Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 165


__ADS_3

“Kamu tolong geser sedikit jangan menghalangi cahaya kami.“


“Yang pertama datang, bisa mengambil foto duluan, tunggu aku mengambil foto dulu.“


Pada antusias dengan barang diskon besar merek. Terutama tas kulit warna coklat yang demikian limited edition. Selain itu tas tersebut sangat jarang ada di pasar bebas. Karena di produksi terbatas. Tentu saja sangat mahal. Ini yang membuat setidaknya ada tiga cewek yang langsung mengabadikan dengan ponsel mereka. Serta pada berebut ingin segera memiliki nya walau mesti bayar duluan. Kalau tak ada dana main kredit juga boleh. Jangan sampai Armageddon datang, mereka belum sempat memiliki nya. Itu keinginan batin mereka yang sangat menggebu-gebu.


#


Berikutnya, pada suatu kolam renang dan sauna yang sangat terjaga kerahasiaan nya, para wanita tengah berkumpul untuk olah raga bersama sembari membawa tas baru. Meskipun jelas tak ada yang bisa melihat, sebab lokasi demikian sangat tertutup. Terutama oleh pagar yang tinggi, dan lokasi yang terkunci. Kecuali bersedia membayar tiket mahal untuk masuk. Sedangkan tubuh mereka sama sekali tak tertutup. Hanya dengan bikini antik yang juga tentu saja sangat mahal dan ber merek dengan harga diskon pasti nya.


“Hehe tak disangka kita membeli barang baru engan diskon 40%.“


“Menurutmu, si pembual itu bodoh tidak, demi menyelamatkan mukanya, dia merugi begitu banyak,“ ujar pra cewek yang tengah ngegosip pada pemuda tampan yang demikian bersahaja mau menjual diskon sangat besar bagi mereka yang tengah berkeinginan mempunyai nya.


“Uang yang kita hemat, bisa kita gunakan untuk foto di hotel Jiang Hao,“ ujar cewek ber pakaian coklat dengan minuman merah yang sangat nikmat. Maklum hotel tersebut sangat hebat dengan bintang lima yang tentu saja restoran nya juga sangat nikmat dan mahal. Makanya dari empat puluh persen sisa pembelian barang mewah bakalan bisa untuk menuntaskan hasrat nya ke tempat ternama itu.


Sementara yang lan hanya menyetujui serta baru menyadari di lingkungan sekitar mereka, “Eh, hari ini, begitu banyak orang datang berenang.“


Kacamata 120 ribu yuan, Cincin 280 ribu yuan, Kalung 30 ribu yuan, CD 180 ribu yuan, Gelang 210 ribu yuan. Benar-benar uang yang berjalan.


“Wah ini benar-benar sosialita. Seluruh tubuhnya memakai barang ber merek.“ Kagum orang yang dating menyaksikan begitu mahal tubuh itu.


“Halo kakak mau berenang?“


“Benar, sebelum rapat, aku kemari untuk bersantai dulu. Aih, terkadang aku tidak ingin mencari uang sebanyak ini, terlalu capek rasa nya,“ jawab gadis berambut panjang berkibar sembari melepas kacamata mahal seharga 120 ribu yuan itu.


“Em, rapat untuk proyek apa. Sampai membuat kakak kesusahan seperti ini?“ tanya gadis rambut hitam. Yang jelas bukan rapat untuk jadi Nona sn, sebab rapat seperti itu sangat melelahkan. Apalagi kalau proyektor nya buram dan audio nya sangat tak nyaman. Pasti gadis sosialita tak bakalan tahan hanya dengan mengikuti hal demikian supaya bisa terangkat saja nasib nya. Mereka pasti bakalan rapat di ruangan yang dingin dan kursi empuk.

__ADS_1


“Ini, sudahlah. Lagipula sudah akan diumumkan. Proyek kegiatan amal bersama dengan seorang pemuda paling kaya di sini,“ jelas si gadis rambut pirang.


Mereka-mereka ini yang datang dengan barang mewah memenuhi tubuh begitu terobsesi, muda, paling kaya, kesempatan. “Entah siapa orang kaya ini.“


“Eh, ini tidak bisa dibuka.“ tapi Nampak kesulitan.


