Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 214


__ADS_3

Trrttt.


Jam 3.


HP bunyi dengan keras.


“Siapa yang mengirim pesan selarut ini?“ Lin Tian terjaga dengan penuh kekecewaan. Mana tidur belum puas. Bakalan ada rasa tak nyaman nanti badan nya.lalu di lihatnya layar HP tersebut, dengan mata yang sedikit di pejamkan, supaya cahaya bisa dengan pelan di tangkap oleh mata.


Di situ tertulis:


Dokumen pekerjaan


Mohon terima dokumen pekerjaan ini.


“Dokumen pekerjaan?“ ujarnya lagi dengan keheranan.


“Biar aku lihat siapa karyawan yang rajin ini. Aku harus memecat nya,“ ujar Lin Tian seraya menelusur siapa yang berani menulis demikian dengan alarm yang sangat menggetarkan dada dalam membangunkan nya.


“Eh, sepertinya bukan dokumen atau PPT,“ katanya lagi. Dia lalu berusaha menekan kata dalam folder tersebut. Lalu menelitinya serta membaca dengan seksama.


“Ini…“ Dia terkejut. Begitu paham isi kiriman yang sepagi itu.


#

__ADS_1


“Hari ini adalah hari pertama ku pergi melapor ke kantor. Seorang teman merekomendasikan ku untuk bekerja sebagai sekretaris di sini,“ ujar sekretaris yang sangat senang. Makanya sepagi itu dia sudah berdandan ala sekretaris yang suka bilang sudah pagi itu dan hendak menuju ke lokasi baru tempat kerja nya.


“Menurut kabar, perusahaan ini termasuk dalam 500 perusahaan terkuat nasional, dan kabar nya, sang pimpinan adalah direktur sombong yang tidak ada tandingan nya,“ ujar nya seraya memandang kantor di gedung tinggi menjulang dalam rumah kaca yang sangat mewah. Layak jika pimpinan nya sangat sombong serta sulit untuk memahami nasib anak buah. Kantornya saja begitu mengerikan.


“Wajah direktur sombong ini lumayan juga aku akan menggunakan jurus jitu ku untuk menaklukannya,“ ujar sekretaris yang sangat terpesona pada wajah dalam poto yang tengah dia pegang dan lokasi kantor nya ada di puncak gedung tinggi itu. Makanya sebisa mungkin dia bakalan menggunakan jurus ampuhnya guna menaklukan orang yang sangat menawan ini.


Namun belum juga dia bergerak mendekati sang direktur, tiba-tiba ada yang aneh.


“Jangan bergerak! Kalau bergerak, aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi!“ ancam nya.


“Siapa kamu?“ ujar sekretaris itu dengan kaget dan hendak bergerak saja.


“Wanita, jangan menantang ku,“ ujar direktur sombong yang tak ingin di tantang. Soalnya kalau di tantang dia bakalan mengeluarkan bau sampah yang sangat menyengat. Dan itu tentu bukan suatu hal yang bagus.


“Aku sudah mengingat mu,“ kata Direktur sampah dengan baju yang demikian mewah dan gedung mewah namun sampah.


Perusahaan daur ulang sumber daya Zhen Zongcai. Inilah lokasi gedung tersebut. Tempat dimana direktur sampah berada serta menguasai jalur perdagangan sampah yang sangat terkenal di era nya.


“Sepertinya, daur ulang sampah benar-benar bisa mendapatkan keuntungan besar ya?“ ujar si sekretaris. Dia sudah paham akan proses nya. Tentu saja dengan mencari barang-barang bekas yang sudah layak buang. Kemudian dengan seksama di bersihkan dari segala kotoran dan zat yang merusak benda sampah tersebut. Lalu akan memanfaatkannya untuk menjadi suatu bentuk baru yang sama sekali berbeda kondisi nya dengan sampah yang terbuang tadi. Dan tentu saja untuk penjualan akan di jadikan berkali lipat supaya ada harga besar yang bisa di dapat dari keuntungan pengolahan tersebut. Inilah asiknya. Selain memanfaatkan sampah masyarakat, juga bisa memproduksi benda baru dari apa yang telah di buang orang.


