
Animasi menjadi kaya ternyata nomor satu.
“Ada apa ini?“ Lin Tian terkesiap. Dia tak menyangka jika animasi yang terlalu dia harap paling merugi, ternyata banyak dukungan. “Website - website itu tak di duga, menggunakan begitu banyak uang untuk membeli animasi kita.“
“Waktunya tidak tepat sekali kalau lebih awal semenit saja aku juga tidak akan menyumbangkan aset pribadi ku.“ Xiao Qian nampak bergembira dan langsung mandi uang tengah malam, akibat terlampau senang mendapat rejeki nomplok.
“Ini, kamu harus bertanya pada tiga teman sekolah mu itu,“ ujar Qian Duomei mengingatkan akan tiga teman Lin Tian yang sudah sukses. Ada yang ingusan, ada yang ngupil, dan ada juga yang matanya jereng. Tapi sukses di tengah keterbatasan nya itu.
Setengah hari yang lalu, Proyek ‘animasi orang kaya pertama’.
Nampak di ruangan orang yang bekerja Nampak lesu. Mereka hanya saling tatap monitor besar saja di hadapan nya.
“Apa maksud website - website tersebut, Mereka tidak bersedia membeli karya yang aku tulis,“ keluh sang Zhao sang animator.
“Lihat, jelas-jelas aku sudah menggunakan nama pena baru, Adalah…“ sembari menunjukkan karya tulis paling spektakuler yang dia buat.
“Kamu bodoh ya! Akhir dari nama baru mu, masih tetap Zhao Tianba.“
Semuanya hanya bisa saling tatap.
“Animasinya sudah selesai, bagaimana kalau tidak terjual. Kalau sampai Lin Tian mengetahuinya….“ lalu terbayang bagaimana raut muka bos itu seakan mencemooh nya. Serata bilang, “Hahaha, kalian bertiga benar-benar bodoh. Masalah kecil seperti ini pun tidak bisa membereskan nya.“ Kalau demikian mereka hanya bisa saling tatap untuk kesekian kalinya. Seraya memandang penuh ragu hasil yang demikian tak memadai begitu.
“Tidak bisa, siapapun boleh menertawakan ku, hanya Lin Tian yang tidak boleh,“ ujar mereka dengan geram. Ada semangat untuk berjuang akhirnya.
“Benar kita harus mencari cara.“
“Bagaimana kalau kita mencari koneksi kita sendiri, untuk mempromosikan animasi ini,“ kata sang animator itu. Merekapun berpencar untuk mencari koneksi dan agar segala yang dibuat tidak mengecewakan semua orang. Terutama Lin Tian yang sangat mendukung peran serta mereka dan sangat membutuhkan keuntungan besar di perusahaan animasi tersebut.
#
__ADS_1
Di fakultas seni Zhongjian.
Pada gedungnya yang terkesan seram. Dengan bagian depan berupa patung setengah badan dari satu tokoh yang begitu besar pengaruhnya bagi fakultas tersebut. Makanya untuk menginspirasi orang-orang di situ berbuat hal yang baik untuk di teladani. Sehingga kala memandang tokoh itu langsung terinspirasi akan perbuatan nya yang sudah banyak berperan dalam ilmu dan kemajuan universitas itu.
“Hahaha, ada angin apa yang membawamu kemari?” ujar guru di fakultas seni Zhongjian.
“Aku merindukan guru, jadi aku datang menjenguk mu,“ ujar sang murid yang ingin mendapat dukungan akan karya animasi yang demikian saja, supaya Lin Tian tidak kecewa kalau berakhir jeblok. Makanya usaha mesti di gencarkan. Salah satunya adalah memohon bantuan dari guru yang sudah berpengalaman itu.
“Kalau aku lihat, jelas-jelas kamu mencemaskan karya - karya ini. Alangkah baiknya, kalau ketika itu, kamu menjadi guru dan melanjutkan kelasku, tapi kamu keras kepala untuk lulus lebih dulu,“ ujar sang guru yang sedikit kecewa dengan ingin meninggalkan kelas dahulu itu.
