Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 74


__ADS_3

Lin Tian menangkap peluru. Sungguh sebuah kebetulan yang sangat hebat. Sehingga barang berbahaya begitu bisa ditangani dengan saksama. Dan dengan mudah saja mempermainkannya seperti menangkap kelereng yang menggelinding.


“Menangkap peluru dengan tangan kosong. Ilmu bela diri sehebat ini kakakku tidak kalah sia-sia. Tapi apa kamu bisa menangkap dua peluru bersamaan? Sudah siap belum?“ ujar si Pendendam sembari mengacungkan dua pistol asli nya ke arah Lin Tian. Yang satu tentu saja agak menyerong, supaya kalau Lin Tian lari ke arah yang aneh, akan segera terarah dengan ujung pistol satu nya.


“Silahkan,“ ujar Lin Tian. Dia segera memasang kuda-kuda. Sehelai daun yang tercampak. Agar bisa siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam menghadapi dua senjata sangat berbahaya itu.


Dor! Dor…


Pistol meledak. Keras sekali. Seperti balon hijau saja. Peluru - peluru meluncur dengan derasnya. Berseliweran dengan sangat cepat. Apalagi dalam menembak juga sangat cepat. Melebihi bayangannya sendiri. Jadi saat pistol dimasukkan, bayangannya baru separuhnya. Demikian lihai dia.


“Ini benar - benar menyusahkan ku,“ kata Lin Tian berusaha menatap setiap peluru yang datang ke arahnya. Sehingga matanya ikut berwarna keemasan menyesuaikan dengan peluru yang tertangkap pandangannya.


Tak!


Menjentikkan jari. Lin Tian menghilang. Menghindari peluru-peluru yang sangat banyak itu. Kalau tidak bisa gawat. Jika saja tak bisa dihindari, maka salah satunya akan mengenainya. Jika tidak tewas, tentu akan menimbulkan rasa sakit. Untung kalau tidak parah. Jika sebaliknya, maka akan membuat cacat seumur hidup dan mesti di gips segala jika ada yang retak patah,


“Begitu banyak peluru kalau disimpan apa akan bermasalah dalam kepemilikan senjata api. Aku putuskan aku akan menyerahkan. Giliranmu sudah selesai, sekarang giliranku.“


Sembari menunjuk. Atau tepatnya mengancam. Memberitahu supaya musuh hati-hati, karena pembalasan akan lebih kejam dari pada perbuatan. Itu yang biasa terjadi pada film-film jagoan, supaya si angkara murka tak segan-segan untuk tak mengulangi lagi perbuatan bejadnya yang hanya menelan korban yang lain.


Eh…


Musuh menghilang. Ternyata musuh memang sangat sakti. Sehingga begitu mudah dia menghilang dalam kedipan mata. Makanya dia berani menantang Lin Tian si ahli menangkap peluru. Dan hal ini tentu saja membuat Lin Tian sangat terkejut. Tidak biasanya orang seperti setan yang demikian cepat bisa menghilang. Kalau tidak karena ilmunya yang sangat tinggi, pasti karena dia sangat kuat dalam berpuasa. Bisa lebih dari empat puluh hari atau satu tahun kurang sedikit. Yang jelas kemampuan hebat begini jarang-jarang ada yang memilikinya.

__ADS_1


“Menakutkan sekali. Menangkap peluru dengan tangan kosong, apa dia masih manusia,“ ujar penjahat yang lari dengan motor merahnya. Untung cepat-cepat, jadi banyak yang mengira kalau dia bisa menghilang. Dan itu membuat dia menghilang dari pandangan dalam perkelahian. “Untung aku cepat-cepat kabur. Kalau tidak, nasibku bisa sama seperti kakak,“ gumam nya sembari tertawa dan merasa sangat beruntung saat bisa menjauh dari musuh yang ternyata sangat sakti begitu.


“Caramu melarikan diri sama persis denganku,“ terdengar sebuah bisikan suara. Yang rasanya sangat dekat sekali. Meskipun dia tengah mengendarai kendaraan yang sangat kencang. Namun seakan suara itu terus menghantuinya. Sehingga dengan berlari secepat apapun masih membayang terus. Dan itu tentu akan menjadi masalah di kejiwaannya jika hal tersebut dibiarkan. Barangkali dengan dia ke psikiater nanti, bakal bisa mengusir suara-suara dalam telinganya yang enggan pergi.


