
“Zhao Bosi. Beraninya kamu,“ ujar Lin Tian geram. “Sepenting itukah mengalihkan ku. Tak disangka kamu meletakkan bom. Pada air dropi. Kamu bahkan menggunakan peluru karet dalam game untuk mematikan Su Xueqing. “
Sembari meletakkan Su Xueqing. Yang sudah terkapar karena dalam game ini saling membunuh.
Final.
Ini babak yang ditunggu.pesertanya tinggal sedikit. Dan itu kuat-kuat. Yang tidak kuat bakalan langsung terkapar.
“Su Xueqing aku akan membalaskan dendam untukmu!“ kata Lin Tian tak terima kalau rekan satu perjuangannya terkena bahaya yang demikian menyakitkan hingga membuat dia tak berkutik.
Soo. Soo. Soo.
Lin Tian berlari kencang. Demi menghindari ledakan. Sembari menangkis serangan. Pakai perisai hitam. Untuk menuju titik final dimana dia mesti mengalahkan Zhao Bosi si hebat dan perancang permainan mengerikan itu.
Lalu naik motor. Demi mempercepat untuk menuju ke lokasi final yang nampak jelas ditunjukkan oleh peta lokasi pulau. Kalau Cuma jalan, maka akan semakin lama. Belum lagi halangan dan rintangan akan dihadapi satu per satu. Jika naik kendaraan, minimal beberapa rintangan kecil bisa di acuhkan.
“Zhao bosi. Keluar kamu!“ Tantang Lin Tian. Dia sudah siap menghadapi babak final yang menentukan. Disinilah dia akan kalah atau menjangkau puncak. Sebab kalau kalah di babak ini rasa malu sangat terasa, walau untuk menuju ke situ banyak halangan yang sudah berhasil ditaklukkan. Tapi akan terasa sekali jika kalah di puncak. Barangkali juga karena perhatian lebih banyak untuk posisi ini.
Shark…
Nampak langkah sepatu. Datang mendekat. Ke tempat pertarungan terakhir itu.
“Jangan panik, tunggu semua orang sampai dulu, baru kita berperang,“ ujar Bosi yang Nampak tenang-tenang saja. Maklum dia begitu berpengalaman dalam menghadapi babak final. Dimana hanya mereka dan musuhnya itu. Dan kemenangan selalu berhasil dia raih. Karena dia memang sangat kuat. Serta mengetahui seluk beluk pulau, yang dia rancang juga permainannya.
“Tidak perlu hanya tersisa aku seorang,“ kata Lin Tian. Yang semuanya sudah mati dalam game.
“Aku beli mobilmu,“ ujar Lin Tian.
“Cepat ambil uang ini dan pergi sana!“ kata Lin Tian memaksa sembari memberi uang yang sangat banyak aku membagikan uang.
“Kalian keluar sana,“ kata Lin Tian.
“Seharusnya kamu juga tahu kalau masalah yang bisa diselesaikan dengan uang itu bukan masalah,“ kata Lin Tian.
“Jujur saja siapa yang tidak punya uang. Kalau segitu saja kemampuanmu,“ ujar Zhao Bosi. “Kamu pasti tidak bisa mengalahkan ku.“
__ADS_1
“Kamu begitu mementingkan menang dan kalah. Jika mengalahkan ku apa untungnya untukmu,“ ujar Lin Tian.
“Aku tidak hanya ingin mengalahkan mu. TapI juga bawahan mu, keluargamu, temanmu, dan bahkan gurumu. Satupun tidak akan aku lepaskan,“ jelas Zhao Bosi.
“Kalau begitu….“ kata Lin Tian.
“Akhirnya kamu akan menyerang,“ ujar Zhao Bosi. Yang sangat senang kalau lawan akan mengeluarkan segenap kemampuan dan jurus-jurus mautnya. Sehingga mereka akan adu jiwa mengeluarkan segenap kemampuan agar kalah juga tak rugi, kalau menang itu yang sangat membanggakan. Berhasil mencapai puncak di final pada suatu pertandingan penentuan.
“Kalau begitu aku tidak mau bertarung,“ ujar Lin Tian angkat tangan.
Ha….
Zao keheranan.
“Kamu benar benar mengaku kalah begitu saja. Kamu kira aku akan membiarkanmu hidup? Hahaha… Bagaimana dengan Su Xueqing? Tadi kamu sudah bertekad akan membalaskan dendamnya sekarang apa?“ ujar Zhao Bosi sembari memegang bahu Lin Tian.
