Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 193


__ADS_3

“Pelatihan e sports Tian Lin, panggil penanggung jawab nya!“ ujar lelaki dengan songong nya. Masuk ke ruang sangat penting saja bukan nya main ketok malahan langsung menendang daun pintu tersebut, hingga menganga lebar.


“Jungle terkuat di masa depan sudah di sini. Kenapa masih tidak keluar menyambut ku?“ ujar Jungler itu merasa di remehkan.


Namun berikutnya dia terkejut, saat mukanya mendongak ke atas. “Aku penanggung jawab, Zhai Shen,“ jawab si jangkung dengan tenang nya.


“Eh, Zhai Shen dari tim TTL?“


“Benar,“ ujar Zhai Shen.


“Wah idolaku,“ ujar jungler songong itu dengan bangga nya bertemu dengan sang idol. “Aku ini, aku datang kemari untuk bergabung dalam pelatihan e sports Tian Lin.“


“Xiao Fu, kamu lari secepat itu, kita tidak bisa mengejar mu,“ ujar orang tua nya yang kelimpungan demi menyadari kecepatan Xiao Fu demikian hebat. Apalagi saat mengerahkan ilmu lari meringankan tubuh yang seperti angin saja.


“Anak kami suka bermain game sejak kecil dan dia mengatakan, bahwa dia ingin menjadi pemain profesional di masa depan. Kami memanfaatkan liburan ini, agar dia bisa merasakan nya,“ ujar ayah Xiao Fu sembari menyalami si jangkung Zhai Shen. Dia begitu bersemangat anak nya berada di lokasi ini. Dan penuh harapan supaya nanti bisa membuat dia penuh dengan kekuatan setelah menjalani latihan berat di samping sangat tangguh dalam bermain game.


“Ayah, disini tempatnya tim TTL di bawah group Tian Lin, disinilah tempat mereka latihan,” ujar Xiao Fu melapor pada ayahnya. Dia khawatir sang ayah tak mengenal apa yang lagi popular itu. Serta akan sangat tak mengijinkan kalau mereka nanti akan tinggal di situ dan berkenalan dengan permainan sangat hebat dan dahsyat.


“Grup Tian Lin akhir - akhir ini, aku terus mendengar berita tentang mereka. Pasti grup besar ya. Bisa dipercaya,” ujar ayah dengan bangga. Besar sih iya di percaya, tau.

__ADS_1


“Berlatihlah baik – baik, ayah dan ibu mendukung mu,“ ujar ayah memberi teladan supaya anak nya gemar berlatih dan tekun dalam menuntut ilmu di tempat tersebut. Sehingga nanti akan bisa menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh guru.


#


Di Lapangan olahraga. Penuh sesak para pemain yang mendaftarkan diri. Lin Tian tengah berdiri di depan. Dengan banyak siswa. Akhirnya harapan nya musnah. Banyak yang antri. Dan banyak peminat. Siapa bilang latihan ketat bakalan tak ada yang masuk. Nyatanya demikian banyak.


“Semuanya, ada yang paling penting dalam bermain game. Ketekunan. Aku harap kalian semua bisa bertahan,“ ujar lin tian sebagai direktur tan lin memberi support pada para siswa agar berlatih dengan tekun dan tidak cengeng. Sehingga semua akan kuat menghadapi semua cobaan.


“Bercanda, siapa yang tidak bisa bertahan dalam bermain game?“ ujar para pemain keheranan dengan ucapan direktur Lin yang seakan latihan kali ini sangat berat dan penuh peluru dalam menuju garis finis. Padahal biasanya kalau dia main hanya di bawa santai saja. Bahkan sembari ngemil makanan snack yang banyak di sediakan di game ps atau warung internet yang banyak bertaburan di sepanjang sudut kota.


