
2020 XOX LIGA Dunia
SEMIFINAL ANTARA TIM TTL VS J2
TTL….
Banyak suporter yang terus menyebut nama itu. Semua mesti mempunyai kartu. Dan agar bisa terus melaju dengan pertarungan nya yang sengit.
J2.
J2.
Sementara di sisi lapangan lainnya, pada sekat yang membatasi mereka, Nampak suporter lain juga tengah mendukung tim jagoan nya.
“Sepertinya, tidak ada harapan lagi untuk tim mu,“ Ujar su yang sangat pesimis dengan tim Lin Tian yang demikian memprihatinkan diantara para jagoan yang tengah berlaga. Dan para dukungan yang sungguh fanatik pada tim tersebut.
“Tak disangka kamu memperdulikan hal ini,“ ujar Lin tian dengan lesu, walau ada harapan sedikit berdebar di dada, agar jadi kenyataan dan setelah kalah kerugian besar pasti terjadi, serta membuat uang kembalian besar mesti segera di terima. Namun kalau tidak lesu menjawab nya, nanti bakalan di kira dia senang jika tim sebegitu itu diharapkan kekalahannya walau tak sakit-sakit amat.
“Aku juga seorang bunga kampus. Setiap hari ada banyak lelaki yang mengundang ku bermain ini,“ ujar Xiau Su mengungkapkan keunggulannya. Bagaimana tak dipercaya, jika bodinya saja demikian apik, dan bajunya sangat pas dikenakan oleh orang semenarik dia. “Levelku cukup tinggi lo. Kalau kamu ingin aku membawa mu naik level, juga bukan nya tidak bisa. “
“Kalau aku ingin naik level, kenapa aku tidak mencari pemain profesional saja, emangnya aku gila mencari kamu seorang amatir,“ ujar amatir yang ingin sekali mengeluarkan dana besar untuk menyewa yang sangat mahal begitu.
“Anggap saja aku tidak bicara apa-apa,“ kata Su sedih.
#
Pada hari itu,
“Hari ini adalah pertandingan semifinal yang dinanti-nantikan banyak orang. Pioneer Anti Korea, Tim TTL vs J2. Siapakah yang akan kalian dukung?“ ujar pembawa acara sembari memanas-manasi suasana agar para penonton semakin banyak saja yang penasaran pada kehebatan dua tim yang sejauh ini dengan penuh keberuntungan nya mampu melaju sampai babak yang sangat sulit itu.
__ADS_1
“Aku mendukung J2, gaya bertarung mereka sangat berani. Semua anggota Tim J2 sangat ganas. Mereka dari dulu adalah calon juara,“ komentar Komentator paling cantic dan sangat piawai dalam memprediksi kemungkinan pertandingan berat yang bakal berlangsung. Lagipula sudah menjadi pengalaman kalau tim itu benar-benar sangat mumpuni di bidang nya.
“Aku mendukung TTL saja. Melihat bos mereka yang sudah bersusah payah melawan Korea. Tapi kalau dari kemampuan bertanding, sepertinya J2 yang lebih kuat,“ ujar pendukung Lin Tian yang sedikit pesimis dengan dukungannya yang begitu-begitu saja. Setidaknya ada perlawanan tak hanya dalam ruang bertarung, namun di tempat komentator juga bakalan saling serang dengan argumen masing-masing yang membuat para pemirsa ikut geregetan.
“Jangan banyak omong kosong lagi, biarkan kami masuk ke pemilihan hero.“ Dua tim sudah bersiap-siap. Mereka bakalan saling serang. Segala persenjataan sudah di depan mata. Dan komputer sudah tersedia berikut perlengkapannya yang bagus. TIM TTL dengan bentukannya yang unik begitu tegang menatap layar monitor. Begitu juga lawannya tak bakalan tinggal diam untuk ikut-ikutan tegang. Pokoknya semifinal kali ini mesti di lalui dengan pertarungan yang sangat menarik.
Shasha.
Si Cao Biluo berubah menjadi menyeramkan dalam game ini. Dia menjadi ksatria dengan pedang tajamnya yang siap Hujam. Belum lagi pakaian kuno nya benar-benar membuat dia layak di sebut warrior.
