
Hongkong.
Kota yang sangat ramai. Ada trem. Ada juga mobil. Tapi yang paling klasik, ada juga sepeda.
Di suatu rumah yang banyak penghuni artisnya.
Nampak Zhang Jiwei yang tengah menikmati siomai, bakpao, campur fuyunghai. Tiba-tiba berdering dengan nyaring HP kebanggaan dengan Snapdragon 855 sebuah nomor tidak dikenal sama sekali, dengan berani-beraninya menelpon di siang bolong.
“Ini… siapa ini?“ tanyanya.
“Halo Zhang Jiafei ya?“ ujar Lin Tian. Ternyata dia yang sudah bersusah payah berhubungan dengan kesatria ini.
“Bahasa mandarin. Ternyata telepon dari Cina,“ baru paham dia. Ternyata satu negara. Hanya beda otoritas saja. Rupanya orang-orang Cina daratan sudah berusaha mencari dirinya untuk suatu keperluan yang sangat penting. Makanya dia mesti hati-hati. Bahkan kalau perlu menyadap nomor penelepon itu supaya kalau-kalau ada hal yang membahayakan bisa untuk ditangani dengan lebih teliti lagi.
“Ya halo. Aku Jia Jiafei,“ jawabnya dengan sikap yang diusahakan sebisa mungkin sangat tenang. Sebagai mana para kesatria yang selalu santai dalam menghadapi berbagai persoalan, kali ini juga mesti piawai dalam menerima penelepon gelap yang terkadang suka sesuka hati sendiri dalam menipu orang melalui hubungan jarak jauh itu.
“Guru Jiafei, apa anda berniat untuk syuting iklan game?“ ujar Lin Tian berusaha mencari pendekatan penting terhadap guru sakti tersebut. Tentu saja setelah mengenakan pakaian ksatria, maka segalanya Nampak berubah. Dan itu terlihat sangat menyeramkan, apalagi kala membawa pedang besar bermata tajam, yang seakan menjadi kekuatan tersendiri kala di kenakan, apalagi saat terjadi adu duel melawan musuh yang begitu sakti, maka akan bisa dihadapi dengan cara yang paling mudah dalam meraih kemenangan.
“Iklan game proyek paling menghasilkan uang datang,“ langsung terbayang betapa menggiurkannya tawaran tersebut. Tentu saja sebagai bintang iklan yang begitu berpotensi. Apalagi game adalah sebuah permainan yang sangat menjanjikan. Maka tentu tidak salah jika akan langsung main harga, dan bisa menyedot banyak [perhatian kalau apa yang dia perankan sangat menarik, serta apa yang diiklankan tersebut begitu laku di pasaran. Sehingga anak-anak yang gemar main game juga akan mengikuti semuanya itu dengan sangat teliti dan tekun hingga mata memerah dan menghabiskan waktu berjam-jam demi semua itu.
“Tentu saja tidak masalah. Tapi proyek komersial tarif ku tidak murah,“ ujarnya dengan sedikit batuk-batuk, dan tampang yang dibuat se wibawa mungkin agar semua percaya bahwa dirinya memang sangat berkompeten dengan iklan tersebut, terutama peran ksatria kuno yang membutuhkan betapa dahsyatnya menjadi demikian kalau dia yang memerankan.
__ADS_1
“Tidak masalah. Tidak masalah, uang bukan masalah. Asalkan masuk akal, berapapun aku bersedia,“ ujar Lin Tian yang tentu saja sudah mempersiapkan jurus jitu supaya system nanti bersedia membayar ganti rugi pembelian mahal untuk satu orang guru yang demikian cakap dalam iklan game kali ini.
“Semoga kerja sama kita menyenangkan,“ mereka sepakat. Dengan demikian akan saling menguntungkan dua sisi. Yang satu merasa mendapat harga yang begitu tinggi, di pihak lain akan mampu menjual game yang di punyai dengan laris manis. Niscaya segalanya akan saling berhubungan mutualisme.
Sang guru menutup teleponnya dengan senyum puas.
“Bos ini sepertinya orang bodoh,“ ujarnya bangga akan kecerdikannya yang mampu mengelabuhi orang di ujung telepon sana dalam mengembangkan bakat sekaligus memamerkan kepiawaiannya dalam berakting menjadi kesatria paling hebat.
