
Ribut.
Sudah banyak yang mengantri di lokasi yang sudah ditentukan.
“Grup Tianlin mulai perekrutan dalam tiga hari ke depan. Mahasiswa senior tahun ke 4, silahkan datang mendaftar,“ ujar Lin Tian. “Selain itu, teman - teman junior lainnya, juga bisa mendaftar sebagai karyawan magang. Gaji sama dengan karyawan tetap. Grup Tianlin sudah mempersiapkan nya, tunggu apa lagi?“
Wuhu…
Banyak sorak-sorai dating dari para mahasiswa yang sangat senang akan kabar menyehatkan ini. Mereka antusias hendak mendaftar.
“Aku sebagai kepala bagian personalia, kenapa sama sekali tidak mengetahui tentang hal ini?“ ujar Direktur Qian yang masih bingung akan situasi terakhir yang tengah berkembang terutama untuk urusan personalia ini.
Tak berapa lama, halaman kantor sudah sepi. Mereka bubar sendiri-sendiri guna mencari data-data dan persyaratan yang di butuhkan untuk melamar kerja yang pasti di terima oleh direktur Lin yang sangat baik hati pada perusahaan yang sangat besar, Tianlin.
“Capek sekali, aku memang tidak cocok untuk bersekolah,“ ujar Lin Tian yang berjalan sembari menguap. Bagaimana mau cocok kalau pakaian saja senangnya mengenakan sandal jepit. Kaos dan menggunakan sweater yang itu-itu saja. Selain itu sudah banyak kegiatan yang sedikit bertentangan dengan kebiasaan para mahasiswa di sekolah yang sangat mahal itu. Kalau di kelas mengantuk, bahkan sempat-sempatnya tidur sembari memikirkan bu guru nya. Atau ke ruang dingin agar bisa beralasan supaya dapat istirahat dengan tenang. Ini ciri-ciri anak yang sudah enggan sekolah tapi menginginkan jadi direktur.
“Lin Tian, bursa kerja yang kamu sebutkan, kenapa aku belum mendengarnya sama sekali?“ tanya Direktur Qian. Sebal sekali rasanya jika untuk urusan yang mestinya harus dia jawab ke orang-orang yang bakalan kebingungan nantinya, namun justru tak dia pahami. Tentunya nanti dia akan kesulitan dalam menjawab, bukan.
“Em, ini mungkin aku lupa memberitahu mu karena terlalu sibuk. Kerjakan saja,“ ujar Lin Tian yang sangat santai.
“Baiklah terpaksa begitu. Oh ya, sebelum ini, kamu menyuruhku untuk mengakuisisi perusahaan game, ini ada beberapa pilihan, coba lihat dulu,“ kata Qian sembari memberi gambaran alternatif pemilihan game yang sangat di sukai.
Disitu Nampak banyak tertulis nama-nama merek terkenal sebuah perusahaan pemilik game. Ada muhoho, nindodo, Falcao, Ubisoft, cd hpjoker, Xtronic arts, rock moon. Yang semuanya menawarkan permainan apik-apik.
__ADS_1
“Tak kusangka ada sebayak ini apa perusahaan game tidak mendapat keuntungan?“ kata Lin Tian kebingungan mencari game terbaik.
“Jangankan untung, malah benar-benar merugi. Perusahaan game yang masih aliran klasik lebih sulit bertahan hidup,“ ucap Qian memberitahu.
‘Sulit bertahan hidup… Rugi?’ Ujar Lin Tian, “Oh ada hal seperti ini juga. Kalau begitu, aku harus membuat beberapa game klasik.“
Katanya lagi, “Kalau begitu, perusahaan ini saja, hubungi mereka. Kita akan membicarakan masalah akuisisi sore ini.“ Dia sembari menunjuk perusahaan game yang Nampak sudah sangat klasik dan tak banyak peminatnya, namun akan dia kembangkan menjadi sebuah permainan yang mahal dan benar - benar merugikan.
#
Di kantor Lin Tian.
“Halo Direktur Lin…“ ujar calon karyawan baru.
“Game apa yang kalian buat sebelumnya, silakan diperkenalkan,“ ujar Lin Tian.
