Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 195


__ADS_3

“A man kamu ingin bermain apa?“ ujar mama seksi yang mengantar anak nya untuk mengikuti pendidikan pelatihan di Tian Lin.


“Ini,“ tunjuk A Man.


Dia menunjuk pada suatu papan yang di pegang oleh cover boy ternama dengan tulisan besar, ‘Pelatihan e sport remaja e sport nyata yang kejam apa kamu berani datang?’


“E-sport bukanlah kegiatan yang baik, tetangga kita kakak A Ban ketinggalan pelajaran, karena e-sports ini. Sekarang malah ingin menekuni untuk mejadi pemain e-sports profesional,“ terang mama A Man.


“Orang tua murid tidak perlu khawatir, sebenarnya kami Tian Lin grup juga memiliki sekolah pendidikan usia dini. Silahkan anda lihat – lihat,“ ujar karyawan Tian Lin sembari menunjukkan semacam buku brosur yang menerangkan tentang baiknya pendidikan untuk anak-anak yang sangat ramah, sehingga semua pada tertawa-tawa dengan senang. Dengan gambar cover dari kepala sekolah TK yang lincah yakni Cao Biluo.


Buku itu bertuliskan ‘Taman kanak - kanak Tian Lin’ dengan huruf kuadrat besar.


“Oh, aku tahu, Taman Kanak - kanak Tian Lin. Banyak anak teman-teman ku yang bersekolah di sana juga, reputasi nya cukup baik,“ kata mama mulai tertarik. Dengan bersekolah di situ, tentu ada sedikit waktu untuk manicure dan pedicure selagi menunggu mereka pulang jemputan.


“Sekarang bergabung dalam pelatihan e-sports bisa mendapatkan gratis kartu hitam Tian Lin grup. Kartu hitam Tian Lin pertama kali lahir dari kartu hitam tim TTL. Berlaku untuk semua industri di bawah Tianlin grup, seperti Mingchuan Youpin, Wuying Liangpin,“ jelas karyawan Tian Lin sembari menunjukkan kartu kuning dengan gambar kepala hitam si pemilik perusahaan.


“Tunggu, maksudmu merek terkenal yang terjangkau dan dimiliki setia komunitas?“


“Benar sekali.“


“Tidak usah banyak bicara lagi, aku mau mendaftar 1 orang anak usia 7 tahun,“ ujar Mama sembari mendaftarkan A man untuk bergembira bisa bergabung dengan e-sports.


“Hore, mama baik sekali,“ ujar A Man dengan senang nya.


“Baiklah, usia 7 tahun masih di dalam syarat diskon. Paket setengah hari, total nya…“

__ADS_1


“Apa hanya 15 yuan. Bermain setengah hari, serius?“ Mama benar-benar tak percaya. Sekolah di pelatihan ini benar-benar sangat-sangat terjangkau buat kantong yang tengah membutuhkan untuk kepentingan lain yang sangat bermanfaat dalam menjaga perawatan tubuh.


“Silahkan mengambil nomer ini untuk menunggu di bawah. Ada mobil khusus antar jemput,“ katanya seraya memberikan nomer tunggu dengan desain apik yang seperti medali dengan warna dasar gold yang terlihat mewah.


#


“Mengorbankan setengah hari dan mendapat kartu hitam ini untung sekali,“ ujar Mama dengan A Man di ruang tunggu bawah yang bergabung dengan orang-orang yang sama-sama tengah suka karena anaknya sudah mendapat pendidikan pelatihan yang sangat murah.


Skor…


Mobil merah jemputan datang. Langsung menuju ke depan A Man.


Shoo..


“Silahkan.“


“Aku?“ Mama tercengang. Biasanya kalau naik bus atau tuyul mereka yang menghentikan dan naik, tanpa perlu mengenakan sabuk pengaman. Itu sudah biasa dengan kondisi kendaraan yang penuh dengan orang-orang yang beraneka rupa dengan malu jika berdandan modis. Namun kali ini pemandangan Nampak nya sedikit berbeda.


“Tentu saja, aku adalah pelayan di mobil antar jemput mu hari ini,“ ujar Kak Lin. Dengan senyuman nya dia membiarkan supaya masuk dan duduk dengan santai. Anggap mobil sendiri. Dan kalau perlu bisa tidur dan bermain lonjak-lonjak, asal masih terikat dengan sabuk pengaman.


