
Toko KAMU ANDA. Toko yang sangat-sangat mengedepankan kualitas daripada sekedar kuantitas. Dan selalu melayani segenap pembeli dengan ramah tamah sesuai keinginan pembeli. Disinilah yang membuat Lin Tian sangat berkenan. Walau kali ini lain. Dia tengah berlari dengan gegap gempita meninggalkan toko tersebut.
“Dunia apa ini, bahkan sandal olahraga juga ada orang yang mau mengoleksinya,“ gumam Lin Tian sembari terus mengayunkan langkah seribu nya demi menanggung malu dari pada toko tersebut yang sudah membuat sesak di dada.
Namun kecepatannya terhenti saat di depannya terhalang seseorang. Di depannya persis. Hanya jarak 1 cm.
“Ah…“
Hanya itu lenguhan yang terdengar dari seseorang yang terperanjat dengan hebatnya.
Lalu Nampak seseorang yang tinggi. Penuh dengan bunga-bunga asmara bermekaran. Dan gelembung-gelembung semesta yang mengitari.
“Kamu?“
“Kalian?“
Melihat sesuatu yang kacau itu membuat Zhou yang tahu langsung terperangah. Dia tak menyangka kalau keduanya demikian. Matanya hanya terbelalak lebar. Dan mulutnya tak kunjung terkatup.
“Kami….“ keduanya terkejut. Kejadian tak sengaja ini membuat mereka lena.
Barulah tersadar, dan dengan serta merta saling melepaskan diri hingga jatuh terkulai penuh dengan nuansa berdebum. Membuat tulang ekor rasanya seperti melesak saja.
“Kalian cepat pergilah, jangan menghalangi jalan!“ bentak Xinba. Temannya Simba kayaknya ini, galak banget.
“Menghalangi?“ Lin Tian sendiri kebingungan demi mendengar kata-kata itu. Bukannya mereka berdua yang sama-sama saling terjang, dan tak ada suatu pun keinginan untuk menghalangi satu diantara sesama yang memang tengah mempunyai kebutuhan khusus.
“Ini adalah event permintaan maaf kami, Kakak Xinba. Untuk come back, kalian pergilah ke tempat teduh,“ ujar-orang-orang penabrak tersebut dengan ramahnya seraya meminta supaya semuanya menepi jika tak ingin berurusan dengan para pemabuk yang sangat menyukai arak berkualitas itu.
Sembari membenahi rambut yang terlanjur kacau akibat insiden singkat sebelumnya, mereka hendak berusaha melanjutkan langkah menuju ke tempat istimewa.
“Minggir, tolong semua minggir,“ ujar para anak buah.
“Jangan menghadang jalan,“ kata para pengawal sembari menyibak kerumunan dan segalanya biar menepi.
“Xinba… aku kenal dia,“ ujar Zhou yang merasa pernah berurusan dengan orang penyuka arak itu.
#
“Mari para fans hari ini kakak Xinba datang lagi,“ ujarnya sembari tersenyum ramah.
__ADS_1
Dan disambut para fans…
Halo kakak…
Kakak semangat…
Kakak keluarkan barang baru…
“Cheers…“ ujarnya sembari meneguk sebotol arak.
Lalu banyak komentar lain:
“Arak ini warnanya tidak beres!“
“Matamu buta ya, mana mungkin kakak menjual barang palsu,“ ujar akun lain.
“Hei, yang komplain masalah warna, alamatmu mana, sini aku pukul,“ ujar penggemar lain dengan marah.
Lalu kata kakak Xinba…
“Para fans, arak ini kuat sekali… Ayo, ayo beli,“ ujarnya berpromosi sembari matanya muter-muter pertanda kuatnya arak tersebut.
“Semuanya ayo pesan aku tidak tahan lagi istirahat dulu,“ ujar Xinba yang teler dan minta di papah.
“20, tidak usah bicara lagi,“ ujar yang lain.
Xinba di papah keluar.
“Selanjutnya aku akan mengenalkan produk ini….“
“Cepat lihat data penjualan,“ ujar Xinba sembari melihat apakah usahanya berhasil.
“Sudah terjual 300 ribu, diperkirakan bisa tembus 500 ribu,“ ujar anak buahnya merasa senang. Promosi kali ini juga kelihatannya mengena.