“Perusahaan kami memiliki trilogy petir “petir”, petir mematikan, dan petir super mematikan. Yang merupakan game menembak sumbu vertikal bergaya petir,“ jelas si ahli game ini dengan gaya yang sangat menjanjikan, walau nilai potensi Cuma 3, tapi bisa membuat senjata game yang begitu dahsyat.
“Ternyata menyerang pesawat ya? Kalau begitu, selanjutnya game apa yang kalian siapkan, setelah bergabung dengan grup Tian Lin?“ tanya Lin Tian yang paham untuk urusan kapal begitu.
“Ini pertama-tama saya berterima kasih pada kepercayaan Direktur Lin. Sebelumnya, kami membuat edisi petir selalu gagal, kali ini kami akan membuat yang lainnya,“ ujarnya menerangkan.
“Tidak bisa, kalian harus terus membuat game petir!“ ujar Lin Tian marah. Dia bicara keras. Bagaimana mungkin mau merugi kalau terus berinovasi yang macam-macam, sementara yang ini kemungkinan bakal dapat reward dari sistem. Payah ini anak, nggak bisa diajak kerjasama kali. “Tidak hanya membuatnya, tapi kalian juga harus membuatnya secara besar-besaran. Pertama-tama, aku akan memberi kalian budget 5 juta. Kalau tidak cukup, aku akan menambahkan budget nya.“
__ADS_1
“Tapi, ini sudah jelas tidak ada masa depan,“ ujarnya semakin pesimis, walau kepercayaan si pembeli perusahaan game demikian besar, namun dia tak yakin akan bisa membahagiakan Bos Lin dengan hasil yang begitu menyita pendanaan, tetapi hasilnya sangat mengecewakan.
Lin Tian lalu mengeluarkan jurus, Keahlian rayuan pimpinan diaktifkan: tatapan mata mendalam.
“Percayalah pada dirimu sendiri, cara permainan petir tidak ada masalah. Paling - paling hanya perlu di modifikasi sedikit saja kartu bergambar emas krypton, kotak Pandora, semuanya boleh di coba,“ ujarnya terus menatap si ahli itu dengan tatapan menghipnotis. ‘Ditambah dengan kartu bergambar emas krypton dan kotak Pandora yang tidak memiliki daya tarik, pasti akan mati dengan cepat dan merugi dengan parah. Hahaha….“
“Kartu bergambar emas krypton. Kotak Pandora?“ dengan cemas, dibawa semua berkas tersebut.
“Kotak Pandora? Mau membuat kotak Pandora apa lagi? Pertandingan apa lagi kali ini?“ tanya Direktur Qian yang sudah sangat ragu akan kebisaan nya dalam membuat kotak yang hasilnya semakin tak menjanjikan saja.
“Lagi? Pertandingan? Kotak Pandora juga bisa dijadikan pertandingan.“
“Tentu saja, belakangan ini kita menyelenggarakan pertandingan mobil 4WD. Cara bermain di dalamnya selain beradu kemampuan, juga ada kotak Pandora,“ ujar direktur Qian sembari membayangkan ada drone dengan warna dasar kuning yang mampu bergerak dengan enam baling-baling super cepat untuk keseimbangan dalam terbang dan menjelajah. Sehingga jarak tempuhnya juga bisa sangat jauh, sepanjang alat detector control yang di buat juga mempunya jangkauan panjang. Selain itu sebagai alat pengintai juga canggih, dan alat serang yang sangat berbahaya dengan kendali jarak jauh yang mampu melihat lewat kamera intai dari setiap pesawat pengangkut yang begitu kuat.
“Bagaimana detailnya?“ tanya sang ahli.
“Sebagian besar bergantung pada drone.“
Ide muncul setelah ada kata-kata yang terucap dari Qian.
Drone, Petir.
Dari kata-kata ini langsung timbul suatu ide yang nantinya bisa menjadi permainan demikian keren. Apalagi dana yang digelontorkan perusahaan Tianlin lumayan besar, maka permainan itu akan bisa menjadi satu hal yang sangat menyenangkan. Meningkatkan adrenalin dan rasa takut yang bear-benar kronis. “Menyerang pesawat. Benar, aku tahu, aku mendapatkan cara membangkitkan petir dari kematian.“
__ADS_1