Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 191


__ADS_3

“Kelompok orang mana yang paling banyak membeli sayuran? Paruh baya dan orang tua. Kami antar jemput, agar mereka tidak mengalami kendala dalam berbelanja sayuran. Apa yang paling mereka pedulikan. Harga, kualitas. Kami hanya menarik uang keanggotaan setiap bulan nya, mereka bahkan tidak perlu mengeluarkan uang, untuk membeli sayuran. Apa yang paling ingin mereka lakukan saat makan? Sosialisasi mereka tidak takut kesepian lagi, dan menghilangkan kekhawatiran keamanan lansia yang sendirian di rumah. Setelah kenyang dan puas bersosialisasi, mereka memiliki sopir yang mengantar mereka sambil mengerjakan pesan antar, siapa yang tidak iri. Bahkan mereka juga bisa membungkus makanan pulang, murah efisien dan lezat. Peternakan Tianlin benar-benar membuat anda benar - benar merasakan makanan sendiri. Apa kalian pasar cloud bisa melakukan sampai tahap ini?“ ujar Lin Tian.


“Tidak benar perbuatan mu yang merebut pasaran dengan harga murah, apa bedanya dengan kami? Hanya kalian menambah beberapa dalih saja kan?“ ujar manajer Pasar Cloud.


“Kamu ini sama saja dengan MLM (Multi Level Marketing) Aku, Lin Tian, memangnya kenapa kalau merebut customer? Aku melayani semua orang, merugi terang – terangan, aku tidak akan mengambil sepeser pun uang rakyat,“ kata Lin Tian.


“Ah kamu, apa maksudmu. Mana ada perusahaan yang tidak ingin mendapat untung?“


“Coba kamu pikir kembali, kapan aku mendapatkan untung dari penjualan. Kapan aku memaksa orang lain untuk membeli barang?“ ujar Lin Tian.


“Eh, sepertinya benar juga.“


“Sayuran yang kalian jual di pasar cloud hanya angka beku saja. Apa kamu pernah memikirkan, apa yang sebenarnya di butuhkan oleh masyarakat. Kalian memperlakukan pelanggan sebagai data, sebagai alat. Apa kamu pernah berpikir, kalau orang tua mu, teman mu juga, adalah orang di dalam nya. Pria mencari uang dengan cara yang benar. Kamu hanya memikirkan cara mendapatkan untung apa kamu pernah berpikir darimana datangnya uang itu? Apa kamu tidak malu membiarkan orang biasa mengorbankan hidup mereka untuk keluarga kapitalis?“ ujar lin tian yang kondisinya semakin membesar saja.


Tiga pertanyaan jiwa…

__ADS_1


“Aku… aku… aku….“ ujar manajer yang semakin mengkerut saja, semakin kecil dan kecil. Menyadari kalau ada sedikit kekeliruan terhadap apa yang telah dilakukan selama ini.


“Aku bersalah pada semuanya,“ ujarnya sembari tertunduk dan menggigil. Mungkin kali ini masih bisa merubah segalanya, dan memahami apa yang semestinya benar, serta bisa merubah lagi dari awal untuk berbuat sesuai dengan yang di ucapkan orang besar ini. Yah mesti dari awal.


“Ayo bergabung denganku, untuk membalas budi pada masyarakat, pertarungan dengan kapitalis adalah pertarungan panjang yang tiada hentinya,“ ujar Lin Tian sembari mengulurkan tangan tanda kerja sama yang baik segera di mulai saat itu juga.


#


“Mulai hari ini, aku juga adalah salah satu anggota terhormat dari peternakan ini,“ ujar manajer pasar cloud sembari menunjukkan kartu anggota terhormat nya yang sangat ia banggakan.


“Biaya keanggotaan, memecahkan masalah pendanaan mainan dan untuk sementara menekan kapitalis jahat. Aku juga bisa sekaligus menjual babi dan hasil pertanian babi di kloter berikut nya masih bisa dijadikan sumber daging babi berikut nya di peternakan Tian Lin,“ ujar Lin Tian. “Sampai akhirnya, aku akan sukses untuk merugi. Hahaha, sekali menyelam, dua tiga pulau terlampaui, aku benar - benar berbakat.“


“Sudah ada dana untuk merugi, e sports juga bisa memberikan kerugian untuk ku. Coba aku lihat dulu, apa yang bisa digunakan untuk menghabiskan uang.“


#

__ADS_1


TTL Imax.


