Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 16


__ADS_3

Hehe…


Lin Tian terkekeh. Dia sangat menyukai hiburan kali ini. Sudah juara, lalu mendapat live yang begitu dia idolakan. Tentang satu sosok yang sebelumnya memang begitu dia harapkan. Apalagi untuk kemenangannya. Meskipun hiburan tersebut untuk banyak orang. Seluruh penonton dan pengagum acara balap terpopuler di gunung Luojia itu. Yang terang kali ini dia tengah senang. Makanya berkali-kali melihat HP.


Tian Feifei. Host garang sekali. Cantiknya. Tidak terlalu popular. Itu beberapa tulisan baik positif maupun miring. Melihat dia tak demikian popular, bisa jadi karena kurangnya beberapa hal yang membuat kurang disukai. Dan itu semakin terlihat kala acara tengah berjalan. Sehingga untuk rata-rata orang tak yakin akan kualitasnya.


Miao.


Kucing merangsek. Seakan mengganggu konsentrasi. Dan itu membuat Tian


Feifei menjadi kacau.


Argh..


Si penari terkejut. Terpelanting. Dan keseleo. Paha robek. Kaki bengkak. Sakit pokoknya. Itu tak cukup hanya membuat iba. Namun bisa jadi kariernya sedikit menurun. Atau bahkan jatuh se jatuh - jatuh nya. Memang tak jarang kalau pertunjukan kacau akan membuang banyak penggemar untuk sekedar beralih pada tokoh lain yang juga tengah bersinar di saat yang bersamaan. Dan hal itu tentu membuat beralihnya perhatian.


“Haha lagi-lagi ceroboh. Host ini benar-benar bodoh. Live nya setiap hari. tidak ada orang yang melihat mungkin dalam satu bulan tidak menerima hadiah satu pun kan? Hostnya tidak memiliki penonton pergi sana. “


“Semuanya cepat beralih ke Guo Mimi. Dia mulai buka baju,“ ujar suara yang lain dan seakan berpromosi pada idolanya itu.


“Kabur. Kabur. Host ini tidak menunjukkan dirinya.“


Para penonton sudah mulai gelisah. Perlahan-lahan mulai meninggalkan. Bahkan tinggal beberapa saja. Itupun entah bagaimana. Mungkin karena tengah tertidur atau sedang pergi sebentar. Itu yang membuat dia betah. Tapi kenyataannya pada pergi ini yang membuat pemikiran ulang bagi sang idola. Karena gerakan yang dianggap tak mengenakkan itulah yang kemudian menjadikan dia ditinggalkan. Atau memang sudah sewajarnya. Dimana pada suatu saat dilihat banyak orang sementara pada waktu yang berbeda mulai ditinggalkan sehingga program acaranya demikian hening. Mestinya lain waktu ada kemungkinan tinggi lagi, jika acaranya itu bisa diterima oleh para pemirsa. Walau begitu tak menutup kemungkinan kalau terus menurun. Karena terkadang untuk menaikkan lagi sudah sangat sulit. Tak semudah membeli makanan yang langsung enak. Ini pertunjukan. Butuh berbagai faktor guna meningkatkan dan disukai pemirsanya.


“Mohon maaf semuanya, mohon maaf, terjadi kesalahan pada tarian hari ini. “


“Dasar kalian… apa yang kalian mengerti. Kenapa kalian berbicara seperti itu pada idolaku. “ Mangkel sekali Lin Tian. Dia ikut marah. Padahal. Apa-apanya juga bukan. Saudara bukan kerabat bukan, bahkan kenal juga enggak, namun namanya idola seperti itu. Dia akan merasa bangga jika idolanya disanjung, dan muak jika saudaranya di hujat. Itu sudah umum. Ada yang kagum, maka sebagian lain tentu kan mencari kekurangannya. Dan hal ini terjadi pada idolanya lin Tian itu. Yang tak semua penonton menggemarinya. Bahkan ada yang cenderung memilih pada yang lainnya, itu tentu merupakan lawan dari Tian Feifei ini. Tapi bagaimana lagi. Namanya hiburan,. Maka ada kekeliruan dalam menerapkan program, tentu bakalan membuat penonton beralih ke yang lain. Seperti acara televisi saja, jika satu tak disukai maka akan beralih ke chanel lain. Yang tentu akan menurunkan rating. Serta untuk sekarang follow yang mengikuti sementara menurun drastis.

