Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 69


__ADS_3

Meraba…


”Secepat ini aku menjadi kepala toko. Entah toko baru ini apa akan semewah toko pusat?”


Restoran Hao hao yang besar. Hao tercengang. Di dalam besar sekali. Sehingga merasa terpencil.


”Tempat apa ini? Aku mau pulang dan berganti tempat,” ujar Hao kecewa.


”Hal… halo,” ada pelanggan yang datang. Dia sangat antusias akan restoran yang baru ini. Maklum dia salah satu pemburu kuliner yang sangat berbakat. Sehingga belum merasa puas kalau makanan-makanan enak serta unik belum dicicipinya. Tak terkecuali dengan restoran yang baru buka ini. Dia tentu sangat ingin merasakannya. Apalagi ini adalah cabang dari Restoran Jiang hao di kota yang berkembang ke pelosok supaya semua bisa merasakan nikmat makanan restoran tersebut, tanpa perlu mengantri dan jaraknya jauh.


”Eh…”


”Siapa ini cantik sekali?”


”Numpang tanya, apa kamu adalah kepala toko dari restoran Hao Hao?” tanya Chao Biluo yang menyamar menjadi pelanggan cantik. Demi menuruti perintah Direktur Lin Tian. Yang hendak menjadikan Jiang Hao sangat popular.


”Heh… bisa dibilang begitu,” ujar Jiang Hao malu-malu. Maklum sangat cantik, si pelanggan pertama ini. Sehingga apa-apa keinginannya bakalan dia turuti.


”Wow benarkah? Aku sudah dengar kalau restoran Haohao adalah restoran kelas menengah di bawah restoran Jang Hao. Selama ini aku tidak bisa makan di restoran Jiang Hao. Sekarang akhirnya aku bisa makan di restoran Hao hao,” kata Pelanggan Chao Biluo dengan senangnya. Seakan sangat menyukai masakan dari restoran yang tak punya nama ini.


”Tapi… Sekarang masih belum buka ya. Apa aku terlalu terburu-buru?”

__ADS_1


”Sudah buka, cepat masuk,” kata Hao terpancing akan ucapan si cantik yang tengah memerlukan pengorbanan dirinya. ”Bagaimana ini? Tidak ada satu orang pun.”


”Harus menunggu berapa lama ya aku masih ada pelajaran nanti?”


”Segera, segera siap,” kata Jiang Hao berbuat sebaik mungkin. Dia lalu menggenggam erat centong buat mulai memasak. ”Aku sudah melihat begitu banyak kali pasti aku bisa mencobanya.”


”Ah…” ada jeritan menyayat hati.


”Siapa?” Jiang Hao terkejut. Dia sangat marah. Ada yang mengganggu pekerjaannya demi seorang cantik tadi.


Ternyata, dari arah jeritan tadi, Si cantik dalam kondisi di kepung. Oleh para preman seram. Dimana mereka tampangnya mengerikan semua. Ada yang Cuma memakai baju lekton, ada yang ber jas, bahkan ada yang kaosnya berwarna abu-abu. Sudah begitu badannya kekar - kekar. Walau ada yang gundul, ada yang gondrong, serta ada yang rambutnya jabrik. Ini semakin memperkeruh suasana, dimana suasana bertambah menyeramkan.


”Kepala toko, apa kamu akan menyelamatkanku?” ujar wanita itu sangat berharap. Dia tentu sudah tak bakalan bisa lepas dalam kepungan begitu banyak orang menyeramkan. Jangankan sedemikian banyak, satu orang saja sudah akan kesulitan kalau untuk mengalahkannya.


”Tentu saja, ada Kakak Jiang disini, jangan takut,” ujar Jiang Hao mulai berani. Dia tak akan segan-segan dalam menyelamatkan wanita yang sangat dia cintai itu. Dengan segala keberanian yang selama ini dia miliki, pasti para preman itu akan segera dia hajar kepala pundak lutut kakinya sampai merangkak-rangkak minta ampun. Sebab demikian kuat dia.


