Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 276


__ADS_3

Nampak pada berkumpul di halaman. Mereka-mereka ini para pelamar pekerjaan yang terinspirasi dari berbagai iklan aneh yang sangat mengganggu permainan tersebut.


“Para pelamar pekerjaan sekalian, saya umumkan kali ini tidak ada batasan dalam perekrutan. Tidak ada ketentuan pendidikan dan tidak perlu motivasi diri dan cinta perusahaan juga. Bahkan…..“ ujar Lin Tian terus berkoar-koar dari speaker TOA yang sangat nyaring dengan diiringi bunyi mendenging kala ada feedback atau saat suara dari mulut Lin Tian terlampau keras.


“Apa itu?“


“Aku bisa memahami kalau ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki syarat tinggi untuk pendidikan. Tapi ini tidak menuntut motivasi diri. Apa dia sedang mencari ikan asin. Ikan asin untuk berjemur?“ Sembari membayangkan betapa asinnya jika menjadi ikan demikian dalam kotak yang penuh dengan ikan awet dan rasanya sedikit menggugah selera serta bisa di konsumsi kapan saja. Namun hal itu sedikit berbeda dengan pencarian para pencari kerja yang sangat membutuhkannya namun dengan syarat yang seperti di jemur saja. Sebuah makanan yang remeh itu.


“Dan tidak perlu mencintai perusahaan, walaupun semua orang tidak akan mencintai perusahaan, tapi apa perlu diumumkan. Apa yang harus aku lakukan kalau bertemu dengan mata-mata komersial professional?“ ini yang membahayakan. Para mata-mata dengan pakaian laksana koboy yang jago menembak dengan kecepatan yang melebihi bayangannya sendiri, ini benar-benar menakutkan.


“Kebijakan ini bagus, selama kalian memiliki bakat, maka dapat bergabung dengan perusahaan,“ ujar para pelamar sudah mulai sangat –sangat berminat.


“Ya, bahkan bercanda tidak meminta karyawan untuk mencintai perusahaan, mana mungkin tidak mencintai perusahaan seperti ini?“ ujar yang lainnya ikut keheranan. Sebab kalau mencintai maka bakalan memberi bunga. Atau setidaknya tak mau pindah jika akan di mutasi. Ini juga yang diinginkan perusahaan supaya tak terlalu lama di situ. Hingga akhirnya bakalan kerasan dan makan tidur berada dalam perusahaan terus.


“Orang-orang ini apa ada lubang di otak mereka. Cara berpikir mereka tidak ada yang benar,“ ujar Gamers cantik yang kecewa dengan pemikiran para pelamar tersebut yang kacau sekali. Mereka semua hanya menginginkan gaji besar tanpa perlu ada sesuatu yang mengakar di hati. Sehingga untuk membuat perusahaan bangga juga tak mau.


“Jangan-jangan benar-benar hanya orang yang memiliki bakat saja yang bisa masuk perusahaan ini,“ ujarnya semakin penasaran dengan aturan aneh dalam cara melakukan perekrutan tenaga kerja ini.


“Bahkan, Tidak menuntut bakat apapun,“ tegas Lin Tian lagi dari corong yang berdenging itu.


Mendengar hal tersebut, para pelamar hanya bisa bertanya-tanya dalam hati. Kalau tidak di butuhkan apapun, buat apa mereka ke situ hanya untuk mencari kesempatan kerja mudah yang bisa dilakukan oleh siapapun.


“Ujian pertama,“ ujar Lin Tian seraya menunjuk angka satu dengan jemarinya. “Aku akan menunggu kalian di 10 km di luar gunung Nanhuang. Kalian tidak diijinkan menggunakan peralatan, harus berjalan kaki ke tempatku.“ Katanya seraya mempersiapkan pesawat merah agar lekas sampai di garis finis dan mendata para pelamar yang benar-benar menuruti kehendaknya serta sampai di garis akhir itu.

__ADS_1


“Selamat berjuang!“ ujarnya seraya berjuang menaiki tangga pesawat yang mulai terbang menjauh dengan dirinya sampai di pesawat merah tersebut dan memantau para pelamar yang mengikuti seleksi penerimaan tenaga kerja yang sangat handal.


Semakin kacau pemikiran banyak orang tersebut. Mengapa orang kaya itu dengan seenaknya naik pesawat sementara mereka Cuma sekedar jalan kaki menuju ke garis akhir.