“Kakak begitu muda dan cantik. Sama dengan kita,“ ujar cewek yang sama-sama cantik. Hanya hati nya saja yang kurang cantic kali. Masa pakai CD di depan umum.


“Benar, kakak adalah idola kita,“ ujar rambut di gelung.


“Hehehe, kalau begitu, nanti saja kita membicarakan kegiatan ini kalian lihat saja dari samping,“ ujar si cantik-cantik mengomentari komentar mereka.


#


Di Roof top restauran Hotel Jiang Hao yang sangat mewah dan terkenal. Penataan ruang nya begitu mengagumkan. Kursi-kursi yang sama warna dan coraknya di tata sedemikian rupa sehingga Nampak serasi dengan ruangan. Dan pada sisi sisi nya Nampak berderet kursi merah yang juga tak kalah mewahnya memenuhi ruangan tersebut. Seakan sudah menjadi pemandangan indah tersendiri untuk menyantap makanan mahal dan berkualitas yang disajikan nanti.


“Siapa orang nya, aku penasaran sekali,“ kata si gadis rambut pendek.


“Pemuda kaya yang mana yang tidak kita kenal,“ kata cewek paling mengenal para pemuda kaya.


Nampak di kejauhan pemuda kaya dan seorang wanita yang duduk di meja tersendiri.


“Niu. Aku sudah membereskan masalah makanan minuman dan pakaian. Pergilah untuk membicarakan lokasi dengan pihak resmi. Aku mau yang paling mahal,“ kata Lin Tian, si pemuda kaya yang tengah banyak di nanti-nanti oleh para cewek kota kelas atas.


“Niu, lihat orang ini orang lain menghamburkan uang ayah dan ibu. Lin Tian menghamburkan uang sendiri.“


“Panggil aku Anni saja. Lebih mudah di ingat dari pada Niu,“ ujar Anni. Terlalu… Nama yang justru terasa lebih sulit dari Niu. Sebab banyak orang yang selalu memanggil nama itu. Terlalu….

__ADS_1


“Eh, Niu kenapa rambutmu begitu basah? Tidak ada pengering rambut ya, perusahaan kita sudah mengirim,“ kata Lin Tian yang sangat mudah mengingat Niu.


“Bukan… bukan… bukan… Aku baru saja mandi, sehabis berenang tadi, kebetulan cuaca nya panas sekali, jadi aku tidak mengeringkan rambut,“ jelas Niu Anni yang sangat terlalu sampai rambut nya tak di biarkan mengering serta membiarkan basah-basah begitu.


“Ah, olahraga mandi. Ide bagus. Ayo, mari kita atur,“ ujar Lin Tian langsung mendapat ide gila begitu melihat rambut basah demikian.


“Ah, olahraga, mandi, sama-sama… ini…“ Anni bingung. “Bukankah tidak boleh, tapi boleh kan, tidak biarkan aku mempersiapkan hati dulu?“


“Kakak, kamu sebagai senior, harus membantu ku ya,“ ujar adik yunior yang merasa belum PD dengan mengikuti olah raga yang sangat mengkhawatirkan itu.


Si kakak senior sedikit kebingungan.


“Ayo… ayo… ayo… Demi para lansia mandi sehabis olahraga, Aku akan mengeluarkan dana 10 juta yuan dulu untuk membangun spa mewah,“ kata Lin Tian semangat.


“Ah untuk mandi para peserta pertandingan bela diri. Bukan aku dan kamu,“ ea….


‘Kalau bukan karena aku tahu Lin Tian adalah pria lurus, aku bisa salah paham.’ Gumam si cewek membayangkan tubuh Lin Tian yang sixpack dan tidak lurus - lurus amat.


#


“Tadi yang lewat ke sana itu…“ para cewek keheranan. Mereka lupa meyakinkan kalau orang itu si kaya yang tengah di tunggu.


“Jangan-jangan dia buka pembual tapi konglomerat. Sekarang di pikir-pikir, pembual mana yang menimbun begitu banyak barang-barang,“ ujar para cewek.


“Aku rasa aku sudah jatuh cinta pada nya. Apakah ini adalah jatuh cinta pada pandangan perta… kedua.“


Nampak gambaran Lin Tian yang tajir.

__ADS_1


#


__ADS_2