
Gadis pirang. Bemper gede. Bokong semok. Sangat menarik sekali. Xiaoli yang cantik.
“Tuan muda Lin Tian. Kenapa wajahmu merona?” tanya Xiaoli. Berusaha menjadi gadis anggun yang bukan ahli bela diri dengan sekali pukul tujuh bata roboh.
“Ini perubahan mu, besar sekali.“ Apanya yang besar ya? Kelihatannya banyak. Hanya yang paling jelas adalah perubahan. Ya perubahan bentuk yang sangat besar. Dari seorang perempuan tomboi, berubah menjadi wanita cantik nan anggun. Dengan semua bentuk bodi yang mendekati sempurna dari keadaan sesungguhnya secara kodrati sebagai wanita.
“Sekarang aku sudah bukan pelayan lagi. Tentu saja aku membebaskan diriku,“ ujar Xiaoli yang sudah merasa terbebas dari kungkungan segala jerat dan aturan sehingga sudah bisa terbebas untuk berpakaian seperti keinginan sendiri dan tak harus mengenakan seragam pegawai yang serba ketat.
“Kalau begitu ayo pulang denganku, kamu pasti akan menjadi karyawan yang baik,“ ujar Lin Tian yang langsung mempunyai alasan untuk bisa menggandeng kembali Xiaoli yang dulu demikian bisa diandalkan.
Menarik tangan.
“Lin Tian, kamu adalah satu-satunya orang yang masih memperhatikanku.“
“Perkataan mu ini, kamu tidak menganggap ku sebagai manusia ya.“
“Kakak, sampai jumpa,“ ujar pembantu Xiaoli yang melambaikan tangan sampai jumpa nya untuk perpisahan yang terakhir kali nya.
“Pergilah dengan tenang, kamu juga sudah waktunya hidup sesuai dengan yang kamu sukai,“ ujar kakak dengan sangat bijak. Apalagi kali ini sebuah kepergian yang sesuai dengan keinginannya. Dan itu membuat semuanya bersuka. Untuk meneruskan petualangan hidup dan kesehariannya yang sangat menyenangkan.
“Kamu benar-benar tidak memerlukannya, mengajarkanmu Bahasa Inggris. “
“Aku merasa emosi, kalau membicarakan hal ini. Sudah begitu lama aku belajar, tapi tidak ada kemajuan sedikit pun,“ kata Lin Tian yang sedikit sulit menghafalkan Bahasa orang karena tak dipakai dalam lingkup tertentu. Sejauh belum melangkah jauh ke luar negeri, maka Bahasa internasional yang di pakai paling banyak di dunia ini seakan sangat sulit di pelajari.
__ADS_1
“Kalau Bahasa isyarat ku tidak ada masalah. Pasti lulus ujian,“ kata Lin Tian seraya mempraktekkan beberapa kata. Bahasa yang bisa di pergunakan juga oleh semua mahluk. Bahkan roh, Bahasa lidah. Tentunya sangat sulit di lakukan. Tapi bagi Lin Tian tentu sangat mudah.
“Aku terlalu realistis,“ ujar Xiaoli.
“What's wrong?“ tanya Gadis Inggris. Yang terus berusaha dengan sopan dan melafalkan juga agar masih ada yang menyangkut di otak bebal Lin Tian.
#
Dalam pesawat yang mendarat.
“Aku, Lin Tian, sudah kembali,“ ujar Lin Tian dengan senangnya bepergian gratis, sudah itu naik pesawat besar dan bisa melayang bebas di angkasa. Makanya saat turun dan menjejakkan kaki kembali ke bumi, serasa dia adalah pahlawan super yang telah berbuat hebat demi bangsa dan negara tercinta.
“Benar-benar rindu sekali,“ ujar Xiaoli juga. Dia juga merasa sangat senang kembali ke situ dengan banyak harapan yang panjang dari petualangan sebelumnya yang melelahkan.
“Setelah pertunjukkan selesai, kita bisa pergi makan besar. Mungkin saja bisa bermain dengan mainan baru itu juga.“
“Aku baru pergi 5 hari saja, sudah ada orang yang membuat masalah,“ kata Lin Tian garuk-garuk kepala. Bagaimana kalau enam hari atau lebih, pasti masalahnya demikian parah. Dan semakin tak terkendali. Lima hari lo itu, masalah.
