
Target kita adalah…
Lin Tian lalu memberi pengumuman dengan lantang. Dia memakai toa agar suaranya semakin kedengaran jelas. Maklum ada sebagian yang bolot telinganya. Dengan kadar usia yang sudah memprihatinkan. Namun bagaimana lagi, tetap kesulitan. Sehingga banyak yang tak acuh saja dengan suara perintah dari atasan yang kurang jelas itu.
“Para senior, apa kalian berminat mengisi waktu luang? Disini ada banyak uang,“ kata Lin Tian sembari menunjukkan uang-uang merah yang sangat besar. Semua masih pada terdiam. Seakan tak paham, atau memang sama sekali tidak tahu apa yang tengah dia katakan itu. Bukan nya biasanya kalau mendengar dan melihat uang besar begitu mata langsung melotot dan pendengaran langsung bisa jernih. Ini juga yang diharapkan Lin Tian agar semua bisa lancar komunikasi nya.
‘Tak disangka bisa menangkal kekuatan uang. Tidak salah kalau mereka adalah para senior yang sudah berpengalaman.’
“Kalau begitu, Aku akan mengeluarkan harta rahasia orang tua!“ ujar Lin tian sembari memperkeras suara nya, dengan volume TOA yang sengaja di stel pada posisi paling besar, sembari memperagakan seperti orang mengamuk, agar orang-orang paling berpengalaman di bidang nya ini langsung paham dan siap melaksanakan kinerja nya dengan cekatan. “Yang bergabung dengan perusahaan pengiriman makanan keluarga Suxue semuanya akan mendapatkan sekarung beras dan sebotol minyak.”
Ada suara demikian, semuanya langsung paham. Bagaimana tidak, ni namanya rejeki, bagai makan durian runtuh, yang serba nikmat kedengaran nya. Serta langsung sedikit membuang penyakit. Baik pendengaran maupun letih loyo. Semua bergerak kembali seperti masa muda dulu.
“Selain itu, Kalian akan mendapatkan nya setiap minggu,“ ujar Lin Tian terus mengobral janji manis nya. Untuk ukuran barang biasanya kalau sudah beres bakalan di kasih honor. Sudah lama akan mendapat gaji. Tapi ini belum-belum sudah dapat gaji mingguan bahkan tunjangan lain-lain yang sangat menjanjikan.
Dengan serta merta setelah mendengar kata-kata manis di bibir itu, banyak yang maju ke depan dengan sembarangan sembari mengerahkan ilmu tenaga dalam nya.
“Aku pak tua Wang maju duluan. Aku daftar,“ ujar Wang sembari mengangkat dua tangan tatkala dia berhasil melompati banyak halangan para orang tua di depan nya itu.
__ADS_1
Berikut nya ada yang mendekat dan maju ke hadapan para hadirin sekalian.
“Aku selir dari jalan Zhongshan juga bergabung,“ ujar si selir sembari berdiri dengan mantap bahwa semua itu bisa dia tangani demi banyak nya tunjangan yang melebihi gaji pokok itu.
“Aku!“ kata si baju ungu. Dia juga sangat bersemangat sekali kalau untuk urusan kerja. Dia sudah sangat berpengalaman dalam mencari nafkah. Mulai dari usia produktif sampai di usia yang sangat matang ini, tentu nya tak bakal dia sia-siakan apa yang sudah dia lakukan. Dengan kembali ke posisi aktif, pasti akan merasa bangga sejauh masih di butuhkan oleh orang. Tidak menganggur dan ngejogrok saja di rumah. Pulang-pulang nanti tentu akan di sambut dengan meriah oleh anak cucu. Bahkan bakalan di saying cucu, karena kembali bisa memberikan uang jajan pada mereka buat beli cilok atau es krim rasa strawberry.
“Aku juga,“ si pria berkumis antik juga langsung mendaftar.
“Aku duluan!“
Akhirnya semuanya bertambah panik. Mereka langsung memandang apa yang dituduhkan itu. Di luar sana nampak terlihat banyak kendaraan. Kebanyakan jenis sedan warna putih perak yang sangat memukau mata.