“Aku adalah pelatih fisik kalian! Dalam bermain game, kalian perlu berkonsentrasi. Jika tidak memiliki fisik yang baik, kalian tidak akan bisa bertahan,“ ujar Lanbo memberi tahu. “Setelah ini, kita akan memulai jadwal pertama dalam pelatihan ini, langsung saja. Lari 5000 meter.“


“Mustahil.“ Keluh mereka. Semua seakan enggan melakukan nya. Yang diinginkan hanya langsung main tembak-tembakan dengan senjata lazer agar para zombie di pulau kematian akan bisa langsung di libas habis. Jadi jangan lari terus. Mati, nanti juga aka nada nyawa cadangan.


“Aku datang untuk bermain game, bukan untuk berolahraga, untuk apa lari?“ ujar si anak pemain yang jarang sekali melakukan hal demikian. Dia tak suka lari-lari. Yang ia mau hanya main game. Demikianlah rupanya banyak anak yang menganggap kali ini hanya sebuah permainan saja yang cukup main jari. Bukan untuk yang lain-lain. Apalagi perlu menguras keringat. Kalau demikian dia bisa terjerembab sampai mulut menganga lebar sembari kesulitan mengambil udara nantinya.


“Benar.“


“Kami bukan datang untuk berlatih fisik,“ kata yang lain. Ingin nya berlatih jari saja.

__ADS_1


“Oh ya aku lupa memberitahu. 3 orang terdepan dalam latihan lari ini, berhak berfoto bersama dengan 5 tim terdepan dalam liga, dan ikut dalam pertandingan persahabatan melawan nya,“ kata Lin Tian memberi semangat.


Semua akhirnya dengan penuh terpaksa dan sangat mendamba bisa foto bareng akhirnya berlari dengan kecepatan penuh.


“Hei… Kenapa kalian mengorbankan ku seperti ini?“ ujar si pelari mengeluh.


“Hadiah ini pasti akan jadi milik ku!“ ujar pemain game yang sangat bersemangat dalam memainkan perkara kecil begitu. Dia layak untuk perkara yang lebih besar nanti nya.


#


“Bagus sekali urutan pertama.“ Pelatih senang dengan datang nya orang pertama yang dengan giat dan penuh semangat menjangkau finis dengan senang hati. 5000 meter rupanya hanya ringan saja bagi mereka yang suka hadiah.


Semua pada terkapar. Maklum baru kali ini mereka lakukan. Biasanya hanya duduk diam dan konsentrasi melihat lawan dengan senjata lazer yang sangat canggih. Kali ini beda. Ada yang cengep-cengep, ada yang megap-megap. Ternyata main game sangat melelahkan. Tak hanya mata yang kena radiasi sinar, namun otot kaki juga seakan kena kram saja.


“Bagus sekali. Selanjutnya adalah pertandingan pelatihan pertama. Melawan tim profesional. Kami mengundang pemain profesional untuk memberi penilaian,“ ujar Lin Tian yang mendatangkan pemain hebat supaya semua bisa berlatih lebih maksimal dengan bertemu langsung melawan musuh canggih.


“Boleh istirahat dulu tidak?“ ujar pemain minta ijin. Kayaknya pelatihan itu terlampau berat.


“Kita bisa tidur di mobil pelatihan,“ ujar yang lain, dan tak perlu masuk kamar mewah.

__ADS_1


Nampak para karyawan mempersiapkan alat-alat peraga yang sangat modern dan penuh dengan halang rintang yang sesuai dengan prosedur latihan profesional. Juga sudah ada monitor dengan segala perlengkapan nya guna mendukung pelatihan berat agar semua merasakan betapa pedihnya sebuah latihan dan tidak hanya main jari saja kerjaan nya sehingga nanti cahaya sensor akan terus bekerja dalam otak walau telah istirahat. Kali ini mesti menggunakan kekuatan fisik guna mendapat kan pelatihan yang maksimal juga.


“Siksa mereka!“ teriak Lin Tian sembari terkekeh. “Aku sudah menyiapkan 5000 buzzer menunggu untuk menyemprot para siswa ini.“


__ADS_2