
“Pertandingan berapi-api raja lansia, resmi dimulai. Selanjutnya mari persilahkan para atlit untuk memasuki lapangan,“ ujar MC yang memulai pertandingan. Dimana lapangan sudah sangat ramai. Penuh dengan kibaran bendera dan letupan kain-kain yang beterbangan serta kertas beraneka rupa yang mewarnai langit stadion. Dan dengan suasana yang berbunga-bunga mengiringi sang MC cantic yang penuh gairah dalam menyiarkan acara pertandingan para lansia itu.
Nampak bendera warna-warni. Ada bendera Jepang, ada. Bendera Paman Sam. Bendera Negeri Ginseng. Bendera Britania. Negeri Tarian Samba, serta Negeri Terdampar di Tiongkok kuno juga begitu merah menyala.
Semua turut memeriahkan pertandingan spektakuler yang tidak setiap saat dilakukan, namun kali ini di gelar dengan begitu meriah dan hadiah yang sangat besar serta beragam.
#
KATEGORI PEMUDA, GRUP C, KELOMPOK 1024.
Di posisi ini sudah siap para pemuda hebat yang akan berlangsung dalam satu kelompok saja dalam grup C dengan kelompok yang demikian banyak. Namun di sini Nampak sangat meriah. Sehingga membedakan dengan kelompok lain yang juga banyak yang hebat, akan tetapi tak sedikit juga yang kurang bagus.
“Saya dari aliran Taman Xia Haidian, Tan Zhilang,“ ujar seorang bocah dalam grup tersebut yang sangat piawai serta tak takut siapapun lawan yang akan menghadangnya. Dengan perlengkapan yang sangat lengkap di taruh dalam tas warna merah menyala di punggungnya, semua sudah pasti akan menjadi senjata hebat guna menggempur lawan nantinya.
“Saya adalah Jieke dari aliran Taman Niu Yue.“
#
JIEKE VS TAN ZHILANG.
Pertandingan spektakuler. Dengan kedua belah pihak mempunyai kemampuan yang tak ada tandingannya. Jieke jelas-jelas dengan sempurna telah mewarisi ilmu leluhur yang sangat langka. Tentu akan membuat kesulitan lawannya kini.
Namun Tan Zhilang juga bukan bocah sembarangan. Dengan jurus andalan yang dia punyai, akan mampu menggulung lawan dalam kondisi memalukan nantinya.
Keduanya siap bertempur dalam hitungan mundur 99. Tentunya dengan power dan nyawa yang masih penuh. Serta kode KO bagi yang terjungkal nantinya dengan nyawa habis dan power yang memerah.
“Mulai!”
__ADS_1
Dengan keras Direktur Lin meniup peluit yang bagaikan sangkakala di akhir penantian. Begitu keras dan membuat riuh rendah para penonton sekalian. Serta berharap jagoannya menang serta mampu tertawa lebar nantinya.
“Generasi kedua dari seri binatang mitos, Diabolo Qinglong,“ ujar Jieke langsung mengeluarkan benda kebanggaan yang sejauh ini tak terkalahkan.
Maka langsung keluar gambaran mengerikan seekor naga Hijau yang sangat perkasa, dan Nampak dari proyektor di sisi diabolo yang dimainkannya itu. Dan binatang mitologi yang banyak di kagumi dunia ini dengan garang langsung menunjukkan kepiawaian serta keseramannya.
“Generasi kedua? Hehe… Bagimu itu sudah yang paling tinggi ya,“ ujar si pemuda Tan Zhilang menganggap remeh kemampuan lawan. Nampaknya dia merasa memiliki benda yang mampu mengeluarkan kekuatan lebih dari hanya seekor naga hijau saja. “Pemuda dengan penampilan menarik tapi tidak berkemampuan, lihat punyaku! Keluarlah diabolo buatan sendiri.“
Dia menggulingkan kotak kesayangannya. Dan keluar apa yang diharap.
Para penonton pada tercengang memandang diabolo buatan sendiri yang Nampak asing tersebut.
Yang saat di mainkan langsung terbang, membumbung tinggi ke angkasa. Menghitam kelam diantara hamparan lapangan rumput hijau.
“Aku tidak akan mudah dikalahkan. Makan jurus ku!“ ujar Jieke yang langsung bergerak cepat serta menganggap musuh belum sarapan, sehingga langsung memberikan jurus mautnya.
