Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 233


__ADS_3

Di suatu ruangan pada kantor tianlin, pada sebuah kursi dengan pintu bertuliskan, PLATFORM LITERATURE TIANLIN, Nampak tengah duduk sembari terus merenung, Zhao Tianba yang selalu memakai rompi dengan bahu berduri. Supaya tidak sembarang orang bisa menepuk pundaknya.


Dia terus saja berpikir dengan penuh konsentrasi dengan computer yang ada di depannya tersebut.


Semua seakan menolak. Dan tak berhasil. Dengan tanda silang merah yang artinya begitu dalam buat nya.


“Sampah!“


Zhao Tianba terus memainkan mouse nya. Dengan sekali-kali membenturkan sedikit keras benda tersebut ke meja. Supaya terus lancer dengan hati yang kesal sekali.


Namun seberapapun besar usaha yang dia buat, hasilnya sama saja. Tanda kegagalan it uterus muncul di sudut kanan layarnya.


“Lagi-lagi sampah!“ ujarnya terus berteriak. Akibat geram dan sangat kesal. Dia berpikir seharian tanpa kenal lelah. Terus dan terus, hanya supaya tugas ini usai dengan sukses. Tapi apa yang terjadi, semua hanya tanda silang merah saja. Bahkan sampai dia mengantuk, serta kondisi tetap tak berubah.


“Semua artikel-artikel online ini kenapa tidak ada yang menarik sama sekali,“ ujar Zhao Tianba sembari menggelosor di kursi. Mukanya nampak kebingungan sekali. Sehingga kursi yang begitu empuk pun serasa demikian saja dan sangat mudah untuk menggelosor. Dan laptop dengan mouse itu seakan hanya benda mati saja yang tak bernyawa sama sekali. Akibat demikian buntu apa yang sekarang mentok yang tengah dia pikirkan.


“Hahaha. Ternyata aku tidak salah menilai orang,“ ujar Lin Tian sangat bangga dengan apa yang dinamakan kesuksesan bagi dirinya semata. Dia menatap Zhao Tianba yang semakin lesu saja menatap pekerjaan yang lagi kacau-kacaunya itu.


Lalu di dekatinya anak yang tengah berpikir keras tersebut. “Zhao Tianba, coba ceritakan padaku, kenapa artikel-artikel ini tidak menarik?“


“Mengambil tema budidaya abadi. Sebagai contoh kesampingkan tulisan dulu, ini bisa di praktekkan,“ ujarnya seraya menunjuk judul yang semenjak awal begitu saja tanpa ada perubahan. Akibat tak ada artikel yang sesuai serta bisa di bandingkan dengan apa yang hendak dia buat. Lalu dia berujar, “mari kita bicara tentang plot sebagian besar cerita. Kebanyakan pembaca sebenarnya satu model. Di dunia keabadian. Orang yang dianggap mubazir dengan cara menyesali pernikahannya, mencemooh orang tuanya, dan lain-lain. Dipermalukan di depan semua orang.“


“Bukankah kita memiliki perjanjian pernikahan,“ si orang mubazir bertanya pada wanita pujaan nya.

__ADS_1


“Sampah yang tidak bisa berkultivasi, bagaimana caramu melindungi ku ke depannya?“ ujar si wanita dengan tanpa harapan banyak akan lelaki yang tak sesuai itu.


Lalu dia 30 tahun berkelana menempa diri.


“Jangan meremehkan orang kecil,“ ujarnya saat merasa tidak kecil lagi.


“Setelah dia lari karena tertindas, dia akan bertemu dengan takdir yang ajaib. Lalu akan ada seseorang kakek yang masuk ke tubuh anak tersebut.“


Zhao Tianba terus mengurai kisah yang tengah dia susun agar jadi sebuah kisah yang sangat menarik ke depannya.


“Kenapa mukamu merah?“ ujar Lin Tian menatap muka Zhao demikian aneh. Makanya dengan sekali tamparan mungkin mukanya akan berubah tidak seperti itu.


“Maaf! Maaf.“


“Yang kamu katakan ini, bisa dibilang adalah model dari platform literature xiaobai, masih ada banyak perkembangan cerita lainnya,“ ujar Lin Tian.