“Setiap kurir akan dilengkapi dengan sebuah mobil dan seorang supir. Dijamin keamanan dan kelancaran serta ketepatan waktu selama pengiriman,“ ujar Lin Tian sembari merasa yakin jika segalanya bakalan lancar sesuai jadwal.
“Ini yang dia namakan pengiriman makanan setiap kurir dilengkapi mobil dan supir. Bukan nya ini sama saja dengan membiarkan para kakek dan nenek itu berkeliling naik mobil,“ ujar Su yang keheranan dengan pola pikir si Bos Muda itu yang terlampau memanjakan para pekerja. Seakan dia tengah membantu begitu saja para orang tua itu jalan-jalan. Hanya dengan kedok supaya Nampak ada pekerjaan yang membuat mereka nanti tak banyak di tanya sama di marahin oleh keluarga nya.
“Kali ini satu kata, stabil,“ ujar Lin Tian tersenyum sembari tangan nya dia silangkan di dada. Pasti segalanya beres. Pengiriman yang tentunya bakal ada selisih waktu, kendaraan dengan bensin yang mahal. Serta ongkos pengiriman yang besar di tanggung perusahaan. Dengan begitu bakalan ada pengeluaran yang besar. Itu sudah terbilang lumayan dengan mengalikan hasil nya nanti.
__ADS_1
#
Dalam suatu rumah susun mewah di tepi kota yang menghadap pemandangan indah, dengan tidak banjir apalagi bekas kuburan.
Dingdong…
Bel berdentang.
“Eh, akhirnya makanan ku sampai. Kenapa hari ini pengiriman lama sekali? Awas, aku akan meng-komplain,“ ujar cucu yang tengah menunggu apa yang sedang dia pesan. Biasanya akan langsung cepat sampainya. Karena para pengirim barang yang cekatan bakal mengantar ke lain tempat. Supaya ada tambahan tip dari perusahaan serta poin yang memadai. Setidaknya bintang lima atau tujuh biar kliyengan.
“Ah, apa yang kamu katakan?“ ujar nenek sembari membawa bungkusan bertuliskan ‘Pengantaran makanan keluarga Suxue’.
“Nenek, anda…. kenapa anda kemari?“ ujar si cucu lelaki yang sangat kaget demi melihat sang nenek sudah berada di depan pintu. Biasanya, jangankan pergi menemukan tempat rahasia ini, untuk melangkah saja sudah repot.
“Kebetulan kamu memesan pesan antar, aku sekarang adalah kurir pesan antar dan mendapatkan orderan mu,“ ujar nenek yang tengah bertugas sebagai senior berpengalaman dalam urusan antar mengantar barang. Tentunya sembari melihat-lihat kalau anak-anak yang main game dan biasanya pemalas itu bakalan hanya pesan saja ke tukang antar barang. Dengan demikian bisa langsung tahu dimana cucu yang sangat disayang itu menghabiskan waktu nya. “Belakangan ini kamu bermain game lagi kan?“
Nenek mengejar anak Suxue sembari membawa benda yang tak terlampau berat, namun sangat lebar dan bila mengenai kepala bisa menderita luka batin yang serius. Maklum pengantaran nya kurang tepat. Anak itu selalu demikian. Terkadang membuat kesal pelanggan. Terkadang barang nggak sampai alamat. Atau Cuma main titip sama yang kenal. Kalau barang itu barang yang cepat busuk, tentunya tak bakalan se-lekas nya di makan akhirnya menjadi tak guna. Atau jika barang itu besar namun butuh diperlukan kala itu juga maka akan menjadi sebuah benda yang lamban. Serta akan repot dengan alat transportasi yang kurang sesuai. Terutama untuk alamat yang jauh dari jangkauan atau sulit. Maka yang menyebalkan si penerima bakalan dating sendiri ke lokasi tempat paket. Atau pada suatu titik dimana mereka bakalan ketemu. Itu yang sulit.
__ADS_1