Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 252


__ADS_3

Di lapangan pertandingan sudah mulai ramai. Baik dekorasi, penonton, maupun para pemain itu sendiri. Mereka sudah mempersiapkan segalanya demi memeriahkan acara penentuan tersebut agar bisa menyenangkan hati para penonton terutama untuk mereka sendiri yang mesti juara sehingga bisa mendapatkan hadiah yang sangat menggiurkan.


Lalu ucap Host, “Para hadirin sekalian, selanjutnya adalah pertandingan pertunjukan. Kedua peserta berasal dari aliran taman Niuyuke. Diabolo hip hop bikinan sendiri.“


Tentunya dengan tongkat kendali itu, saat alat tersebut berputar diharapkan akan mampu menunjukkan music dengan genre demikian sehingga menambah semaraknya suasana dan penonton seakan mengikuti alunan irama dalam lagu.


PESERTA PERTAMA JIEKE.


Tentu saja atlet ini sudah tidak ragu lagi bagi kita semua. Sebab baladanya demikian menggema. Mulai dari belum punya apa-apa di latih demikian keras, sampai menjadi seorang sangat piawai yang tak terkalahkan kehebatannya itu. Tentu banyak yang menjagokan dirinya. Baik itu para pejantan tangguh, para betina pengikut diabolo, sampai diantara keduanya, sangat mengidolakan dirinya.


“Serta peserta asal aliran gunung E’Chou,“ ujar dengan keras Diabolo speaker yang menggema memenuhi arena pertandingan tingkat akhir tersebut.


PESERTA NOMOR DUA BOY NAIKESI DUO.


Orangnya demikian menyeramkan. Dengan postur yong sixpack, tinggi atletis, serta menawan. Apalagi dengan leher yang dihiasi lilitan kalung berduri. Dimana duri itu melingkari keseluruhan sisi lehernya. Menambah angkernya suasana. Dan pergelangan tangan yang mengenakan deker yang hitam yang menunjukkan otot-otot kekarnya. Serta beberapa lilitan tali kain yang menonjolkan kelebihan dari bentukan badan yang sangat memukau.


Para penonton menunggu dengan antusias. Pemain juga siap. Makanya sang wasit langsung memberi aba-aba…


“Mulai!“


Nampak gerakan tangan sebagai awal dari kuda-kuda dalam olahraga. Baik itu menjelang lari, main tinju, maupun permainan untuk kali ini. Semua perlu pemanasan.


“Tindakan awal ini adalah menggunakan rotasinya sendiri untuk memberikan diabolo momentum sudut, sehingga diabolo dapat berputar lebih cepat,“ ujar Jieke sembari menggerakkan tongkat dan tali pemutar diabolo itu. Membuat alat tersebut langsung melenting serta naik ke udara berikut putaran yang demikian indah.


“Oh kenapa bisa tiba-tiba terbakar?“ ujar Lin Tian kaget, saat menyaksikan pertandingan itu benar-benar berapi-api.


“Tersenyum dia. Tersenyum baginya. Apa keahlian seperti ini tidak pantas diungkit?“ Jieke keheranan melihat satu senyum saja.


“Dia telah mengeluarkan jurusnya, kita awali dengan jurus jitu lolongan maut. Legenda mengatakan bahwa trik ini akan menghancurkan cambuk sehingga dinamakan sesuai,“ ujar Mas Boy sembari menghempaskan diabolo-nya kuat-kuat. Sehingga berbunyi dengan nyaring.

__ADS_1


“Kenapa aku merasa ada yang tidak beres?“ ujar Lin Tian mulai panik dengan permainan yang sedikit aneh itu.


Jieke pertama kalinya bersikap tenang. Dia memutuskan untuk menggunakan teknik hand stand spin untuk menyerang dan menyimpan kekuatan.


Dia sudah mengeluarkan jurus.


Jurus serangan terkuat diabolo peluru waktu datangnya sangat ganas bagaimana boy akan melawan jurus ini?


Aneh sekali, dia seperti hanya terus mengulang lolongan busuk itu.


Kalau terus begini, pasti sulit baginya untuk mengalahkan Jieke.


Mas Boy terus memainkan diabolo-nya.


Diabolo itu terus berputar dengan cantik.


“Serangan Jieke berhasil. Diabolo Boy mengalami kerusakan parah. Kalau begini terus, diabolo boy akan berhenti berputar. Pertandingan juga akan berakhir,“ ujar Lin Tian mengomentari pertandingan tingkat tinggi yang nampaknya tak seimbang itu.