”Cari mati cepat serbu dia! Pukul!” para berandal itu sudah sangat geram dan akan segera meremukkan tubuh Jiang hao yang berani-beraninya mengusik kesenangan mereka. Dia mesti di lenyapkan dulu. Kalau tak ingin ada saksi yang berani buka suara. Dan itu mesti dirasakan oleh si orang kaya Jiang hao yang mempunyai restoran dikerjakan sendiri itu. Juga rasanya tangan itu sudah gatal-gatal karena sekian lamanya belum pernah meremukkan kepala orang. Ini saatnya. Dan Jiang hao mesti mendapat perlakuan setimpal dengan sok beraninya menghalangi mereka kini.


”Kenapa tanpa sebab apapun datang mencari ku?”


Jiang tutup mata. Sangat takut dia. Kalau-kalau setelah membuka mata giginya tinggal dua, rontok semua. Mana tangannya besar-besar lagi. Kepala Bison saja bisa remuk kalau tertimpa bogem mentah begitu.

__ADS_1


Namun berikutnya, saat membuka mata, dia terkejut.


”Wah, Kak Jiang, kamu hebat sekali… dalam sekejap sudah mengalahkan mereka,” ujar Chao sembari tepuk tangan. Dia semakin yakin kalau kedatangannya kali ini penuh keberuntungan. Selain bisa makan enak hasil restoran mewah Haohao, juga bisa menyaksikan kepala pemilik restoran itu ternyata sangat sakti dan begitu piawai mengalahkan para bandit dengan kesaktiannya itu.


”Eh aku yang mengalahkan mereka?” Jiang Hao malah terkejut. Masa dengan menutup mata sudah berhasil menjatuhkan semua. Apa dia mempunyai ilmu keberuntungan yang dahsyat. Lihat saja, mereka pada terkapar semua. Dengan jari jemari yang sampai kaku. Dan siku yang sampai tertekuk. Belum lagi kondisi yang mengenaskan, sampai mulutnya terbuka lebar. Ini benar-benar sebuah ilmu yang sangat mengerikan.


”Wah, kita sudah lama mengikuti berandalan ini. Tak disangka mereka dikalahkan seorang pemuda…” Puji wartawan dengan kamera nya yang terpukau akan kehebatan Jiang Hao sang kepala restoran Hao-Hao. Mereka langsung menayangkan siaran Live lewat TV IG, TV FB, serta Youtube - YouTube terdekat kesayangan anda. Apalagi di dukung oleh penyiar terkenal yang rupawan serta sudah malang melintang di segala berita. Juga cameramen nya yang piawai, sampai-sampai matanya tak berkedip memantau gambar kamera agar menghasilkan gambar yang sangat bagus.


”Kak Jiang, kamu benar benar idolaku, wajahmu tampan bisa masak dan berani,”ujar si cantik. ”Sayang sekali tidak menjadi artis.”


”Haha… bisa saja.” Jiang Hao tersipu malu mendapat pujian demikian dari seorang yang sangat di sukainya semenjak pandangan pertama. Walau hanya mengerahkan ilmu sedikit itu, sudah berhasil menjatuhkan seluruh musuh. Dan senang sekali dapat pujian. Tentu nanti malam bakalan bisa tidur dengan nyenyak dia.


Bos muda miskin Jiang Hao pahlawan penolong yang lemah. Membasmi grup berandalan.


Berita itu terus tersiar dengan cepat menjadi hot issue yang demikian ramai diperbincangkan. Serta pada halaman depan suatu berita harian kota yang laris di pasaran. Menambah semakin popular nya nama Jiang Hao kali ini.


”Bagus juga. Jiang hao sudah secara tidak sengaja ikut serta dalam pertandingan ini karena cao biluo, naskah ini juga sudah tersebar. ”


”Kenapa memilih Jiang Hao untuk jadi idola, apanya yang bagus dari dia!” tanya Pinru yang keheranan dengan keadaan kali ini. Dimana Jiang yang kini menjadi sangat hebat dibandingkan dengan dia sekarang. Dan itu sedikit memprihatinkan baginya. Karena musuh nya kini lebih hebat.


”Justru inilah senjataku. Sekarang idola yang popular bukanlah idola yang serba bisa. Melainkan menjadikan yang tidak bisa apa – apa, seperti Jiang Hao inilah jalan terbaik,” jelas Direktur Lin Tian.

__ADS_1


__ADS_2