“Benar, tapi masalah akan perlahan muncul,“ jelas Zhao Tianba. “Setelah anak itu mendapat kekuatan, dia dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya.“


Tergambar bagaimana si anak tertindas dengan pedang terhunus tengah menindas musuh yang terkapar terduduk.


“Logikanya, harus berkultivasi dengan tenang dan meningkatkan pemahaman dan kemampuannya. Tapi dia malah memilih kembali untuk membalaskan dendam. Setelah itu, orang lain yang berani menyinggungnya sedikit saja, dia akan membunuh seluruh keluarganya.“ Zhao terus menggambarkan bagaimana si pendekar sakti itu dengan kekuatannya membantai orang-orang bersalah dan menumpahkan darah banyak orang. “Emosi yang begitu besar, untuk apa. “


“Oh aku mengerti, apa yang kamu katakan ada poin plot yang tidak masuk akal,“ kata Lin Tian. “Misalnya, orang miskin yang lusuh ditahan oleh pengelola restoran ketika ke sana.“

__ADS_1


“Minggir!“ Bentak pengelola restoran dengan kasar saat melihat orang lusuh datang. Biasanya yang dating ke tempat tersebut adalah orang yang tidak lusuh. Memakai dasi, jas saja yang mahal, walau diskon. Serta sepatu mengkilap dengan enam kali bayar. Tetapi sangat rapi dan sangat berkenan.


“Kemudian dia memamerkan kekayaannya dan memukuli pengelola restoran itu.“ Tentu saja si pengelola sampai jatuh terkapar dan dengan bangga si anak lusuh mengumbar kekayaan di tangan nya.


“Yang lain juga membuka pintu untuk berbisnis. Kenapa repot? Selain itu pamer karyawan benar-benar sangat menyebalkan. Membuat orang kesal,“ kata Lin Tian seakan berjalan di suatu ruangan mewah dan membayangkan dia kaya sekali. Tentu saja ruangan tersebut terbuat dari dinding emas. Jam dinding emas, serta segala perabotannya juga dari emas semua. Ini benar-benar menggambarkan bahwa si anak lusuh tengah menjadi si kaya yang kebingungan mau memakai hartanya untuk apa.


“Aku tidak berpikir. Apa yang kamu katakan sangat meyakinkan,“ ujar Zhao Tianba sangat senang dengan usulan itu.


“Jadi bagaimana menurutmu, kamu adalah penanggungjawab Platform Literature Tian Lin kan?“ tanya Lin Tian.


“Keabadian harus lebih dekat dengan kehidupan nyata. Orang biasa mana ada yang memiliki emosi sebesar itu. Sama sekali tidak masuk akal,“ ujar Zhao Tianba. Dia meyakini kalau kisah semacam itu sama sekali lain. Serta harus ada perubahan besar di dalamnya yang belum terpikirkan. Dan pada akhir kisah tadi mesti mempunya situasi emosional yang sesuai pula. Hingga baik demi akhir kisah menyentuh itu.


‘Hahaha, kalau begini terus, siapa yang mau membaca Zhao Tianba, aku percaya padamu,’ gumam Lin tian sangat senang, si pengarang kesulitan mendapat ide. Juga ada kemungkinan bakalan kacau terus semakin kentara. Lalu dia akan terus membuat hal demikian bertahan sampai pada kesudahan nya yang tak membangkitkan gairah apapun. Serta berhasil mempengaruhi si penanggungjawab ini agar selalu bingung serta akhirnya memutuskan untuk memilih yang demikian saja sebagai suatu keputusan yang keliru.


“Lin Tian ayo kita pergi,“ ajak Zhao Tianba. Dia sudah punya rencana yang akan berjalan dengan mulus. Sesuai dengan target yang sudah mereka persiapkan.


“Eh kemana?“ Lin Tian terkesiap. Jangan-jangan si Zhao ini punya rencana cadangan yang sedikit berbeda dengan dugaannya yang sudah demikian sesuai itu.


“Mengunjungi penulis. Aku sudah mengincar seorang penulis. Bersiap menariknya kemari,“ ujar Zhao Tianba akhirnya. Dia sudah mempunyai cara supaya platform nya berhasil. Dan ini salah satu yang tengah dia pikirkan.


Lin Tian diam. Bisa gawat penilaiannya nanti, jika semua itu berjalan dengan lancar.


#

__ADS_1


__ADS_2