__ADS_1


Tian Feifei following \= Penonton 26. Dan terus menurun.


Miao…


Kembali sang kucing merangsek maju untuk membuat si penari kacau.


“Kalau saja aku punya uang untuk membeli hadiah. Pasti aku akan membuat Tian Feifei idolaku popular,” ujar Lin Tian seakan memohon pada yang kuasa. Karena dia seakan tak tega untuk idolanya yang demikian kacau. Hampir ditinggalkan pemirsanya. Dan itu ta bisa dibiarkan. Tapi apa daya kalau hanya untuk seorang Lin Tian saja yang sepertinya tak punya kekuatan apa-apa.


Tangan menyala. Tiba-tiba. Dan biasanya akan ada sedikit keajaiban yang terjadi.


“Selamat telah lahir raja siaran langsung Tian Feifei cepat bergegas ke live Tian Feifei untuk berebut amplop merah.“ Suara itu menunjuk kalau Tian yang berikutnya menjadi idola baru. Dimana yang sebelumnya unggul tersisihkan. Ini karena dukungan yang demikian besar sudah merujuk padanya. Dan membuat berpaling rating tertinggi untuk satu orang yang semula paling bawah, namun berikutnya meningkat menjadi hal yang diunggulkan.


“Ini siapa - siapa yang berselera tinggi dan sangat royal ini? “ ujar Lin Tian. Dia langsung senang. Walau tak mengira. Demikian cepat keadaan berubah. Menjadikan idolanya langsung menempati unggulan tertinggi. Yang berarti dia juga yang memenangkan Rangking Follow. Ini semua karena pemberian tinggi oleh seorang yang royal dan tak tanggung-tanggung hingga jutaan follow. Tentu tak akan terkejar oleh para pesaingnya. Yang jelas sangat menggembirakan. “Tak disangka dia langsung memberi mahkota bangsawan untuk idolaku. “


Tian Feifei following \= Penonton 2.060.000


“Terima … terima kasih,“ ujar Tian Feifei sangat senang. Untuk kali ini berhasil mendapatkan apa yang dia impikan. Walau harus terpelanting oleh kucing sialan tadi.


“Eh… bukankah… Tian Tianlin bukankah ini ID ku?“ Lin Tian keheranan. Ini berarti dia sendiri yang memberi banyak sekali Follow untuk idolanya. Padahal hanya berucap. Dan jari jemari itu menyala serta menunjukkan keajaibannya. Dan berarti harapannya terkabul untuk bisa membuat jagoannya menjadi idola di follow nya itu.


Ting.


“Selamat Tian Tianlin menjadi bangsawan siaran langsung Tian Feifei. Amplop merah anda telah selesai dibagikan, terus dukung host kesayangan anda. “


Rangking hadiah hari ini:


__ADS_1


Tian Tianlin


J. Xiaohao


Zhao Kuqi


Kakak tidak berdaging



“Seleranya tidak biasa orang kaya yang royal dan keren ini tak disangka adalah aku sendiri.” Kembali Lin Tian tak menyangka. Diantara senang dan sedih. Karena sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi nantinya.


Ma saka.


“Oh ya aku belum melihat hadiah dari balap mobil,“ kata Lin Tian. Dia langsung melihat apa hadiahnya. “Jangan-jangan hadiahnya ada ini.“


Wah… Hadiah jari emas. Batas penggunaan satu kali.


UANG VIRTUAL TIDAK TERBATAS JUMLAHNYA. BISA DIGUNAKAN DI SEMUA WEBSITE.


“Jari emas apanya,“ ujar Lin Tian. “Tidak terbatas jumlahnya kenapa aku merasa aku sudah rugi besar?“


Disekolah…


Hah… Lin Tian menguap. Mengantuk sekali rasanya. Mungkin gara-gara ikutan balap semalam yang begitu menyita pikiran dan tenaga. Sehingga dampaknya baru terasa sekarang.


Eh…

__ADS_1


Lin Tian terkejut saat melihat seorang dara tengah melintas. Pahanya terluka. Goresan yang demikian kentara terbalut dengan perban mungil. Atau hanya sekedar plester.


“Jangan - jangan Tian Feifei… Su Xueqing.”


__ADS_2