“500 ribu tidak cukup, harus sampai jutaan. Kalian refresh terus layar dan komen,“ ujarnya supaya strategi itu terus berjalan lancer dan segala yang mereka tawarkan bisa mencapai apa yang di inginkan. Mesti berjalan dengan laris pula apa yang tengah di inginkan itu.
“Kakak Xinba, tadi baru minum arak, cepat minum air dulu,“ ujar anak buahnya memperingatkan.
“Minum kepalamu! Yang ada di dalam botol arak tadi adalah air, semuanya aku minum sendiri,“ ujar Xinba merasa perutnya sedikit kembung.
__ADS_1
“Tapi….“
“Jangan cerewet, arak murah sampah ini hanya orang bodoh yang mau,“ kata Xinba.
Arak itu kemasannya bagus sekali.
“Ah, arak yang aku beli dari kakak Xinba sudah datang,“ ujar pelanggan dengan senangnya. Dia yakin dengan membeli dari produk ternama dan sangat popular tentu tak akan menipu apalagi hanya menjual air. Tentu tidak akan pernah demikian. Nama besar mereka yang jadi taruhan nantinya. Makanya sesaat setelah datang, semuanya pada senang gembira.
Langsung saja main buka penutup botol, dan meminumnya sampai kosong.
“Eh, arak ini tidak beres,“ ujarnya penuh keheranan. Matanya sampai melotot hendak mencolot. Tak menyangka rasanya sudah banyak berubah. Hal demikian langsung membuatnya tumbang.
#
“Pembeli itu menuntut Xinba, dia juga dibantu oleh netizen. Akhirnya pihak berwajib menjatuhkan denda dan dikurung selama beberapa waktu dan sekarang Xinba baru saja bebas,“ jelas Zhou Weiwei.
“Baru saja menjual arak palsu, begitu bebas langsung live lagi,“ gumam Lin Tian keheranan akan keberanian orang ini.
“Live akan dimulai, semuanya minggir!“ ujar para centeng, supaya memberi tempat yang akan live.
“Menipu pembeli, bertindak sok, orang-orang ini benar-benar keterlaluan,“ ujar Lin Tian muak.
Dalam acara live yang menggunakan joy stick. Membuat semuanya Nampak dalam layar yang kecil tersebut.
Lalu semuanya berlutut.
“Para penonton, Aku bersalah,“ ujar Xinba sembari meneteskan air mata buaya nya. “Semua salah pabrik arak ini yang memproduksi arak palsu dan menipuku dan kalian semuanya. Aku, Xinba, di sini bersumpah tidak akan menjual arak mereka lagi.“
Berikutnya sembari bersujud, “Saya dan segenap kru saya meminta maaf.“
“Kemudian demi menebus kesalahan dari arak tersebut, aku telah bekerja sama dengan sebuah perusahaan arak berkualitas. Arak Meimei, dijamin enak,“ ujarnya sembari menunjukkan gelas penuh arak dan untuk kali ini bukan air lagi, sehingga rasanya di jamin tidak membuat puyeng dan benar-benar asli. “Arak ini dijamin berkualitas dan harga murah, satu botol hanya 5 yuan.“
“Cheers…“ ujarnya sembari meminum botol, sementara gelasnya tentu saja di singkirkan. Masa minum begitu di gelas kan kurang mantap.
“Xiao Qian…“ ujar Lin Tian merasa yang tidak beres itu tetap sesuatu yang tidak beres. Dan promosi kali ini kayaknya bakalan mampu menandingi semua yang sudah pernah gagal dahulu sehingga membuat dia ditangkap. Namun dengan arak asli, maka semua akan lancar kembali untuk mengembalikan keuntungan yang pernah hilang.
“Hadir,“ jawab Xiao Qian.
“Persaingan industri tidak melanggar aturan sistem kan?“ tanya Lin Tian. Merasa kalau promosi besar-besaran dengan memanfaatkan teknologi membuat segalanya jadi sukses, termasuk apa yang tidak beres itu akhirnya menjadi hal yang sangat laris manis walau kenyataannya bukan sesuatu yang layak di jual sesuai dengan apa yang tertulis kala itu dalam iklan yang sangat menentukan kualitas barangnya.
__ADS_1
“Tidak.“
“Aku, Lin Tian, pertama kalinya ingin membuat seseorang gagal,“ ujar Lin Tian.