADS_1


“Nilai berbalik. Pesawat gratis, aku datang,“ kata Lin Tian dengan senang. Akhirnya bakalan kesampaian naik pesawat secara gratis. “Xiao Susu, kekasihmu ini hebat tidak?“


“Lin Tian! Cepat lambat aku akan membereskan mu,“ ujar Su Xueqing yang menggigil kebasahan akibat semprotan itu benar-benar tidak beres sampai-sampai yang memberi sponsor ikut kena imbas nya.


“Menyebalkan dia melecehkan kita berkali-kali,“ kata kaos biru.


“Benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kita harus berjuang semaksimal mungkin demi idola kita Su Xueqing,“ ujar Kaos merah yang demikian sportif nya sampai akhirnya berkawan dan bakalan melawan satu orang yang sama.


Lin Tian hanya tersenyum-senyum menyaksikan kemenangannya yang sangat gemilang itu.


“Nanti tekan dia, aku akan memberi Lin Tian pelajaran,“ ujar kaos biru yang bakal membuat Lin Tian kapok untuk berurusan dengan mereka soal ikut pesawat yang tentunya sudah penuh oleh mereka.


“Aku juga mau memberinya pelajaran. Sejak awal melihatnya aku sudah sebal sekali,“ ujar yang lainnya dengan sangat setuju. Persatuan antara kedua tim berlawanan demi saling menjegal Lin Tian tentu akan mengasikkan. Sehingga pelajaran demi pelajaran yang sulit bakalan bisa mempersulit Lin Tian akhirnya.


Namun belum juga rencana nya berjalan, “Eh, aneh sekali.“


“Kenapa di atas kepalamu ada titik merah?“ ujar tim merah yang melihat ada sinar merah di dahi kaos 18 biru.


“Alat pelacak. Aku lupa memberi tahu kalian. Pimpinan kota telah memilih beberapa polisi yang handal. Untuk melindungi ku demi lancarnya festival olah raga ini,” ujar Lin Tian. Dia merasa pertandingan ini demikian hebat serta perlu sportifitas yang tinggi. Dan jangan sampai di kacau oleh orang-orang dengan sportifitas tidak tinggi. Ini akan mencoreng pertandingan tersebut. Yang bisa saja berakibat bakal berbuah tak sedap dalam hasil yang nanti di raih. Serta berimbas pada peristiwa selanjutnya tentang olahraga seterusnya yang berakhir tak bagus nanti nya.


Di atas gedung yang tinggi Nampak penembak jitu tengah mengintai dengan senapan yang siap tembak. Dia bakalan menarik pelatuk senjatanya kapan saja jika sudah mendapat kode dari Lin Tian.

__ADS_1


Dan akhirnya komplotan yang berkedok pemain tersebut hanya bisa pasrah saat di datangi petugas berseragam dengan senapan lengkap dan pakaian lengkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya.


“Kawan-kawan, apa aku benar?“ ujar Lin Tian masih dengan senyum misterius nya.


__ADS_2