
“Aku haus....“ ujar Kepala Sekolah Qian dengan terduduk dan tangan terikat. Mata terikat kain pula. Gelap.
Tertawa sembari membawa botol.
Glup...
Minum dengan lahap. Segar sekali rasanya meminum sebuah air demikian saja, karena telah lumayan lama tidak diberi apapun. Apalagi kondisinya yang demikian lemah. Serta berada dalam kekuasaan orang lain tentu sangat membutuhkan makan dan minum agar kuat kembali, dan setelahnya akan membebaskan diri, atau justru melakukan perlawanan supaya musuh dapat ditaklukkan dan dia bisa bebas kembali.
Tangan masih terikat. Anehnya ikatannya melewati daerah yang
blenduk.
“Ada permintaan apa lagi katakan saja kamu adalah hadiah besar dari keluarga Qian untuk keluarga Li?“ tanya para penjaga. Karena biasanya para tawanan akan meminta permintaan-ermintaan terakhir sebelum dieksekusi. Dan kali ini Kepala Sekolah yang dalam keadaan tertekan itu. Membuat lawan sangat senang serta sedikit mengolok-oloknya. Tentu paling-paling hanya buruh roti sama minuman karena sekian lama tidak dikasih itu.
“Keluarga Qian, keluarga Li. Semuanya hanyalah pecundang budak harta saja,“ ujar Kepala Sekolah Qian.
“Sekarang kamu masih berani berbicara sembarangan apa kamu berharap ada pahlawan kesiangan datang?“ ujarr para anak buah yang menjaga tawanan itu dengan tak akan mengira kalau ada orang yang berani datang ke tempat yang sangat tersembunyi serta penjagaan yang begitu ketat.
Brak!
__ADS_1
Tahu - tahu ada yang datang. Tentu membuat terkejut. Sebab tiba-tiba. Entah dari mana dia muncul. Tapi ituah sebuah rencana yang akhirnya berhasil. Akibat pemberitahuan yang secara estafet para intel itu untuk mengabarkan berita benar akan adanya tawanan yang tengah mereka jaga.
“Sudah tidak apa-apa. Ingin bertanya kenapa. Karena aku sudah datang,“ ujar pahlawan bertopeng Lin Tian. Dia datang. Dengan diiringi tepuk tangan yang riuh rendah para penonton yang senang sekali karena lakon sudah datang. Tentunya. Dan akan segera membasmi kejahatan dari seluruh muka bumi ini beserta para kroni-kroni nya. Juga tentunya bakalan membebaskan tawanan cantik yang berikutnya akan menjadi kekasih hati buat sang penolong yang budiman ini.
“Lin Tian apakah itu kamu?“ tanya Kepala Sekolah Qian cantik yang sangat senang dengan datangnya penolong itu. Maka akan bisa membebaskan diri, untuk kemudian bisa melanjutkan perjuangan dalam membebaskan keluarga dari kekuasaan keluarga-keluarga berkuasa diatas mereka.
“Huh tidak tahu diri!“
Dikepung para anggota keluarga dengan pakaian tempur lengkap. Tak sudi rupanya mereka pada pahlawan kesiangan di hadapannya kini. Sehingga langsung menerjunkan banyak pasukan guna menghalau keberadaan orang-orang itu.
Harta karun gelandangan. Iya harta karunnya hanya begitu. Kalau orang-orang kaya, harta karunya emas berlian. Dan para penguasa akan meninggalkan sejarah yang harum, maka demikianlah saja yang dipunyai para gelandangan, tuna wisma dan tidur beralaskan tanah. Harta karunnya juga sisa-sisa makana yang tak termakan itu. Apa lagi.
Semua terkapar, terkena lemparan kunai tulang belulang mengerikan. Memang semua itu hanya benda yang tak berguna. Namun di tangan ahlinya benda yang hanya bisa membuat kaki sakit kalau menginjak, akan menjadi sebuah peralatan berbahaya, yang asal dapat saja. Karena hanya itu yang dipunyai oleh para penggelandang yang memang tak punya apa-apa. Selain daging ayam yang sudah disikat, sedangkan tulang ayam yang demikian keras sudah tak berguna. Daripada dibuang percuma, maka dikumpulkan untuk dimanfaatkan menjadi sebuah senjata. Juga karena tak punya uang untuk mendapatkan kunai dari baja pilihan atau dari besi asal luar angkasa yang bebatuan nya memang mengandung besi berkualitas.
