Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 166


__ADS_3

EKSEKUTIF SPA CLUB.


Lin Tian dengan seorang cewek.


“Him… minyak esensial sudah ada. Lalu apa lagi ya?“ ujar Lin Tian. Masih berpikir, apa kira-kira yang di butuhkan oleh orang-orang untuk spa. Lumayan juga untuk sedikit berbisnis di kala sulit. Apa-apa naik. Barang-barang pada naik, sepatu naik, minum susu juga harganya naik, BBM apalagi. Jadi perlu berbagai cara, supaya tidak ketinggalan jauh kala mendapatkan rejeki yang lumayan itu.


“Lalu kumpulkan orang untuk di latih, kemudian selesai.“


“Harus kemana aku mengumpulkan orang-orang itu?“ ujar Lin Tian berpikir keras untuk mendapatkan orang. “Oh iya. Bukankah kalian berminat untuk mengikuti pertandingan bela diri? Kalau begitu kalian saja.“


Lin Tian sudah menemukan solusi nya.


#


Beberapa saat sebelumnya, di suatu ruang, dekat pintu besar. Lin Tian melenggang masuk.


“Tunggu dulu tampan!“ ujar cewek berbaju hijau tua. Lin Tian terdiam. Mereka begitu antusias ingin bertemu dengan orang paling kaya yang dermawan. Bersedia memberi barang-barang mewah dengan harga diskon.


“Eh ada masalah apa?“ ujar bang tamvan menoleh.


“Tampan, masih ingat dengan kami? Tadi kita bersama-sama berbelanja di toko barang mewah,“ ujar gadis itu sembari mencoba akrab. Sangat ingin kenal rupanya. Atau ingin barang ber merek lain yang juga sangat murah bila kenal dengan nya nanti, maka kemungkinan akan di beri kemudahan juga akan lancar. Makanya tak ada salah nya untuk akrab.


“Ingat dengan kalian? Di mataku hanya ada menghabiskan uang,“ kata Lin Tian sembari mengelus dada dan bicara apa ada nya. Menyedihkan sekali memang. Tapi bagaimana lagi kalau kodratnya sudah demikian. Mau tidak mau mesti di jalani.


“Wow, masih muda, sudah kaya raya dan hanya suka menghabiskan uang, ini adalah seleraku,“ kata baju putih bersanggul simpel. Terbayang nanti bakalan bisa memakai kalung dengan mutiara melingkari leher, serta berada di suatu hunian mewah yang sangat antik.


Dikerubuti cewek. Mereka pada suka dengan orang yang suka menghamburkan uang. Bahkan ada yang mengelus-elus kantong, siapa tahu masih ada sisa dompet yang berisi hutang kemarin dulu.

__ADS_1


“Apa-apaan gadis- gadis itu?“ ujar humas keheranan. Begitu mengidola nya kah sama orang dengan pemberi diskon besar. Sehingga sampai berbuat demikian hanya ingin mendapat simpati dari lawan jenis itu. Dia bertambah heran karena mereka semua benar-bear sangat cantik menarik.


“Terserah kalian saja, jangan menggangguku menghamburkan uang,“ kata Lin Tian terus berusaha menghindar.


“Kami juga ingin mengikuti pertandingan menari itu. Kami juga bisa Olahraga bersamamu,“ ujar cewek itu lagi. Banyak keinginan untuk bisa bersama, walau membuat si cowok kelimpungan. Sebab hal yang terlampau agresif ini jelas-jelas membuat kikuk orang lain serta tentu saja bakalan memberi diskon yang lebih mengerikan lagi tentu nya nanti.


“Cari taksi sendiri!“ ujar Lin Tian cepat-cepat kabur. Dia masuk mobil. Membanting pintu nya dengan keras. Dan menelusup di dalam nya.


Drum.


Sedan yang ditumpangi Lin Tian melaju kencang.


“Hei Lin Tian, kamu lupa denganku,“ si cewek mangkel. Ditinggal begitu saja tanpa kejelasan.


#


“Itu Tuan Lin, kami hanya datang melihat-lihat,” kata cewek baju putih.