Di taman, banyak patung-patung yang sangat indah. Buatan tangan tangan terampil siswa di fakultas seni Zhongjian ini. Maka jika membandingkan karya animasi yang demikian saja, hal itu tentu membuat kecewa para siswa di sini. Padahal itu suatu kesempatan emas yang sulit di cari lagi saat mendapat kepercayaan dari bos Tianlin yang sangat simpel dalam persyaratan. Bahkan rugi jika tidak apa-apa. Namun sebagai seorang seni yang sangat menjunjung tinggi etika berkarya, alangkah tak menyenangkan jika sampai karya yang monumental itu hanya menjadi tawa an saja bagi Lin Tian nanti nya.
“Hanya kesuksesan kecil saja. Sebenarnya kedatanganku kali ini hanya ingin bertanya pada mu apa ada kakak kelas yang bekerja dalam bidang website?“
“Dulu kakak senior mu, sepertinya bekerja si sebuah website,“ ujar guru.
#
“Guru Hong memanggilku untuk urusan apa?“
“Aku ingin memintamu untuk membantuku mencari kenalan. Apa kamu bisa?“ ujar guru Hong.
“Tentu saja. Aku meminta bantuan anda untuk melukis, aku masih berhutang budi, katakanlah siapa yang harus aku cari?“
Guru Hong membisik. Sesuatu yang gawat. Tentu saja ada hubungan nya dengan animasi yang baru selesai. Supaya bisa menang dan popular di masyarakat. Itulah makanya berbagai usaha di lakukan. Termasuk untuk urusan dengan yang cantik - cantik begini. Dengan bantuan bintang internasional, tentu akan semakin populer apa yang sedang di pakai untuk urusan bisnis begitu. Kalaupun bukan karena koneksi nya banyak, yang cantic begitu subscribe nya tentu akan bisa mendukung apa yang di minta oleh orang yang jasanya sangat besar buat karier dia sebelum itu.
“Eh, sepertinya, yang memakai kaca mata hitam itu, adalah Li Ziy,“ ujar pengunjung mengenali wajah yang demikian popular. Maka tak heran jika langsung bisa berkomentar demikian.
“Tidak mungkin, bintang internasional sebesar itu, mana mungkin datang ke cafe kecil begini,“ ujar pengunjung lain tak percaya.
__ADS_1
#
Di sebuah tempat tinggal. Pada sebuah gedung ber lantai 4 dan sangat tinggi serta asri karena banyak pepohonan yang di biarkan memayungi tanah supaya tetap dingin dikala siang terik, dan malam bisa buat memayungi diri kala hujan. Dengan demikian suasana menjadi tak terlampau panas akibat rimbun hijau itu.
Ting tong.
“Tunggu sebentar, mencari siapa?“ ujar si tuan rumah. Dia tergopoh-gopoh menemui siapa tamu yang sudi mengunjungi nya di kala tengah beristirahat.
“Aku Zhao. Aku ingin menjadi afiliasi.“
“Kamu, aku tahu reputasi mu di luar sana. Kalau sampai orang - orang tahu, kalau kita berhubungan, aku yang akan sengsara.“ Pemilik rumah seakan enggan menemui orang dengan reputasi yang sudah sangat tak menyenangkan. Makanya lebih baik tak usah membicarakan kelanjutan nya.
“Kalau begitu aku akan mengungkap tentang beberapa skenario yang aku tulis untuk mu waktu itu,“ ujar Zhao mau mengungkap skenario. Tentunya sudah sangat paham akan suatu rahasia besar yang disembunyikan. Sehingga kalau terbuka, bukan saja masalah itu yang akan terkuak, namun nama baik, serta harga diri bisa-bisa berakhir dengan sesuatu yang tak mengenakkan.
“Guru Zhao silahkan masuk. Website mana yang anda sukai, katakan saja,“ ujar orang itu sembari membungkuk dan tak ingin skenario lama bakalan di bongkar sedemikian rupa begitu.
#
I2.
Ketiganya kumpul. Pada suatu hunian tinggi. Dimana keberadaan nya sangat mewah sekali. Semacam apartemen yang sangat berkelas.
Ketemu lagi.
“Kenalan kita semuanya di sini?“
“Ini bukan kebetulan kan?“ Zhao juga heran.
#
__ADS_1