Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 133


__ADS_3

Miao...


Tiga kucing lucu. Dengan mudah langsung di dapat.


“Lucu sekali,“ ujar Lin Tian dengan sangat senangnya demi melihat binatang-binatang yang menggemaskan itu.


“Segala kegundahan ku akan menghamburkan uang langsung sembuh,“ ujar Lin Tian dengan dikerubuti kucing. Akhirnya apa yang diperbincangkan semenjak awal, kali ini sudah tertutup dengan perolehan banyak binatang manis itu.


“Tempat ini bagus sekali. Aku rela menghabiskan seumur hidupku merawat kucing,“ kata Li yang langsung bersemangat. Membuat dia yang malas bekerja langsung giat dan berpikiran jika bekerja sambil bermain dengan binatang kesukaannya membuat hidup lebih berwarna.


“Setelah memiliki kucing aku tidak ingin berlatih lagi,“ kata Cao Biluo juga sangat senang.


“Aku bahkan tidak ingin mengajar lagi,“ kata Guru Chen sembari memanggul si manis kucing. Ini yang sedikit gawat. Bagaimana dengan mahasiswa nya nanti yang kelabakan tak bisa mengerjakan soal. Serta tak dapat berbuat banyak karena tak ada yang ditanya serta memarahi mereka.


Baik...


“Ide bagus,“ ujar Lin Tian. Yang langsung terbayang bagaimana ruginya akan sangat cepat. Melihat banyak orang langsung bakalan membuat banyak rugi perusahaan. Ini jelas akan berdampak pada cepatnya sistem dalam mencairkan dana lagi. Setidaknya dia akan bisa membeli hutan yang lebih luas supaya orang tuanya lebih berbahagia tinggal di kesunyian tanpa ada yang mengganggu.


“Ide bagus. Ide apa?“ tanya Cao dan Guru Chen yang sedikit tersinggung. Mungkin selanjutnya mereka mesti banyak merubah sikap dalam berbicara, sehingga bos nanti tak akan menyindir mereka. Dan mestinya setelah ada binatang menggemaskan itu nafsu kerja dan semangat mengabdi bakalan di perkuat. Sehingga perusahaan nanti tak akan dirugikan, keuntungan banyak akan di peroleh. Itu kelihatannya makna kata-kata aneh sang bos.


“Beri 1 ekor kucing pada setiap karyawan perusahaan ini. Setiap hari mereka harus menyediakan waktu 2 jam untuk bermain dengan kucing,“ ujar Lin tian dengan harapan masing-masing akan bisa membuat rugi perusahaan. “Menolong kucing terlantar. Biaya pemeliharaan kucing dan biaya lainnya. Masih bisa mengurangi efektifitas kerja. Sambil menyelam minum air.“


#


“Biarkan aku masuk,“ ada yang datang. Dia bicara terus terang tentang satu hal yang tak bagus. “Aku pernah menghamburkan uang untuk perusahaan Lin Tian. Biarkan aku masuk.“


“Ada apa ini?“

__ADS_1


“Aku kehilangan pekerjaanku. Istriku juga kabur. Hanya memelihara kucing saja yang bisa menolongku,“ jelas orang itu yang langsung curhat pada keadaan diri nya yang kacau.


“Ah, bagaimana kamu tahu, kalau disini aku memelihara kucing?“ tanya Lin Tian.


“Karena setiap hari di kantor aku tidak bekerja. Aku hanya membuka webb dan chatting saja. Aku mengetahui semua yang terjadi di dalam kota ini. Pekerjaanku hilang begitu saja. Istriku juga meninggalkanku karena aku malas. Aku tidak mengerti. Memangnya apa salahku malas. Kenapa aku harus bersusah payah?“ jelas orang itu yang tak paham akan segala kesalahan nya. Dia hanya ingin melalui hari-harinya dengan demikian saja. Berjalan apa adanya.


Apa salahnya aku malas... Kenapa aku harus bersusah payah.