Lin tian juga memencet tombol merah, dan uas telah bisa mengawali proyek barunya dengan harapan akan saling menguntungkan. “Haha, rencanaku berjalan lancar.“
“Halo? Ma Keji…“ ujarnya yang kali ini menghubungi karyawannya dan sangat piawai dalam membuat game.
“Direktur Lin, ada masalah apa?“ Ma Keji sedikit kebingungan juga dengan telepon yang mendadak dan penuh nuansa mencurigakan begitu. Jangan-jangan dan jangan-jangan, itu yang dipikirkan berulang kali. Sebab sudah pada tahu semua, kalau bos satu itu pikirannya sulit di tebak.
“Ah ini tidak perlu, tidak perlu, aku akan membuktikan diriku sendiri,“ gumam Ma Keji yang tak ingin merepotkan bekas bons nya itu. Sehingga sebisa mungkin dia akan berusaha sekuat tenaga dengan tenaganya sendiri yang kuat itu untuk mencari berbagai dana supaya kebutuhannya juga mampu dia tutup.
“Huh tidak mau juga harus mau, aku sudah membantumu mencarikan artis Hongkong papan atas Zhang Jiafei untuk mengiklankan game kalian. Tidak peduli game apa itu, aku bisa mempromosikan secara gratis,“ ujar Lin Tian memaksa, sebab ini artis dari hongkong yang sangat berkelas.
“Ternyata benar, direktur Lin berencana menggunakan artis untuk mempromosikan game online. Tebakanku tidak salah,“ ujar Ma Keji. Dia langsung membayangkan betapa artis itu sangat hebat dengan pedang emasnya yang sewarna dengan kostum yang dia kenakan, dan tengah memperagakan berbagai jurus mengerikan di suatu game yang tengah dia produksi tersebut.
“Eh…“ Lin Tian tertegun. Dia masih belum yakin dengan apa yang tengah dia dengar itu.
__ADS_1
“Eh bukan ya?“ ujar Ma Keji.
“Uhuk, kebetulan sekali. Kalau begitu, kalian pakai saja,“ ujar Lin Tian, tetap berusaha membuat supaya artisnya itu tetap di pakai.
“Hahaha, ternyata kalian ingin membuat game online yang berkualitas redah seperti itu. Ma Keji ini, Benar-benar tidak memiliki kemampuan,“ ujar Lin Tian.
“Rencana besar ku benar-benar berhasil, kalau Ma Keji mendapatkan untung, tidak ada hubungannya denganku. Tapi kalau sampai dia merugi, aku juga akan merugi.“
“Aku benar-benar jenius. Sudah 15:30 waktunya minum teh,“ ujar Lin Tian.
#
Disisi lain, Ma Keji nampak terharu. “Ternyata direktur Lin benar-benar masih perhatian denganku. Aku tidak boleh bermalas-malasan.“
Kemudian dengan tegas dia berkata pada semua kru nya, “Semuanya… Kalian sudah memutuskan jalan cerita game ini?“
Para karyawan kebingungan. Mereka saling pandang. Ada yang sampai garuk-garuk kepala. Dan ada yang hanya melotot saja.
“Tentu saja, penulis di bawahku tidak akan membuat cerita yang lemah,“ ujar si baju berduri dengan santainya.
“Lagipula game mu ini semuanya menggunakan gambar nyata,“ kata yang lainnya.
__ADS_1
Lalu dengan menunjuk skema hubungan karakter. “Kita semuanya mengikuti persyaratan pembuatan film.“ Dipandangi dalam suatu papan tentang bagaimana membuat film dengan memenuhi semua persyaratan yang mesti di penuhi dan akan bisa di selesaikan dalam waktu yang sudah pasti serta segalanya dapat berlangsung dengan bagus pula.
“Pemeran utamanya adalah Zhang Jiafei, aku bisa menulis cerita yang menarik,“ ujar penulis cerita dengan yakin, kalau tokoh itu akan membawa keberuntungan. Dengan terbukti dia sudah mampu memikirkan kira-kira kisah apa yang hendak dia bayangkan tersebut.