
Laboratorium drone milik Grup Tian Lin. Ruangan yang super keren. Terbuat dari berbagai peralatan canggih. Nampak Qian Duomei tengah menggeret Ma Keji untuk menuju ke ruang permainan yang mengasyikkan.
“Direktur Qian, untuk apa anda memanggil saya kemari?“ ujar Ma Keji penuh tanda tanya. Tidak biasanya dia di panggil secara rahasia begitu. Kalau bukan untuk urusan sangat penting, tentu tak akan demikian.
“Ma Keji, kita akan merasakan game terbaru keluarkan perusahaan Tian Lin,“ ujar Direktur Qian Duoduo.
Lalu di tunjukkan permainan baru itu. Permainan super hebat petir. Yang demikian dahsyat. Nampak sebagai petir sungguhan yang kelihatan kala ada badai tengah menyambar.
“Ini adalah desain dan penampakan workshop game kita, ditambah dengan teknik drone dari Tianlin, dipadu dengan cara bermain inovasi baru. Walaupun hanya versi draft, tapi kurang lebih nya sudah ada,“ ujar petugas menjelaskan peralatan game yang bentuknya mirip roket dengan hulu ledak di bagian belakangnya sebagai pendorong dan pada ujung yang lain Nampak cahaya bagai petir dengan irama garis yang tak lurus, berkelok-kelok serta percabangan nya laksana sebuah petir menggelegar.
“Eh, game VR ya?“ tanya Ma Keji si anak orang kaya dan pandai itu sedikit panik juga saat di letakkan alat permainan canggih yang bentuknya seperti kacamata tiga dimensi yang sangat canggih.
“Benar VR,“ ujar Qian.
“Ini juga permainan AR, memperkuat realitas,“ tunjuk petugas pada alat yang di pakai Ma Keji.
Ma Keji sedikit terpana.
Berikutnya suasana sudah berubah. Seakan masuk dalam dunia game yang penuh keajaiban. Dimana tiba-tiba drone dengan enam baling-baling pemutar langsung menderu di atas mesin game. Yang membuat ma Keji hanya bisa terdiam, merasakan berbagai perubahan yang tengah berkembang di sekelilingnya. Sementara dua orang karyawan itu asik melihat fenomena aneh dari game yang penuh dengan modernisasi peralatan yang tujuan nya untuk permainan hebat.
__ADS_1
Selanjutnya Ma Keji yang masih berdiri mematung, namun dalam tatapan nya di kacamata game itu sudah mulai Nampak gambaran permainan yang sangat mempesona. Penuh dengan system yang canggih. Dan langsung membawa si pemakai ke dunia gemerlap yang mesti di kejar demi tercapai poin maksimal dan memenangkan pertandingan tersebut.
“Ini….“ Ma Keji terus berada dalam situasi yang sedikit asing. “Perspektif drone?“
Drone permainan tersebut terus berputar dan melayang sesuai perintah dari sistem. Membuat warnanya yang kuning cemerlang seakan robot canggih yang mampu memberi apa saja yang diinginkan pengendara nya.
“Selanjutnya, buka kedua lengan, bayangkan dirimu sebagai drone yang terbang bebas itu,“ ujar Direktur Qian sembari memasang peralatan temple di lengan Ma Keji yang diam-diam saja sembari terus menatap alat di matanya yang penuh dengan gambaran sangat spektakuler.
“Benar-benar bisa ya,“ ujar Ma Keji seraya menggerakkan tangan dan meniru apa yang ada dalam pandangan nya. Dimana posisi yang kini dia lakukan adalah juga yang terjadi dalam permainan. Misalkan tangan terentang, maka dalam game itu seakan tengah melayang seperti mempunyai sayap.
Ketika ingin terbang miring, maka posisi badan sedikit di condongkan ke kiri, disitu langsung posisi drone akan membelok ke kiri. Semua berjalan dengan posisi mesin yang menggunakan permainan baling-baling. Kala hendak miring, maka di bagian sisi akan berputar lebih cepat di banding sisi yang lain, membuat tenaga dorong d bagian itu bakalan lebih besar.
