
Pada waktu yang ditentukan, di tempat pendaftaran lomba yang diadakan oleh Lin Tian…
“Wah banyak sekali peminatnya.“ Lin Tian senang. Sekaligus sedih. “Tapi yang aku mau seharusnya tidak senormal ini.“
“Itu bos Lin Tian,“ para karyawan nya mendekat. “Ini bukan lokasi kontes kita.“
Sedangkan yang seharusnya, masih kosong. Tanpa peminat. Maklum kurang popular. Barangkali saja kurang baner yang dipasang. Atau sudah terpasang tetapi mesti di turunkan karena belum waktunya promosi acara. Juga bisa jadi plakat yang ditempel kurang bagus. Hanya main kopi saja pada satu bentuk kertas bergambar, yang kemudian di sebar pada tepi jalan untuk kemudian di cabut sendiri setelah tiga hari pemasangan.
“Sepertinya Zhao Si kemari untuk melakukan perlawanan. Tak disangka dia menggunakan nama perusahaan Tian Tian Lin,“ ujar Lin Tian semakin sedih.
“Halo, apa kamu datang untuk mengikuti kontes? Silahkan isi formulir ini,“ kata Petugas.
“Tempat kami disana.“
“Kalian tidak mengerti. Lihat nama Tian Lin ini jelas-jelas meniru Tian Tianlin. Hadiahnya juga hanya 10% dari kontes kami. Pasti abal-abal kontestannya. Aku tidak akan menghabiskan waktu untuk kalian,“ kata Petugas.
“Tak disangka kita bertabrakan dengan kontes lain. Kali ini tidak akan ada orang yang akan mengikuti kontes kita.“
“Ini benar-benar. Tidak ada orang datang kegiatan tidak bisa dijalankan, rugi.“
Rugi \= keberhasilan besar
“Bagus sekali… Bagus sekali,“ ujar Lin Tian tetap senang. Dia lebih memperhitungkan seberapa besar perbandingan antara pendapatan yang bakal dia peroleh dari sistem kalau bersedia rugi.
__ADS_1
Yang lain pada keheranan. Mereka menatap Bos aneh itu.
“Maksudku, sudah banyak orang-orang cantik dan tampan tidak menarik. Kontes keanehan lebih menarik,“ ujar Lin Tian berdalih. “Ayo pergi, kita cepat - cepat pulang.“
“Lapor bos… Lin Tian sama sekali tidak ada reaksi,“ ujar anak buah Zhao si melapor. Dia terus mengamati sepak terjang bos lawan itu sedetil mungkin, untuk memastikan kalau dia kalah.
“Tidak ada reaksi, jangan - jangan dia masih memiliki rencana cadangan,“ ujar Zhao Si yang justru penasaran dengan Lin Tian. Dia tahu, pemuda itu banyak akal, serta sisi keberuntungannya benar-benar sangat bagus, sehingga sampai sejauh ini masih sanggup bertahan. Walau sudah banyak halangan dan rintangan yang coba menghantamnya, tetap saja anak muda itu mampu mengatasinya. Inilah yang membuat dia khawatir, serta mesti mencari berbagai upaya guna melumpuhkan nya. Salah satunya dengan pengamatan yang sangat detail, sehingga nanti apa tujuan lelaki itu bakalan mereka hadang. “Pokoknya lanjutkan terus. Pertandingan kita akan menggagalkan segala rencana yang akan dilakukannya. Kalau sudah selesai laporan padaku.“
Lin Tian santai saja di tempat pendaftaran yang kosong. Dia malah enak-enakan dengan gadis cantik. Tak perduli dengan segala sesuatu yang berkeliaran di sekitarnya. Menang atau kalah sebagai sebuah pertandingan, itu hal yang biasa. Kalau menang maka akan bangga, tapi jika kalah, maka perhitungan dari sistem itu justru akan membuatnya semakin kemasukan uang Yen yang lebih besar lagi. Makanya semua itu dia hadapi dengan lapang dada. Alias dada nya di lapang – lapangan.