“Huh, akhirnya muncul juga wajah aslimu yang buruk. Kamu memang hanya ingin untuk menindas karyawan kan?“ ujar si gamers yang tengah mengikuti ujian seleksi penerimaan pegawai. Dan semakin paham juga akan sifat bos nya itu setelah tak mau capek hanya ingin naik pesawat murahan itu saja.


#


Dan pesawat terus meluncur ke garis akhir. Sekaligus memantau pergerakan para pencari kerja itu.


“Lin Tian, ujian pertama ini berjalan kaki 10 km. Apa kamu ingin menguji kejujuran, kesabaran dan keteguhan calon peserta?” tanya cewek yang menemaninya.


“Em benar benar…“ sahut Lin Tian. Dia sangat jeli dalam mencari calon asistennya yang bisa menggantikan tugas sekretaris terdahulu yang terlanjur di pecat.


“Tidak hanya harus penurut, tapi juga harus tidak menoleh saat menemui kesulitan yang akan terus menuruti walaupun cara kerjaku salah,“ tegasnya lagi seakan seekor banteng terluka saja kala tengah menuju titik akhir perjuangan dengan tanpa menoleh sehingga menjangkau garis finis sesuai dengan waktu yang diinginkan sang direktur.


“10 km adalah 10 km….“


#


Peternakan Tianlin.


Nampak Lin Tian tengah menunggu sembari meminum kopi kemenangan dan berharap bakalan banyak yang kuat menjalani ujian tersebut dengan melakukan jalan kaki ke arah finis itu.

__ADS_1


“Haha, aku yang pertama sampai,“ ujar pelamar pertama dengan sangat senang hati. Seakan tak capek meskipun melakukan perjalanan jauh tersebut. Bahkan bajunya yang hitam putih itu masih Nampak bersih dengan dasi pengikatnya yang sangat keren.


“Secepat ini, bahkan tidak ada setetes keringat, kamu curang ya?“ selidik Lin Tian.


“Tidak!“ jawabnya dengan pasti. “Saya benar-benar menuruti petunjuk anda. Saya berjalan kaki di dalam bus nomor 2 dan menyelesaikan perintah anda,“ ujarnya dengan bangga. Bukankah sama-sama capek. Hanya saja masih ada pendingin ruangan, jadi tak perlu berkeringat yang di akibatkan oleh panas cuaca saja.


“Tidak menuntut pendidikan, motivasi, kecintaan pada perusahaan, dan bakat. Bukankah ini maksudnya sedang mencari orang yang cerdas. Saya paham saya mengerti,“ ujarnya lagi seraya mencari sebab serta mencari alasan agar tetap di terima bekerja yang penting nantinya bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa perduli bagaimana melakukannya.


“Keluar kamu! Sekarang juga!“ bentak Lin Tian yang tak suka dengan orang cerdas begitu. Ini bukan seperti yang dia inginkan. Dia terus mengusirnya. Sampai si pelamar penuh tanda tanya. Bagian mana yang salah darinya.


“Hahaha kita terlalu cerdik, pasti bisa mendapat pekerjaan ini…“


“Tak disangka, bisa terpikir, berjalan kaki di dalam bus. Kita memang berbakat,“ ujar pelamar lain sembari turun dari bus dengan tanpa bersusah payah. Yang penting sampai ke depan direktur saja.


“Sana pergi! Pulang semua!“ ujar Lin Tian sembari mengusir semua orang cerdas itu. Rupanya dia tak butuh orang cerdas. Dia hanya memerlukan yang sesuai dengan apa yang sudah dia katakan sampai mulut berbuih tadi.


“Kami benar-benar berjalan di dalam bus,“ ujar para pelamar yang kecewa sembari sedikit menangis di dalam bus yang berjalan.


#


“Para orang-orang licik, semuanya ingin merusak duniaku dengan menggunakan ilmu pengetahuan.“


“Kaisar coba lihat, orang-orang yang benar-benar berbakat sudah datang,“ ujar permaisuri sembari mempertontonkan mereka yang sampai kelelahan saat sampai ke depan Lin Tian akibat berjalan jauh tanpa menggunakan bus yang berjalan.

__ADS_1


“Aku harus masuk ke grup Tianlin, untuk melihat sebenarnya permainan apa yang sedang di mainkan Lin Tian,“ ujar gamers yang penasaran.


__ADS_2