Nampak diabolo sudah terpasang di talinya. Yang sebentar lagi bakalan terputar dengan hebatnya.
Berikutnya larik cahaya Nampak keluar dari sisi diabolo hijau tersebut, serta menampakkan gambar menakutkan dari naga hijau yang tanpa gentar menyerang lawan.
“Pergilah! Naga terbang…“ ujar Jieke sembari memainkan jurus maut tersebut dan menyuruh sang naga supaya menelan bulat-bulat diabolo lawan dan membiarkannya hancur berkeping-keping dalam kondisi mengenaskan sehingga membuat lawan kalah serta akan meminta pulang dalam posisi yang gemetar bibirnya.
Dengan ganas sang naga hijau keparat itu langsung mengejar diabolo musuh, menangkapnya, serta gigit-gigit sampai hancur luluh.
“Bagus juga jurus ini, telah menunjukkan kerumitan dalam jurus diabolo. Selain itu juga bisa meningkatkan pertunjukan diabolo seri binatang legenda,“ ujar Lin Tian sangat puas akan kinerja para pemain yang mempunyai pertunjukan sangat hebat. Tidak sia-sia dia mengadakan permainan para lansia.
“Hehe, kalau begitu aku juga akan mulai,“ ujar Tan Zhilang seraya berharap diabolo nya bisa menghilang. Sehingga tidak bakal di hancurkan naga Qinlong yang ganas.
__ADS_1
Dia kemudian menekan tongkatnya. Sembari menggerakkan tambang pemutar itu.
Dengan kuat naga Qinlong memakan diabolo buatan sendiri si Tan Zhilang.
Diabolo tersebut bergerak dengan lincah. Sehingga membuat naga terhenyak. Untuk kemudian jatuh tak bertenaga.
“Qing Long….“
Jieke tercengang.
Segera dia memburu naganya. Yang lemah lunglai, letih lesu, seakan terbeban berat itu.
Berusaha supaya bisa menyelamatkan benda keramat yang jadi pujaan permainannya itu. Dan inginnya membangkitkan lagi si ganas itu supaya bisa terjaga serta pulih dan melanjutkan permainan dalam meremukkan benda hitam sederhana dan tak berguna tersebut.
“Lanjutkan….“ ujar Tan Zhilang sembari memainkan tongkatnya penuh dengan konsentrasi. Membuat diabolo nya menggempur musuh dengan sangat berang. Kuat, ganas, tanpa perasaan. Dan sangat mematikan.
Dan meluncur dengan deras menuju ke pemiliknya.
Tepat dimuka sebelum hancur, luluh lantak menerpa bumi. Dalam kepingan sejumlah sepuluh buah kecil-kecil dan tidak merata.
“Diabolo ku, Qinglong ku….“ Jieke hanya bisa menjerit, sedih. Alat kebanggaannya sudah hancur. Tak bisa di perbaiki lagi. Bagaimana ini? Dengan hancurnya alat permainan itu, berakhir pula perlawanannya yang sangat heroic dan penuh dengan intrik kekuatan. Yang bisa dia lakukan sekarang hanya bisa meneteskan air mata yang terus bercucuran tiada henti.
“Kamu! Kenapa kamu merusak Diablo ku?“ ujar Jieke sampai gemetar, berang. Muak kali dia dengan anak ini. Membuat alat kebanggaan sampai hancur. Semestinya tak begitu. Cukup menjatuhkan saja. Kalau begini bagaimana dia akan melanjutkan permainan serta menunjukkan jurus andalan yang belum keluar ini.
“Yang penting aku senang, untuk apa mempedulikannya?“ ujar Tan Zhilang dengan senangnya serta tak perduli pada perasaan lawan yang tengah hancur berkeping-keping seperti diabolo nya yang tidak bagus itu. Dengan santainya dia menghadapi musuh yang berang itu. Dan buat apa memperdulikan orang yang sudah kalah dan mesti marah-marah. Anggap saja semua sudah berlalu, dan mesti menyusun langkah baru kan.
“Modifikator jahat muncul secepat ini?“ Lin Tian sendiri sampai keheranan menyaksikan anak itu benar-benar mengherankan. Sementara di depan sana Jieke tengah dengan geram menatap si anak modifikator jahat, seakan hendak menelan bulat-bulat dirinya.
__ADS_1