“Sampah... apa tidak ada seorangpun yang bisa melawan? Saudara geng gelandangan. Serbu.....“ ujar Lin Tian. “Pakaian, celana, semua yang bisa kalaian ambil akan menjadi milik kalian.“
“Coba rasakan kehebatan lonceng emas!“ para musuh itu mengeluarkan segenap kemampuan untuk melawan kehebatan Lin Tian dengan atribut dari sistem yang mampu dia lihat. Jadi kelemahan musuh bisa dipandang dipelajari untuk kemudian menjadi titik lemah yang menjadi kekalahan berikutnya bagi para musuh.
“Eh warna ini cantik sekali aku bisa menirunya,“ ujar Lin Tian. Dia bisa memandang apa yang ada dalam diri lawannya. Juga mesti seberapa jauh dia hendak mengeluarkan tenaga demi mematahkan musuh yang kondisi terlemahnya ada pada satu bagian yang sudah dia lihat itu. Sehingga dengan mudah berhasil di kalahkan nantinya.
__ADS_1
Tangan beradu. Pukulan saling bertemu. Mak kretek-kretek gitu... kekuatan dasyat dari dua orang sakti dengan ilmu kanuragan yang sangat hebat membuat terpercik sebuah cahaya menyilaukan yang diakibatkan oleh benturan tersebut.
“Apa yang terjadi kenapa kekuatanku jadi begini lemah?“ kata pengawal keluarga Li dengan sangat terkejut. Dia tak menyangka kalau Lin Tian sangat jago dalam hal berbenturan begitu. Sehingga dengan mudahnya dia mematahkan serangan yang di lancarkannya. Belum lagi kalau dia melampirkan tenaga dalam yang sangat hebat. Namun kenyataannya tak berarti bagi anak muda itu.
“Atributmu sudah aku ambil alih. Sekarang kamu hanyalah seekor ayam lemah saja“ ujar Lin Tian yang sangat senang dengan keadaan ini. Dia berharap musuh sangat lemah dan kekuatannya sudah tak bisa lagi dipergunakan, akibat dia berhasil memandang atribut terlemah dari tubuh manusia itu.
“Lo... kembali dan sampaikan kabar tidak perlu perdulikan aku.“ Orang itu mencoba berlalu. Segan rasanya kalau harus menghadapi manusia yang aneh seperti Lin Tian yang kerjaannya hanya mengintip saja bagian dalam dari seseorang sehingga apa-apa ketahuan. Itu yang membuat tidak seimbang. Sementara dia tak sanggup menembus dalam diri Lin Tian akan kekuatannya.
“Ingin lari... Lihatlah pengaturan atributku,“ kata Lin Tian berusaha melihat atribut orang tersebut. “Eh sistem menolak ku?“
Lin Tian melongo. Tidak percaya. Kenapa ini? “Menurut logika asalkan manusia semua atributnya bisa di deteksi... Kalau bukan manusia jadi apa dia? “
Mata tembus pandang. Lin Tian berusaha mengeluarkan sekuat tenaga ilmu itu supaya bisa melihat dengan jelas apa dan mengapa bisa demikian.
“Tidak mungkin kan?“
Rambut melayang. Terlihat jelas. Dibalik tubuh musuhnya itu nampak seorang wanita yang anggun.
“Xiaoli….“ Tampak dibalik itu Xiaoli. “Jangan- jangan...“
__ADS_1
“Lin Tian aku sudah bukan manusia,“ ujar Xiaoli membuka topengnya. Kalau bukan manusia, lalu apa? Kecoa, kambing berbulu domba, atau justru alien yang sangat ganas? Bisa jadi hanya robot saja, karena dibalik tubuh indah itu telah diganti dengan mesin-mesin mekanika yang sangat sempurna dan mumpuni. Sehingga sanggup menolak atribut yang diinginkan Lin Tian untuk diketahui.