#


Unggahan baru:

__ADS_1


DIREKTUR SOMBONG JATUH CINTA PADA KU.


“2 juta baja di daur ulang minggu lalu. Daur ulang produk kertas 4 juta. 1 juta daur ulang plastik,“ jelasnya menjelaskan pemasukan minggu lalu yang berhasil di olah menjadi bentuk yang sangat menjual. Makanya sembari menunjukkan hasil nyata dari perhitungannya dia pergunakan computer canggih bekas daur ulang yang masih bisa dimanfaatkan, sebelum di daur ulang kembali menjadi bentuk lain semisal ember atau pentungan plastik. Makanya selagi computer itu bermanfaat dan masih hidup, di pergunakan sebaik mungkin untuk mendesain bentuk baru dari proses daur ulang nya.


“Walaupun dia adalah raja daur ulang, tapi uangnya sangat banyak, aku harus menaklukkan nya dan menjadi nyonya,“ ujar si sekretaris terus berusaha mendapatkan direktur Zhen si raja sampah daur ulang. “Bos sepertinya anda sangat kesusahan. Apa saya bisa melakukan sesuatu untuk mu?“ ujarnya sedikit berusaha. Nampak sekali bos satu ini demikian banyak menyimpan uang hasil daur ulang yang membuat gedung nya saja sangat tinggi. Dan tentu saja bakalan demikian penuh kalau gedung itu sangat banyak uang yang terkandung di dalam nya. Seperti nampak dari bentuk wajah sang bos yang sangat simpatik dan elegan dalam balutan baju bos yang keren menggiurkan itu.


“Hehe wanita, kamu tahu tidak, kalau kamu sekarang sedang bermain api?“ ujar Bos Zhen yang tak ingin main api.


“Aku ini memang suka bermain api,“ jawab sekretaris terus menggoda. Api, api dan sekali lagi api. Sebuah bentuk pembakaran dari api yang sanggup mengobarkan gelora asmara. Sehingga jangan sekali-kali main api, kalau tak ingin terbakar nanti nya.


“Kalau begitu, aku akan membawa mu ke tempat itu,“ kata Zhen Zhongcai. Dia sangat paham akan keinginan si cewek yang suka sekali bermain dengan api. Yang berikutnya tentu tak akan membuat dia tahan akan panasnya yang demikian menggelora.


#


“Ternyata benar-benar bermain api. Bermain api di tempat pembakaran sampah.“ Zhen Zongcai membawa si sekretaris ke pembakaran sampah dengan api membara yang sangat panas dan hot.


“Bau sekali,“ ujar sekretaris mengeluh. Memang tempat daur ulang ini benar-benar menyengat. Bagaimana kuat kalau demikian. Dia sudah sangat panas akan kobaran api sampah, kali ini mesti ketambahan bau dari berbagai aroma yang membaur menjadi satu untuk membentuk aroma khas yang tak bisa di katakana soal rasa nya.


“Lain di mulut lain di hati, semua ini adalah uang. Jelas-jelas kamu sangat menikmati aroma nya. Mengerang Lah kalau terasa nyaman, lihat wajah mu sudah merah hehe,“ ujar Zhen sangat senang pada perempuan yang suka bermain api. Ini adalah api yang sangat menyengat. “Aku mau ada bau tubuh ku di tubuh mu, kamu tidak akan bisa lari selama nya. Selamanya kamu akan menjadi wanita milik ku.“


“Aku tidak mau, baumu adalah bau sampah. Apanya yang direktur sombong, aku tidak mau lagi,“ ujar sekretaris tak tahan. Dia sudah tak ingin bermain api lagi.


“Saya belum pernah merasakan penculikan bagus sekali, kamu berhasil mencuri perhatianku,“ ujar Zhen Zhongcai sembari meremas tempat minuman plastik, sampah.

__ADS_1


__ADS_2