“Sepertinya Lin Tian sudah mulai menyerah. Biarkan aku membereskan mu sekali ini. Orang kepercayaan ku sepertinya sudah datang,“ ujar Zhao Si sembari terus memonitor keberadaan Lin tian yang Nampak tertunduk lesu di tempat duduknya.
Para cantik tiba-tiba datang. Mereka dengan wajah berbunga-bunga. Dan semangat yang sangat besar. Seakan telah biasa dengan kontes semacam ini.
“Sepertinya mereka model professional, membantai para mahasiswa. Dan bisa menentukan pemenang secara internal,“ kata Petugas sangat senang melihat keberadaan para model ini.
“Selamat datang semuanya, mari lewat sini,“ kata petugas dengan ramah nya.
Mereka terus berlalu. Seakan tak mengacuhkan pada panitia yang sudah sangat popular dengan mendatangkan para kontestan cantic dan berbakat yang sudah begitu banyak mendatangi tempat pendaftaran mereka. Para cantic itu lebih suka mendatangi kontes yang masih sepi. Barangkali bar saingannya tak terlampau banyak. Sehingga tanpa mengeluarkan tenaga dan pikiran yang banyak, sudah bisa dipastikan kemenangannya.
“Halo… daftar,“ ujar para model cantik itu.
Sementara petugas Lin Tian yang sekaligus bos serta panitia, masih santai. Menunggu kekalahan yang menguntungkan. Sampai-sampai tertidur pulas dengan mata tertutup, dan dengkur halus nya.
__ADS_1
Baru bangun setelah mimpi indah nya terganggu oleh para wanita cantik. Padahal dia tadi tengah memimpikan para bidadari yang aduhai. Malah terganggu.
“Aku datang dengan para sahabatku untuk mendukungmu,“ ujar wanita cantic dengan senyum menawan nya. Berharap si bos lin tian tak sedih terus.
Namun Lin Tian tetap merasa sedih, “Apa tidak bisa tenang sedikit dan melihat ku merugi?“
“Ternyata disini menungguku,“ kedatangan seseorang mengejutkan mereka. Dia salah satu panitia pendaftaran lomba dari kontes seberang. “Lin Tian kamu merebut senjataku!“
“Maksudmu model - model itu?“
“Akhirnya datang juga, cepat kalahkan mereka!“ ujarnya teringat bagaimana mereka semua mengarah pada perlombaan yang di adakan Lin Tian daripada menuju lokasi yang mereka selenggarakan. Itulah yang membuat dia berang, serta berusaha menarik para model itu menuju ke dia. Kini bisa menandingi keberadaan peserta yang cantik sebelumnya. Hanya saying mereka juga menuju ke arah Lin Tian. Semakin merana lah rasa hati para panitia itu. Bisa-bisa nanti mereka akan kena marah sama Bos Zhao Si yang sudah merasa yakin bakal bisa membuat Lin Tian kalah.
“Adik Yaya, tak disangka bisa bertemu kamu disini. Kapan kamu akan mengajakku ke Fashion Week lagi,“ ujar para kontestan sangat senang bertemu dengan sahabat sekaligus idola yang jika bertemu akan saling memberi info dimana aka nada perlombaan, sehingga mereka akan mengikutinya dan bisa lebih membuat mereka semakin bersinar namanya. Atau kalau pun tak menang maka akan menambah poin, sehingga jika di akumulasi, maka akan semakin tinggi poin nya serta tentu saja pengalaman yang di dapat besar juga.
“Adik kamu mengikuti acara apa? Aku akan menemanimu,“ kata kakak cantik.
“Kalian! Kenapa kalian….“ ujar panitia semakin mangkel dengan para model yang seakan bicara nya memanas-manasi telinga si panitia. Sehingga membuat mereka berang.
“Kaya, cantic, punya koneksi. Putri orang kaya adalah pujaan para model… Sepertinya setidaknya sudah ada lebih dari 10 orang mendaftar,“ ujar si cantik kaos putih yang senang bahwa Lin Tian tidak lagi sepi. Dan belum tentu kalah dalam kontes kali ini.
“Sebenarnya ada apa dengan dunia ini?“
Dua panitia sedih.
__ADS_1