Nampak panda mengeluh. Lelehan air mata dibalik kaca mata persegi nya.


“Kemarin, saat aku menggunakan tangan ku, jari ku tidak sengaja terkilir,“ ujar Panda sembari menunjukkan jarinya yang bengkak. Sungguh sakit tiada terhingga. Apalagi sebagai gamer, jari itu adalah yang paling utama. Tanpa jari itu main game mungkin saja masih bisa, tapi hanya pelan saja bahkan bisa di bilang melebihi keong beracun yang lomba lari. Karena jari ini merupakan otaku tama dari gamers yang berhubungan dengan pikiran di otak sehingga untuk selalu bertarung dengan lincah apa yang tengah di mainkan dalam game tersebut. Itulah permasalahan nya. “Aku tidak bisa bermain selama sebulan, bagaimana pertandingan nantinya?“


“Kalau begitu, Aku akan membeli orang, cari yang paling mahal untuk menggantikan mu,“ ujar Lin Tian langsung ada ide. Dengan ini tentu bakalan banyak yang di keluarkan, serta akan dikembalikan oleh sistem dan tak akan menolak lagi untuk pencairan nya nanti. Bahkan kalau perlu akan di padu dengan tangisan menyayat hati, supaya sistem tak akan berkilah lagi untuk memberikan uang nya.


Namun, “Tidak benar, aku tertipu lagi. Semakin mahal, kualitas pemain akan semakin baik, kemungkinan menang juga lebih besar, dan hadiahnya juga makin banyak. Tidak bisa, tidak bisa, aku harus mencari yang paling mahal, tapi kemampuannya sangat jelek.“ Dia terus berpikir. Nanti jangan jangan seperti yang sudah-sudah, dia memilih seseorang dari yang paling kurang dengan biaya sangat mahal, nyatanya semua itu justru menjadi pemacu buat orang orang berbiaya mahal tersebut untuk berusaha menjadi lebih baik dan menjadikan hal itu sebuah kesempatan emas untuk menunjukkan jati diri sebenarnya dari sebuah kekurangan untuk kemudian menjadi sesuatu yang patut di banggakan. Apalagi bagi orang yang sudah banyak berkorban dengan membiarkan diri berkorban banyak, tanpa takut merugi hanya demi membantu mereka yang kurang maksimal dalam melakukan suatu kegiatan sebelum ini. Itulah yang mesti di antisipasi supaya tidak kembali menjadi bumerang yang akan mengecewakan diri sendiri nanti nya.


“Eh, Lin Tian.“ Nampak Cao Biluo datang mendekat. Terlihat senang dia, setelah membuka pintu sedikit sudah langsung terbayang sosok itu. Dia yang kini menghampiri mereka untuk memberi banyak sportifitas buat para pemain yang lagi semangat-semangat nya. “Kenapa kamu kemari, menjenguk ku ya?“


Ujar nya lagi, “Cepat, bantu aku memijit bahu, aku baru saja menggantikan guru pelatihan pengajar anak kecil, capek sekali.” Cao Biluo mengeluh. Ternyata mengajar memang capek. Meskipun hanya bicara. Bicara yang banyak dan berguna. Makanya butuh banyak kekuatan untuk menyelesaikan pengajaran nya. Serta mesti mengeluarkan segala kemampuan dalam menerangkan materi yang tengah menjadi topik agar para siswa mampu menyerap ilmu dengan maksimal.


“Eh, pelatihan?“ Lin Tian ternganga. “Benar juga… Sudah ku putuskan. Dirikan sekolah pelatihan e sports.“

__ADS_1


Satu set komputer mewah. Pemain tanpa bakat. Lalu melatih beberapa anak sekolah dasar yang tidak bisa bermain, untuk kalah dalam pertandingan.


“Ah, kali ini aku benar - benar mencium bau - bau merugi,“ ujar Lin Tian yang main cium serta sangat bangga akan ide yang baru saja datang.


__ADS_2