
Syu….
“Huh Lin Tian ini sudah ketinggalan sampai tidak kelihatan,“ ujar Hao sembari memperhatikan spion. Para pembalap lain juga. Mereka memperhatikan kaca itu untuk melihat sejauh mana musuh berada dan kemungkinan akan segera tersusul. Walau terkadang kaca spion itu tak berfungsi. Sebab hanya akan mengganggu konsentrasi, dan ada resiko langsung pecah andai terjadi benturan atau kala terjungkal. Dan itu salah satu yang fatal untuk hal demikian khusunya motor. Makanya lebih baik tak dipakai. Juga akan sedikit menangkap angina . terutama dengan kecepatan tinggi. Memang tak terlalu berasa buat kendaraan besar begitu. Namun jika untuk adu cepat sedikit mengurangi juga.
Dan tersenyum panjang. Musuh yang sangat dibenci ternyata sudah sangat terbelakang orangnya. Serta posisi demikian buat para pembalap tentu membutuhkan keajaiban. Tak ada pemenang di urutan belakang. Itu yang membuat para pembalap lega dengan saingan yang semakin kecil saja. Apalagi dengan lawan yang begitu-begitu saja serta kemampuan dan keberuntungan yang hampir nihil.
“Tunggu aku memenangkan pertandingan ini. Aku pasti bisa menekan bocah itu,“ ujarnya lagi dengan geram. Berkali sudah dia dikecewakan oleh tingkah aneh musuh yang seakan tak Nampak itu. Namun selalu berhasil mengalahkannya. Dan itu tak bisa terjadi lagi. Karena kini kemenangan sudah ada di depan mata.
Tiba-tiba dia mengerem. Terkejut.
“Siapa yang berani memasang jebakan untukku?“ kata Jiang Hao marah melihat jalanan sudah terpasang banyak jebakan roda dengan paku-paku runcingnya yang demikian teratur. Ada yang main-main. Tidak tahu apa kalau dirinya yang berkuasa. Dan hampir taka da yang berani mengusik dia. Tapi kini jalan benar-benar mengerikan dengan banyaknya jebakan yang terpasang teratur.
Banyak polisi. Menjebak. Mereka kini tengah bersiaga semuanya. Termasuk dengan senjata di tangan yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan kala ada yang berani melarikan diri dari kenyataan.
“Sekarang aku akan menangkap mu atas kesalahan melanggar peraturan keamanan, melanggar modifikasi mobil dan berjudi ilegal,“ ujar polwan Zhou. Langsung saja main borgol pada tertuduh. Kali ini banyak tangkapan. Maka akan mendapat hasil poin positif demi kariernya nanti. Tentu juga ada penghargaan.
“Entah siapa yang melaporkannya tapi aku pasti akan berterima kasih kalau bertemu dengannya,“ ujar Zhou sangat senang akan hasil kali ini. Dan pelapor itu ternyata benar. Dia tidak main-main. Banyak yang menggunakan fasilitas umum demi kesenangan sendiri. Dan hal ini seringkali terjadi, dengan tak ada laporan, tak ada pelarangan sehingga kegiatan yang diluar perijinan itu berjalan lancer. Namun kali ini perkecualian. Semua telah ditangkap. Dan nanti akan di proses supaya tak terjadi lagi hal yang meresahkan masyarakat ini. Serta menjadi pelajaran yang bermakna untuk si pembalap dan kapok supaya tak mengulangi perbuatan demikian lagi.
Thu thu thu….
Bus besar mendekat.
“Tuan muda ada satu jalan yang lebih tersembunyi untuk kita memutar, mau yang mana? “ ujar sopir cantik itu memberi alternatif pilihan. Kalau terus bakalan terhalang. Tapi kalau memutar tentu memakan banyak waktu. Walau sama-sama diketahui resiko di jalan tersebut.
“Tujuanku lapor polisi adalah untuk menutup jalur yang dekat,“ ujar Lin Tian dengan senang. Tujuannya berhasil dengan sukses. Dan sebentar lagi bakalan memenangkan pertandingan. Khususnya saat menghadapi kenyataan bahwa sudah banyak yang tertangkap oleh para penegak hukum untuk ditegakkan nya hukum-hukum itu atas para pelanggar yang kedapatan tengah melanggar lalu lintas di gunung Luojia yang sangat keren. “Semua orang sekarang harus berputar di jalur yang jauh, sehingga kita baru ada kesempatan menang.“
“Maksud anda kita langsung bergegas ke garis finis?“
__ADS_1
Huh….