Mobil melaju lagi setelah keduanya duduk di kursi yang sebelumnya belum pernah mereka naiki. Ini Nampak sangat mewah. Seperti naik taksi yang membanggakan saja. Sehingga para orang tua murid merasa seperti menjadi orang kaya yang kehidupan nya terjamin.


“Duduk yang baik, dulu sama sekali tidak pernah naik mobil mewah ini,“ ujar Mama sembari terus memperhatikan A Man yang tak bisa diam di atas tempat duduk nya yang sangat empuk itu. Sembari membayangkan kalau dulu naik bus jemputan mesti duduk di kursi yang sudah sedikit robek karena di usil-i sama anak-anak nakal, atau bahkan bergelantungan akibat kendaraan sudah penuh sesak sembari membawa minuman dalam kantong plastik, serta makanan di tangan yang satunya sembari tangan di masukkan pada sela-sela besi pegangan, dengan pergelangan tangan yang dibiarkan menahan nya. Supaya saat bus melaju kencang atau saat di rem mendadak tidak jatuh dengan makanan dan minuman yang muncrat membasahi orang-orang di depan mereka. Inilah asiknya naik kendaraan jemputan masa kini. Mana warna mobilnya juga terkesan keren, dengan atap terbuka yang mirip mobil sport saja. Akibat demikian canggihnya pelayanan dari perusahaan Tian Lin yang mengedepankan sisi kemanusiaan.


Walau ada peringatan, “Anak - anak harap duduk di kursi keselamatan anak.“

__ADS_1


#


Tak berapa lama berikut nya, “Sudah sampai.“


“Ini adalah tempat pelatihan nya?“ Mama kembali tercengang melihat sekeliling tempat pelatihan tersebut. Nampak berbeda dengan apa yang di bayangkan. Sehingga tak sia-sia dia berdandan sangat modis.


“Benar sekali. Saat anak anda berlatih, para orang tua bisa beristirahat di dalam. Perusahaan Tianlin selalu mengedepankan kemanusiaan,“ terang Kak Lin sembari membimbing A Man agar tidak canggung.


“A Man baik - baik ya, bermainlah dengan gembira, mama akan menjemputmu nanti,“ ujar Mama sembari membiarkan anak nya menuju ke tempat main, sementara dia akan dengan setia menunggu di ruang tunggu peristirahatan yang tenang.


Sembari menunggu itu, mama mandi sauna yang penuh bunga-bunga.


Dilanjutkan dengan pijat refleksi agar tubuh bisa rileks serta ber bau harum laksana bunga mawar yang merekah.


Setelahnya melihat film empat dimensi dengan kacamata hitam yang layaknya tengah bergaya saja.


“Proyek - proyek ini bahkan tidak membutuhkan uang 15 yuan untuk bersantai, untuk waktu yang lama, itu terlalu menguntungkan,“ ujar Mama setelah menyelesaikan semua kegiatan yang menghabiskan banyak waktu dengan penuh kesukaan.


“Huh!“ Nampak A Man dengan sebel keluar dari ruang pelatihan.


“Ada apa A Man? Ada yang menindas mu?“ tanya Mama.


“E-sport sama sekali tidak mengasikkan. Aku mau sekolah saja, aku mau kembali ke sekolah,“ ujar A Man dengan berkaca-kaca, yang ingin sekolah. Nampak di sekitar nya anak-anak juga tengah menangis, ingin ke sekolah saja.


“Ya Tuhan, Jangan-jangan….“ ujar Mama. “Apakah pelatihan e-sports ini merupakan organisasi yang sengaja membuat anak-anak ingin kembali belajar? Perusahaan Tian Lin benar-benar hebat.“

__ADS_1


Lanjut nya, “Bagus sekali. Nanti aku mau memberitahu semua orang, untuk datang ke tempat ini.“


“Kali ini, semua cabang perusahaan Tian Lin bersatu. Dominasi di dunia pelatihan pemuda e-sports sudah dekat,“ ujar sekretaris Qian Duomei senang, usaha semua perusahaan Tian Lin berhasil.


__ADS_2