“Masalah besar.“
“Semangat sekali. Semuanya harus bekerja dengan baik sehingga aku bisa merugi,“ kata Lin Tian dengan sedikit cemas. Kayaknya semua yang di harapkan kembali tak bakalan jadi kenyataan.
“Baik nya aku memberi tahu Lin Tian atau tidak ya? Kalau ini semua adalah pekerjaan karyawannya,“ kata Xiao Qian cemas. Dalam hal ini, dia seakan tak bisa banyak membantu. Bagaimana bisa, kalau itu sudah dalam urusan rumah tangga orang.
__ADS_1
“Ayo Lin Tian, kita pergi melihat-lihat,“ ujar Xiaoli, gadis rambut pirang dengan bikini yang seksi. Dia sangat bersemangat sekali melihat perusahaan besar Lin Tian demikian banyak kemajuan serta keuntungan yang berlipat ganda dari urusan penjualan tiket yang murah meriah itu.
“Ayo…. Ayo kita memberi semangat pada mereka. Aku harus berterima kasih pada dukungan mereka,“ kata Lin Tian diantara rasa lesu nya. Dan gumam nya, ‘Biar aku lihat, siapa orang bodoh yang merugikan perusahaan ku!’
#
Di taman Miaomiao yang super canggih dan sangat popular itu…
“Para fans, cepat pergi ke taman bermain Tian Lin Miaomiao,“ ujar para pegawai yang sangat bersemangat berpromosi, supaya segera habis terjual tiket serta arena bermain itu penuh orang dengan kesehatan yang terjamin juga tentunya. Serta membuat segala mahluk bisa bersuka bermain dengan kucing imut dan gemulai yang demikian memanjakan rasa.
“Tiket masuknya…“
“Ya Tuhan, ternyata aku sendiri si bodoh. Aku hanya tahu ada masalah besar, tapi tidak menyangka kalau ada orang yang menggantikan ku memperbaikinya. Aku benar - benar bodoh,“ kata Lin Tian yang sangat sedih mendapat untung besar dari arena bermain di taman Miaomiao Tianlin ini. “Walaupun aku tidak tahu bagaimana detail situasinya, tapi tampaknya, kamu tidak menyusun strategi seperti sebelumnya. “
“Aku ingin pergi dari tempat menyedihkan ini. Ayo kita membuat kesedihan ini menjadi nafsu makan,“ kata Lin Tian yang sangat berduka itu.
#
Jalanan snack.
“Jumlah pengunjung taman bermain Tian Lin Miaomiao sudah mencapai 60 ribu. Selamat bermain…“ ujar para karyawan dengan hati sumringah. Tak disangka rencana bos membuka taman kucing itu benar-benar membawa semangat tersendiri buat mereka dan akhirnya seperti hari itu menjadi rekor dalam penjualan tiket masuk ke taman Miaomiao yang lagi popular dan banyak digandrungi para milenial yang begitu antusias dalam memajukan taman kucing yang menggemaskan tersebut. Terlebih lagi harga tiketnya demikian pas di kantong sehingga semua merasa tak keberatan dengan harga yang sesuai dengan rasa setelah mereka beranjak dari situ nanti. Inilah asiknya bekerja sama dengan bos Lin Tian yang begitu cemerlang membuka taman hiburan baru yang lain dari pada yang lain.
“Tanpa sadar sehari mendapatkan untung 30 juta. Mau mencari penjelasan masuk akal di mana lagi aku,“ ujar Lin Tian pucat. Inilah kalau dunia nya sudah membalik. Dimana semua orang senang, dia sendiri yang pucat. Disaat semua perusahaan menghendaki keuntungan sebesar-besarnya di antara modal yang sekecil-kecilnya, namun dia justru sebaliknya membiarkan agar kerugian besar terjadi dengan harapan aneh supaya sistem bersedia mengembalikan modal yang berlipat ganda dari apa yang merugikan diri sendiri. Makanya saat semuanya senang mendapat keuntungan besar, Lin Tian sendiri yang murung karena keuntungannya kurang besar.
__ADS_1