“Pertandingan menari ini, walaupun kami tertarik, tapi kami tidak ingin menjadi karyawan, hehe….“ kata si baju ijo. Mana mau kerja berat. Keinginan dia hanya bisa mendapat barang mewah dengan diskon besar. Untuk menjalani pekerjaan yang menyita waktu itu sekarang belum menjadi tujuan nya.


“Aih, baiklah,“ ujar Lin tian kecewa. Dia lalu mengambil telepon nya. Tidak dapat di sini, mungkin di lain tempat, pada lokasi lain yang lebih menjanjikan, akan bisa memperoleh apa yang bisa di inginkan nya nanti. “Halo, Ma Keji, carikan karyawan untuk ku. Kumpulkan 20 orang, waktu kerja 1 minggu, upah setiap harinya 20 ribu yuan, ada pelatihan, makanan dan tempat tinggal.“


Lanjutnya lagi, “Eh, oh ya, termasuk seragam dan tas kerja, semuanya adalah barang mewah, semuanya akan mendapatkan nya.“


Tiba-tiba HP nya lenyap.


Para cewek ramai-ramai menginjak-injak benda berharga itu.

__ADS_1


“Jadi tukang pijit saja kan. Kami akan menerimanya,” ujar si orange. Nampak nya senang sekali, senang menginjak-injak harkat dan martabat benda demikian.


“Sejak kecil, aku sudah tahu pekerjaan fisik adalah kebanggaan,“ kata cewek yang bangga dengan pekerjaan fisik.


Sementara Lin Tian hanya bisa meratap sembari menatap HP nya yang sudah almarhum. “Huhu, handphone ku. Kenapa kamu sudah tiada di usia dini. Ini adalah handphone yang aku beli di masa sulit.“


“Direktur Lin, lagi-lagi bercanda. Anda begitu berada. Handphone apa yang tidak bisa anda dapatkan,“ kata cewek kaya yang juga ikut beli barang diskon mewah dengan merek terkenal. Dia keheranan sama Direktur nya yang begitu menyayangi HP yang hanya demikian, sampai harus di elus-elus sembari di tangis seperti orang yang kehilangan barang berharga saja. Sudah itu masa beli tas mahal dengan diskon besar saja sanggup, dengan kehilangan HP cliring begitu mesti di tangis i. Benar-benar orang yang aneh. Bukankah tinggal beli yang baru berikut toko serta paket data yang ada kan beres.


Lin Tian langsung teringat. Segera dia menghubungi Xiao Qian. “Aku mau klaim satu buah handphone.“


“Tidak bisa,“ ujar Xiao Qian.


Hiwa…


Lin Tian berlari dan menangis.


“Hei, dapatkan laba yang banyak dulu, baru aku akan mengganti handphone mu,“ ujar Xiao Qian. Enak sekali tinggal minta. Nanti yang lain-lain bakalan berbuat serupa yang kemudian membuat kinerja nya tak maksimal, ogah-ogahan dan kalau habis barang tinggal minta ke sistem, tentu akan membuat sistem bangkrut nanti nya. Dan uang nya jadi terkuras habis oleh keinginan yang tak jelas.


#


“Capek sekali aku,“ kata cewek hijau.


“Entah apa ada yang tampan diantara penari-penari nanti, aku harus memperhatikan mereka,“ ujar yang lain nya sembari menatap sekitar nya yang penuh dengan penonton serta peserta.


“Tunggu dulu. Kita mungkin salah lihat,“ ujar si cewek sembari menatap ke depan, di sana, pada keramaian tersebut, yang tengah menjadi pusat perhatian, Nampak ada suatu yang demikian aneh.


Nampak semacam selebaran kain yang panjang, menjuntai dari atas ke bawah seakan memenuhi langit. Disana ada balon bergambar kepala Lin Tian. Dan kain itu bertuliskan ‘pertandingan bela diri lansia.’

__ADS_1


Lalu pada banyak yang berkomentar, “Lin Tian ini sudah gila ya!“


__ADS_2