“Kamu sudah beradaptasi dengan VR, selanjutnya…” sembari menekan tombol merah.
“Ditambah dengan AR! Memperkuat reality, mulai!“
AR sedang memperkuat…
Kapal luar angkasa akan mendarat.
__ADS_1
Dengan penambahan itu membuat perasaan diri nya tengah menjadi suatu kapal induk ruang angkasa yang sangat besar, megah dan kuat. Seakan tak bisa diledakkan begitu saja oleh senjata canggih yang musuh punyai. Apalagi dengan banyaknya penembak si sisi depan maupun seluruh bagian kapal, tentu bakalan membuat dirinya sebagai perusak kapal musuh yang sangat dahsyat. Empat senapan mesin dengan caliber besar yang sanggup dilepaskan bersamaan, atau silih berganti secara cepat, bakalan menjadi senjata pelindung yang kuat bagi kapal. Tingginya kabin pesawat juga akan mampu mengontrol kapal yang besar dengan lebih leluasa, sehingga mengemudikan nya akan terasa sangat nyaman. Belum lagi berbagai peralatan canggih yang dipunyai, akan membuat kapal luar angkasa itu anti radar. Dan penggunaan nya sanggup mendeteksi keberadaan musuh yang bakalan menyerang diri kapal dengan lebih akurat. Untuk kemudian akan main tembak secara tepat dengan menggunakan deteksi infra merah yang akan langsung kelihatan oleh radar khusus dimana musuh tak akan berani lagi datang mendekat.
“Gawat mau meletus. Aku tidak bisa menghindar,“ ujar Ma Keji dengan panik. Kapal diri nya bergerak sangat cepat. Dimana kapal musuh demikian ganas mengeluarkan senjata nya yang akan menghujam kapal nya yang tengah bergerak demikian laju. Hal ini semakin membuat dia panik.
“Hehe, selanjutnya baru adalah pembunuhan di dalam game ini,“ ujar Direktur Qian mengetahui pemain lagi panik-panik nya.
“Demi saat ini, kamu telah lembur selama 48 jam,“ ucap pegawai lain berkomentar.
“Nyalakan,“ ujar karyawan yang tengah memahami perasaan yang saat itu sedang berada dalam kegetiran akibat cemas yang sangat hebat.
“Perasaan ini?“ sekejap kemudian Nampak ada sesuatu yang aneh. Rasa yang demikian sejuk. Dari bawah Nampak ada yang sedikit terbuka.
“Lubang angin.“
Demikianlah, apa yang terbuka itu merupakan sebuah lubang tempat berhembus angina yang sangat kuat. Sehingga terasa bagaikan berada dalam pusaran angina putting beliung yang memabukkan. Namun rasanya demikian nyaman. Sehingga seberapa cepat yang di lepaskan tetap saja masih bisa di rasa dengan sangat puas.
“Tidak bicara lagi, game ini pasti akan menjadi nomor 1 di dunia,“ kata Ma Keji yang saat memainkan game demikian mempengaruhi perasaan. Dimana ada kekhawatiran, takut, dan rasa bangga telah menyelesaikan permainan mengarungi ruang angkasa yang demikian berbahaya.
“Hanya di grup Tian Lin yang bisa memikirkan VR, AR ditambah dengan lubang angin, bagus sekali,“ kata ketiga karyawan itu dengan sangat bangga. Tak ada ungkapan lain saat mengalami permainan hebat yang belum ada tandingannya ini. Sehingga hanya melihat saja sudah sangat puas. Dan yang merasakan seperti Ma Keji juga sangat puas.
__ADS_1
“Bosan nya. Entah siapa yang bisa mengeluarkan game baru untuk aku bermain,“ keluh Lin Tian, disaat para karyawan nya tengah bersuka cita akibat ada game yang begitu apik serta bisa di jadikan destinasi wisata permainan yang sanggup menguras harta para anak orang kaya, namun dia kebingungan untuk mencari game yang cocok.