Itu yang selalu terngiang dalam pikiran seorang Lin tian. Dia lalu berkata, “Kamu ahli sekali dalam bermalas-malasan. Selain itu kamu sangat percaya diri. Kamu adalah orang malas pertama yang seperti ini. Mari ikut aku. Aku akan menjadikan mu wakil direktur.“


Bagaimana bisa. Apa jadinya dengan dunia ini. Kalau orang malas bisa langsung mendapatkan kedudukan dan jabatan. Tentu hal kacau yang bakal terjadi. Dan tak pernah akan menguntungkan siapapun, selain Lin Tian yang sangat ingin sekali mendapat rugi besar. Dengan rugi itu maka pundi-pundi uang pengembalian bakalan semakin besar pula. Kata yang terlarang itu yang terus mengganggu pemikiran orang yang tengah berpikiran mencari untung.


“Eh...“ orang itu hanya bisa terbengong. Dia tak yakin kalau dirinya masih dibutuhkan oleh sebuah perusahaan besar yang banyak omset nya itu.


“Aku yakin, ke depannya perusahaan Lin Tian tidak memiliki karyawan hebat. Hanya sampah saja. Aku beritahu dulu ya. Setelah aku bekerja, gaji ku harus tinggi. Pekerjaanku sedikit saja. Aku akan pulang kerja tepat waktu. Tidak menerima lembur,“ jelas orang itu mengutarakan isi hati nya dan tentunya sebagian para pekerja lain dengan penuh kejujuran.


“Aih, sepertinya aku sudah tua. Apa zaman sekarang sudah semaju ini?“ ujar Li sedikit keheranan dengan kinerja bos satu itu. Lalu apanya yang bisa di harap demi satu keuntungan untuk perusahaan kalau mereka semua termasuk dirinya demikian kacau.


#


Mobil berhenti.


Banyak yang datang berkunjung.


“Kami masih ingin mengunjungi taman bermain Miaomiao. Berapa harga tiketnya?“ tanya orang-orang kaya yang datang dengan mobil mewah tersebut hanya demi masuk ke kandang kucing hebat milik Lin Tian yang di kelola dengan biaya tinggi itu.


“Eh, apa semuanya datang kemari setelah mendengarkan kabar?“

__ADS_1


“Ternyata begitu maksud direktur Lin membangun taman bermain Miaomiao adalah untuk mendapatkan untung dari tiket masuk.“


“Hebat sekali direktur Lin, tahu kalau banyak orang yang tertekan sekarang. Dia sengaja membuat tempat yang murni untuk melepas penat,“ ujar si kembar yang langsung terbayang uang di mata mereka.


“Semuanya, taman bermain Miaomiao sekarang masih dalam percobaan. Jadi tiket masuknya hanya seharga 10 yuan saja. Silahkan masuk,“ ujar sang karyawan sembari menjajakan taman hiburan pelepas stres itu.


“Halo... Cepat kemari. Sekarang taman bermain Miaomiao harga tiket masuknya hanya 10 yuan saja.“


“Benar-benar jangan banyak omong kosong. Cepat kemari.“


#


“Setelah tanda tangan kontrak, kamu adalah wakil direktur ku,“ kata Lin Tian.


“Aku pasti adalah karyawan yang paling berharga,“ ujar orang itu sangat senang mendapat kepercayaan yang demikian besar.


“Ada ribut - ribut.“ Lin Tian keheranan.


“Eh... Jangan-jangan, lagi-lagi aku ditusuk dari belakang,“ ujar Lin Tian yang sedikit gusar dengan tingkah anak buahnya yang mencari untung diantara pemikiran rumit nya yang semenjak awal sudah dia pikirkan namun mesti gagal hanya karena perusahaan justru mendapat untung yang tak banyak. Dengan demikian tentunya sistem tak akan mau mengganti rugi karena perusahaan sudah untung. Itu masalahnya. Dan hanya dia yang paham.


Mom...


Banyak yang bermain dengan kucing. Benar-benar tempat bermain yang demikian menguntungkan serta banyak sekali pemasukannya untuk hari itu saja.


“Lin Tian lihatlah, semuanya datang untuk bermain dengan kucing,“ ujar Qian yang melapor dengan sangat bersuka. Dia berharap dengan banyaknya pengunjung tentu akan membuat pimpinan semakin bersuka. Serta akan memujinya sebagai pegawai hebat dan penuh dengan dedikasi tinggi.


“Untuk menambah kepopuleran, kita hanya membuka harga 10 yuan untuk tiket masuk.“

__ADS_1


“Rencana merugi ku sekali lagi terhalang,“ ujar Lin Tian diantara Qian Duoduo.


__ADS_2