“Ken… kenapa…“


Lin Tian sudah ada di sampingnya. Dia menggunakan roda di kakinya. “Ilmu bela diri kuno, roda panas keluarga Lin. Terima kasih, kamu sudah memberiku inspirasi untukku menciptakan beberapa jurus mematikan.“ Ini sebuah ajian yang sangat aneh. Mampu menggerakkan roda dengan sangat kencang. RPM nya tentu sangat tinggi. Melebihi kecepatan putar roda merah motornya perampok. Sehingga bisa mengimbangi kecepatannya itu. Sebab kalau kurang, pasti tak bisa mengejar. Dan kalau terlampau cepat, pasti akan melampauinya untuk berikutnya slip dan jungkir balik masuk selokan.


Tak.


Peluru meluncur ke roda motor bagian depan. Peluru bekas yang sudah tak ada selongsongnya karena berhasil ditangkap untuk dikembalikan kepada yang punya. Membuat motor meledak. Penunggangnya melayang. Untuk kemudian jatuh terjengkang di atas aspal yang lembut. Namun membuat tulang ekornya melesak.


“Dan juga jurus mematikan yang awalnya ingin aku gunakan. Ilmu keluarga kuno, tinju matahari keluarga Lin,“ ujar Lin Tian lagi sembari mengerahkan kekuatan nya dalam mengeluarkan ilmu ampuh warisan keluarga yang sudah jarang dipelajari. Tentu saja keampuhannya yang melebihi ilmu pukulan matahari, atau ajian lembu sekilan yang melegenda itu. Dan yang paling berbahaya adalah dengan menghimpun berbagai energi kuat yang terkandung dalam korona matahari yang terbagi dalam berbagai kekuatan warna. Disitulah yang berikutnya menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang terbentuk akibat menyatunya berbagai energi kuat tadi. Dan para leluhur di masa kuno itu yang berhasil menguasai ilmu langka tersebut. Untuk kemudian diwariskan pada generasi berikutnya secara turun temurun dan hanya mereka yang mampu mewarisi nya.


“Mataku…“


“Tidak pandai mengerjakan PR, bukankah lebih gampang kalau menyalin PR. Langsung saja aku pakai jurus mematikan dari film kartun. Ilmu bela diri kuno bulan sabit menembus langit. Ilmu bela diri kuno tembakan penghapus keluarga Lin. Ilmu bela diri kuno transformasi keluarga Lin.“


Banyak ilmu yang dikeluarkan pada saat yang bersamaan tersebut. Sehingga kalau bukan ahlinya akan kesulitan dalam penerapan nya.


“Moh… Mohon ampuni aku,“ ujar si adik rampok, meminta ampun sembari sedikit menangis dengan bibir berdarah- darah. “Aku menyerah.“


“Capek sekali mengeluarkan pose,“ ujar Lin Tian mengeluh. Kebanyakan gerak kayaknya demi mengeluarkan berbagai jurus andalan yang menghafalnya juga sangat sulit. Yang penting bisa menakut-nakuti musuh.

__ADS_1


“Eh, suara apa itu?“


Misi sekunder: ahli bela diri Lin. Progress: selesai.


Membuka hadiah tersembunyi:


Hadiah perunggu V (1/1)


Hadiah perak V (5/5)


Hadiah emas X (8/10)


“Eh ada hadiah tersembunyi…” ujar Lin Tian memperhatikan sistem.


Hadiah tahap 1:


Tiket turnamen seni bela diri XI


Hadiah perunggu: penyimpanan energi (waktu penyimpanan energi bertambah)


Hadiah perak : menyebarkan ilmu (Dapat memilih 5 orang)


Hadiah emas….

__ADS_1


“Semakin banyak jurus semakin banyak hadiah. Diatas hadiah emas. Apakah akan ada platinum/ berlian/ bintang/ raja/ master… Tidak bisa aku harus mencari orang untuk mencobanya,“ kata lin Tian terus memperhatikan sistem.


“Sepertinya kamu pernah bilang tujuh monster keluarga Xiong. Apa masih banyak yang seperti kamu ini?“ tanya Lin Tian pada penjahat. Penjahat hanya menatap keheranan. Namun jangan sampai deh orang-orang begitu banyak hanya untuk melawan pemuda kacau yang jurusnya tak jelas dan nanti hanya akan dipecundangi tanpa bisa melawan.


__ADS_2