“Meng Duoduo ingin kemana aku akan ke sana.“
“10 langkah membunuh 1 orang Qian Li.“
Ehem…
Panda Xiaomajun juga berubah dalam game itu.
“Miao“ ujar Yue Deren dengan manis nya.
“Formasi ini sudah kita duga. Mereka akan menghindari perkelahian. Sebaliknya J2 akan dengan ganas menyerbu mereka,“ ujar komentator yang terus mengomentari jalannya pertandingan yang sangat seimbang itu. Yang satu menyerang dan yang lain menghindar, tentu bakalan lama berakhir nya.
“Akhirnya pertandingan di mulai. Aku juga sedikit tegang,“ kata Lin tian dengan penuh perhatian sembari menerka-nerka siapa yang akan memenangkan pertarungan mendebarkan itu.
#
Pertandingan sudah di mulai. Sudah keluar taktik pertandingan tingkat pertama J2.
“Tim tingkat 1 ini. Kita harus bermain dengan baik dan memenangkan babak ini,“ ujar tim yang berpakaian putih dan ikat kepala biru kepada dua rekannya si mata sebelah yang ditutup kaca hitam dan satunya yang garang.
__ADS_1
Panda muncul dengan kode love. Pakaian ksatria nya benar-benar unik. Bagaikan pendekar jaman dulu yang penuh kekuatan. Sampai-sampai perut gendut nya mencuat. Sembari berputar-putar diiringi pusaran angina rebut, barulah dia memantapkan kakinya di bumi. Siap menunggu terjangan musuh.
“Kesempatan bagus!“ ujar ksatria putih J2 yang sangat menanti munculnya lawan. Kali ini ada di depannya, maka mereka bersiap. “Serang!“
Menyerbu dengan pedang terhunus. Berlima mereka menerjang lawan dengan kekuatan penuh. Maka tak ayal lagi pasti bakalan langsung koyak formasi anggun lawan nya.
Menghilang. Si Panda hanya tinggal bayangannya saja. Dia sangat cepat memainkan trik menghindari pertarungan hebat. Sehingga langsung tak terdeteksi keberadaannya. Membuat pedang lawan sulit mengarah ke tubuh ksatria gendut itu.
“Eh mana dia? Pergi begitu saja,“ lawan kebingungan. Tak disangka dan tak di duga, ternyata benar kata pepatah sepandai-pandainya tupai melompat si panda ini bakalan lebih cepat dari pedang para penyerbuan. Dia sangat lihai dalam menghindar. Dan tak perduli akan suara orang. Suara yang meneriaki nya sebagai pengecut. Tak perduli, yang penting tak kena sambaran pedang gila lawan nya.
“Itu dia.“
Namun tak berapa lama, keberadaannya langsung dapat di deteksi oleh para warrior hebat tim J2 yang sangat canggih itu.
Dengan pedang mengangkasa, kembali diserang nya musuh. Kecepatan penuh. Tanpa ragu-ragu lagi.
Dan yang diserang tentu saja sangat panik. Panda hanya bisa menekuk tangan ke belakang sembari cengar-cengir menghindari sikap gelisah yang dating.
Menghilang.
Lagi…
“Tidak beres, kenapa dia bisa menghilang dan muncul kembali?“ ujar Tim J2 sangat heran, kenapa musuh kali ini sangat sakti.
Tidak benar.
Gawat.
Semakin khawatir tim lawan akan musuh yang sulit di deteksi. Dan kondisi medan kali ini tak benar-benar bagus untuk meneruskan game yang super ketat dan penuh tak tik ini.
__ADS_1
“Sekarang aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Semak-semak di peta game ini bertambah banyak,“ ujar para komentator yang keheranan dengan semak aneh itu. Benar-benar bukan game yang menarik. Tak ada pertarungan. Hanya main kejar-kejaran saja. Dan rumput yang tinggi. Memang rumput tetangga lebih hijau, namun kalau terlampau tinggi begini, bagaimana mau menonton pertandingan menarik jika hanya rumput yang nampak?
“Hehe, bagus,“ kata Lin Tian senang. Dia membagus-bagusi saja apa yang di lihat. Dengan sorot kecewa dari si cewek yang menemani nya.