Melihat itu jieke terperangah. Matanya melotot lebar.


Berikutnya dia Nampak terengah-engah.


Lalu terhuyung-huyung, kaki dengan sepatu bagus itu Nampak terdorong menjauh.


Dan akhirnya dia jatuh terduduk.


“Eh, keluar batas, jieke kalah.“


Mas boy sangat senang. Penonton keheranan. Hal ini jarang sekali terjadi. Walau para penggemar mas Boy sudah sangat paham akan taktik yang sederhana demikian.

__ADS_1


“Ini…. ternyata begitu… ternyata begitu. Aku sudah mengerti. Bagaimanapun juga, yang memainkan diabolo adalah manusia. Asalkan bisa mengalahkan orang yang mengendalikan, maka pertandingan bisa diselesaikan,“ ujar Host yang kebingungan mau berkomentar apa atas tragedi terhadap jagoan taman Niuyuke.


“Sepertinya, boy telah mempersembahkan pertunjukan diabolo yang sangat menarik untuk kita. Ah, hebat sekali… ah.. ah… ah……….“ ujar pembawa acara sembari berteriak-teriak. Nampaknya dia memang sudah sangat nyaman dengan kondisi yang terdampak dari mas boy yang begitu gemulai. Sehingga dengan mudahnya menyebar sampai ke lingkungan sekitar yang memang sangat kemayu itu. Padahal hampir sembuh, akan tetapi dengan adanya gejala tak terduga yang demikian, membuat semangat kekeluargaan yang hampir punah itu kini bersemi kembali untuk terus tumbuh dan akhirnya memuncak pada kondisi tersebut.


“Bahkan, pembawa acara juga dipengaruhi. orang ini beracun,“ ujar Lin Tian merasa ngeri dengan Boy satu itu.


#


Tim tua dengan kibaran panji-panji yang siap berlaga. Bahkan sudah mempunyai seragam yang sangat mengerikan. Merah menyala. Dengan gagahnya melaju, melenggang menuju arena perlombaan.


“Ah, selanjutnya adalah ah…. pertandingan sesungguhnya,“ ujar host terus memberi tahu acara yang bakalan berlangsung. “Ah, semangat ah…………“


“Aku merinding mendengar mu! Lebih baik aku saja yang membawakan acara!“ kata Lin Tian merebut mik dari si pembawa acara yang agi gemulai-gemulainya itu.


Uhuk-uhuk.


Lin Tian batuk-batuk sekejap untuk memulai berbicara di depan forum.


“Selamat datang para formasi pertandingan final!“ ujar pembawa acara baru. “Semuanya, mari kita buat penampilan sebelum final.“


Para ksatria baju merah dengan antusias mendengarkan arahan dari host yang baru mereka dengar itu.


Lalu berikutnya mereka saling mengangkat tangan. Tanda setuju dan gembira atas segala yang diucapkan tersebut.


Nampak para lansia saling bersiap. Ada yang jenggot putih dengan pakaian jubah panjang dan mantel biru cumi. Si perempuan dengan pink nya. Dan si kacamata yang dengan santai menatap masa depan yang begitu ceria.


“Berapa pakaian tradisional Han ini adalah salah satu hadiah untuk para peserta final. Sedangkan tiga besar dari final ini akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki kustomisasi pakaian tradisional Han mewah,“ kata pembawa acara Lin Tian yang mengomentari bagaiman mewahnya pakaian tradisional yang dipakai para kontestan itu.


“Menggunakan lansia untuk menyebarkan budaya ini berbanding terbalik dengan para influencer muda lainnya,“ ujar desain pria memperhatikan tindakan yang dilakukan Lin Tian tentang berbagai pertandingan yang sudah berjalan.

__ADS_1


“Ada cara ini akan berhasil?“ ujar si cewek yang sedikit ragu akan segala keputusan serta tindakan yang sudah dilaksanakan kala itu, berikut rancangan ke depannya untuk tetap melanjutkan berbagai kegiatan yang di rasa sedikit beban guna di lanjutkan.


“Tahap pertama sudah selesai, selanjutnya adalah tahap kedua. Pasti akan membuat orang tercengang,“ gumam Lin Tian sembari memperhatikan kelompok para lansia yang sudah siap sedia untuk mengikuti acara selanjutnya.


__ADS_2