“Dendam Su Xueqing, tentu akan dibalas oleh Su Xueqing sendiri,“ ujar Lin Tian.
Nampak Su melayang. Dengan kibaran rambut yang sangat mengerikan. Dia sudah bangkit kembali. Dan tahu-tahu berada di belakang mereka yang siap dengan energi besarnya untuk langsung menerjang musuh. Dengan kekuatan hebat, dan serangan tak terduga, tentu musuh akan kebingungan menghadapi nya.
“Zhao si mati kamu!“ ujar Su sembari mengangkat wajan. Sangat cepat dia mengeluarkan senjata itu. Padahal dalam bayang hitam sebelumnya belum memegang apa-apa. Ini karena canggihnya dia, sehingga tiba-tiba saja dia sudah memegang senjata andalan tersebut. Apalagi hanya memakai tangan kiri. Kalau kena kepala saja, maka satu kali pukulan sudah cukup membuat pikiran kebingungan.
“Tidak mungkin Su Xueqing sudah aku bunuh. Kenapa kamu…“
Zhao keheranan. Kepalanya sampai bunyi dong… ketika bertemu dengan wajan maut Su.
“Lin Tian sebenarnya aku juga penasaran sejak kapan kamu jadi dokter. Sekarang aku merasa lebih baik dari awal pertama dating,“ kata Su Xueqing yang memperhatikan jika pukulan mautnya juga berhasil dengan sukses membuat kepala lawan jadi benjol bahkan sampai berasap.
“Untung ada sistem tapi….“
KOTA TOKO SISTEM. ISI ULANG DAPAT MENJADI KUAT. SEMAKIN BANYAK ISI ULANG SEMAKIN KUAT. MENGKONFIRMASI PEMBELIAN UANG. PEMBELIAN 1/1.
HARGA 100 JUTA. DISKON TRANSAKSI PERTAMA 70%
PERUSAHAAN MANAJEMEN ARTIS TIAN TIANLIN (12 JUTA)
__ADS_1
TOKO WIG TIAN TIANLIN (500RIBU.
TK TIAN TIANLIN (6JUTA)
DANA TIDAK MENCUKUPI APAKAH INGIN MENJUAL SEMUA ASSET DI BAWAH BENDERA TIAN TIANLIN?
SAHAM KEBUN COKELAT XIONGER (1,5 JUTA)
SAHAM RESTORAN Jiang Hao (3 JUTA)
SAHAM KERJASAMA PERUSAHAAN PINRU (5 JUTA)
GUDANG EMAS PRIBADI (100RIBU)
PINJAMAN TANPA BUNGA Sistem : 1,9 JUTA
“Seluruh asset. Artinya aku benar benar akan kalah,“ ujar Lin Tian. Dia sudah memperhitungkan seberapa banyak asset miliknya yang mesti dipertaruhkan guna mengembalikan kondisi Su tadi. Kalau itu habis, maka permainan bakal dimenangkan oleh lawan.
KONFIRMASI…
“Bagus juga aku juga tidak akan membeli barang murah. Hanya uang kan tidak penting. Aku rasa kamu benar benar wanita pecundang,“ kata Lin Tian.
“Kamu…“
“Kita lanjutkan nanti, sekarang kita belum mendapat kemenangan,“ ujar Lin Tian menatap Zhao Bosi. Lawan yang sudah jatuh itu ternyata masih mampu berbuat banyak. Dia belum sepenuhnya menyerah. Sehingga masih banyak waktu yang harus dipergunakan guna menjatuhkannya lagi.
Zhao berdiri. Bergetar sesaat. Sebelum akhirnya memulihkan kekuatannya. Hantaman tadi benar-benar mematikan. Namun bukan dirinya jika begitu saja sudah membuat dia takluk. Karena kekuatan besarnya masih tersembunyi. Dimana akan dia keluarkan demi beberapa saat nanti. Sebagai pukulan pamungkas.
“Karena Zhao Bosi ini, hanyalah sebuah robot yang diciptakan orang. aslinya saja…“
Mata transparan dipergunakan. Memandang tembus pada tubuh Zhao Bosi. Nampak sebuah mesin yang mengerikan.
Terminator datang.
Matanya menyala. Mata robot. Diciptakan dengan sangat sempurna. Sehingga Nampak sebagai manusia biasa yang mempunyai jiwa.
__ADS_1