Lin Tian menguap. Tentu saja itu hanya untuk gaya saja. Mana bisa pikiran dan kemampuan sedang terkuras sementara mesti tertidur dan otak bisa damai dalam istirahatnya. Ini hanya untuk menentramkan hati, supaya bisa lebih fokus di acara selanjutnya. “Nanti kamu akan tahu. “
Sementara polisi banyak menangkap para pembalap itu. Tentu ada yang berontak. Ada yang beralasan aneh. Baik itu Cuma sekedar jalan-jalan, atau tengah melintas dengan tak sengaja. Atau Cuma ingin ketemu anak istri. Berbagai alasan tentu diungkapkan oleh anak-anak muda milenial yang begitu terpacu adrenalin kala ada tantangan yang demikian memikat hati. Tentu kalau menang akan popular dan uang hadiah yang juga besar. Sementara jika kalah sudah bangga untuk pengalaman mengikuti balap yang begitu mewah dikalangan warga sekitar akan uniknya perlombaan di Gunung Luojia itu.
Dan jebakan masih terpasang. Untuk yang masih berusaha menerobos. Dengan duri-duri baja yang sangat kuat. Tentu roda-roda karet tak akan mampu melintas. Atau kalaupun roda dibuat khusus akan kesulitan. Karena sekarang ada roda kendaraan yang tak menggunakan angina. Jadi seluruhnya dari karet. Namun untuk kecepatan tentu akan terhambat dengan pasti. Sebab bagaimanapun, roda dengan angina akan mudah menggelinding dengan titik halangan yang lebih kecil dibandingkan dengan tanpa angin. Dan untuk kali ini, karet juga tetap tak bisa melintas karena duri-duri baja itu akan tetap mampu menembus karet yang lunak bagi ujung runcing si baja. Mungkin yang sanggup melintas hanya kendaraan lapis baja dengan roda rantai itu. Itu juga untuk beberapa waktu tetap akan terhalang, meskipun berikutnya sanggup melintas. Sebab kekuatannya sudah pasti hampir sama dengan perintang nya.
Stop!
Polisi Zhou mencoba menghentikan kendaraan yang melintas. Siapapun itu. Ini sebuah razia. Tak ada yang melintas tanpa ijin dari para petugas. Kalau itu dibiarkan, bukan hanya dia yang kena omel, maka kariernya juga bisa tamat hanya untuk para pelintas yang demikian kacau menerobos rintangan yang terpasang dengan susah payah itu.
Hyatt….
Rok terserempet.
“Siapa itu? “
Sambal menutup yang sobek.
“Eh bukankah ini bibi Zhou? “
“Lin Tian kamu juga ikut balapan kan?“
“Balapan?“ ujar Lin Tian pura-pura terkejut. “Bibi zhou, siapa yang akan balapan menggunakan bus? Kamu kesampaian sampai tidak bisa berpikir dengan baik ya? Aku hanya naik bus terakhir saja. Tolong bibi Zhou membuka jalan.“
Sambal menunjukkan no 213. Tanggal keramat yang biasa untuk demo. Bahkan buat reunian sangat bagus. Walau kelebihan satu.
__ADS_1
“Benar juga mana bisa balapan dengan bus.“
Pergi.
Bus melaju setelah jalan dibuka dan jebakan disingkirkan. Semua tanpa curiga dengan melihat kenyataan aneh tersebut. Bus tak balapan. Bus hanya alat transportasi. Dan bus adalah kendaraan gede.
“Tidak benar tidak ada bus yang lewat gunung Luojia.“
Baru sadar polwan itu. Dia telah ditipu mentah-mentah oleh penipu kacau itu.
“Selain itu… Ganti rokku!“
Mengingat roknya sobek. Dia segera mencari ruang sepi guna mengganti bajunya.
“Tuan muda kita belum unggul, selanjutnya adalah setengah perjalanan terakhir.“
Wus….
Terus balap.
“Tak disangka Lin Tian yang memimpin.“
“Jangan- jangan polisi tadi dia yang melapor,“ ujar Dewi Balap sangat curiga pada situasi aneh ini. Sudah biasa mereka balapan, namun tak pernah ada masalah. Dan hasilnya paling Cuma banyak yang mewek, karena kalah bertanding atau kalah taruhan. Tapi kali ini beda, semenjak si Lin Tian ikut, dan bencana ini terus bermunculan.
“Huh cerdik sekali. Jangan harap bisa menang dariku di balapan dalam kota.”
“Tuan muda sekarang kita….“
__ADS_1
“Benar lakukan seperti kataku sebelum ini,“ ujar Lin Tian menelepon seseorang. “Uang bukan masalah. Sekarang segera gunakan, lebih dahsyat lebih baik.“