Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 130


__ADS_3

Jam dinding pun tertawa, Lin Tian diam. Lesu. Jam sepuluh lebih dua menit. Sudah.


Hingga jam 12 dia mulai jenuh dengan mempelajari hal yang aneh itu. Lin tian terus saja berusaha belajar pada materi yang diujikan itu. Walau berjam-jam dia mengamati lembar kertas yang sama, agar mampu menguasai nya tentunya. Namun sejauh ini demikian kesulitan.


“Aku tidak tahan lagi. Sama sekali tidak terpikirkan,“ ujar Lin Tian. Akhirnya. Dia sudah jenuh. Bayangkan sampai jam satu tetap tak bisa memikirkan nya. Sudah itu terasa yang sulit ini tak bisa tersangkut dalam benak nya untuk segera terpecahkan.


“Sebenarnya apa yang harus aku lakukan untuk merugi? Aku rasa, aku harus mengembangkan semangat siswa generasi ini.“


“Sebelum belajar aku harus main sebentar. Keseimbangan bekerja dan istirahat,“ di mainkan nya HP, hanya demi game aneh. Itu yang sedikit bisa menyejukkan pikirannya dari mengerjakan soal rumit. Walau sama-sama berpikir, yang satu memikirkan soal, yang game memikirkan bagaimana menang. Namun kalau game hanya sekedar refresing. Sehingga walau berlama-lama juga akan mampu bertahan. Beda dengan soal yang butuh energi kuat demi mengatasinya dan otak masih saja terus berputar walau sudah di hentikan. Apalagi jika esoknya masih akan berlanjut dengan ujian sesungguhnya yang mana otak masih menyimpan soal memusingkan tadi. Lalu dia tekan nomor dua. Disitu Nampak Tian Fei Fei tengah main karaoke dengan make yang tiang nya tinggi. Rambutnya demikian menarik di kasih cat merah. Dan pakaiannya demikian seksi.


“Bu Guru Chen ku. Istri idaman,“ ujar Lin Tian sembari mengusap air liur nya.


Namun tiba-tiba, dating kucing yang langsung main tubruk pada tubuh Tian Feifei. Yang di tubruk hanya terhenyak sesaat. Si kucing terus saja menyelinap.

__ADS_1


“Menyebalkan kucing ini!“ ujar Lin Tian mangkel. “Membuat iri saja.“


“Iri dengan kucing? Jelas-jelas aku iri dengan host yang bisa mencium kucing. Kucing itu lucu sekali.“


“Kalian jangan memeliharanya, begini lucu, kenyataannya memelihara kucing sangat merepotkan,“ ujar Tian Feifei. “Kotoran kucing adalah senjata ilmiah. Sedikit tidak sesuai saja sudah marah-marah. Main tangan, main kaki. “


“Selain itu, kucing juga sangat pemilih dalam makanan. Saat musim semi dan gugur, kucing akan berganti bulu. Seluruh rumah penuh dengan bulu. Tapi aku masih saja sangat menyukai kucing,“ ujar Guru Chen. Dia demikian sayang. Makanya tak heran jika orang-orang selain dia juga sayang. Tak terbatas pada wanita. Bahkan ada lelaki yang menyukainya juga. Termasuk pada kucing yang tak berbulu. Unik. Langka, serta sangat mahal. Kucing-kucing itu terkadang taka da dalam pasaran. Kalau ada maka harga jual kucing akan menurun. Makanya mereka para penggemar kucing akan memilih kucing yang langka. Untuk kemudian di pelihara sendiri, kalau perlu di kembang biakkan supaya menjadi banyak, barulah di jual dengan harga yang semakin lama semakin terjangkau saja.


“Guru Chen dan kucing mereka lucu sekali. Nanti aku juga ingin memelihara kucing. Bersama dengan guru Chen,“ ujar Lin Tian penuh dengan hayalan. Tak ada salahnya memang memelihara kucing. Bahkan banyak kucing yang sengaja di biarkan untuk masuk ke rumah orang sehingga kalau betah akan tinggal di situ. Namun jika ingin pulang maka dia akan dengan sendirinya datang ke rumah. Kucing memang demikian. Hafal dengan pemiliknya. Serta tak mudah untuk pergi kalau sudah kerasan tinggal di suatu rumah yang dirasa sangat menyayanginya. Kucing bukan binatang liar. Tentunya kalau di lepas bakalan bermasalah dengan dirinya. Setidaknya sampai puluhan tahun sebelumnya sampai menjangkau pada nenek moyang mereka yang justru banyak terlihat di hutan-hutan dan gunung sebagai kucing hutan. Disana nampaknya habitat asli mereka. Baru setelah mereka di pelihara manusia, berikutnya menjadi mahluk manis yang demikian dekat dengan pemiliknya, manusia. Sehingga kini dikenal kalau kucing adalah binatang rumahan.


Proyek baru. Memelihara kucing.


#

__ADS_1


Group Tian Lin. Pada suatu ruangan dalam gedung kantor perusahaan yang tinggi itu. Nampak berkumpul Lin Tian dengan staf nya. Disini mereka sering rapat, berkumpul dan membicarakan hal-hal penting akan kemajuan perusahaan Tian Lin yang demikian besar. Lalu dia mengutarakan keinginannya tentang kucing. Tentang binatang aneh yang bisa membuat dia rugi sangat besar. Disitu pula maka akan memperoleh suntikan dana jika mendapat kembalian dari sistem nanti nya.


“Memelihara kucing?“ Yang lain tentu saja pada terkejut. Hal yang aneh. Baru kali ini terjadi. Serta belum bisa di perkirakan hasilnya apakah akan mendapatkan untung atau justru rugi besar, jika demikian saja mesti perusahaan yang mengelolanya. Karena biasanya binatang itu dipelihara pribadi, baik memberi makan dengan makanan kucing khusus yang bentuk nya biskuit atau pasta dalam kaleng, juga minum susu yang penuh protein.


“Boleh- boleh, aku sangat menyukai kucing,“ kata Cao Biluo. Dia nampak berbinar-binar. Maklum cewek biasanya memang penyayang kucing. Binatang yang lembut penurut, serta kalau di elus bakalan manja. Dan bulu-bulunya itu benar-benar membuai. Makanya tidak heran jika sejak jaman dahulu sudah banyak yang memelihara kucing.


“Tapi untuk memelihara kucing tidak perlu sampai perusahaan yang memelihara kan?”


“Selain itu bagaimana caranya mendapatkan untung dari memelihara kucing?“ ujar Qian Duoduo yang tak paham akan untungnya memiliki binatang lucu itu. Selain hanya untuk mengejar tikus sehingga akan aman dari tikus-tikus kantor yang menyebalkan.


“Kamu tidak mengerti ya? Semuanya dengarkan arahan ku saja,“ ujar Lin Tian. Dia sudah mulai paham akan kucing yang berhasil memeluk guru Chen. Sehingga langsung terpikirkan bagaimana nanti juga akhirnya akan memeliharanya agar bisa bersama guru chen memelihara nya.


“Kalian segera cari karyawan, jabatan pembersih kotoran, petugas teman bermain, penyisir bulu, penyuap makanan, ahli pijit,“ kata Lin Tian pada Qian Duoduo. Semua sudah berada dalam anggarannya. Sehingga lanjutannya bakalan di usahakan oleh orang-orang perusahaan supaya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan tersebut. Dengan arahan yang tepat dan terperinci itu, diharapkan usaha maksimal itu benar-benar sanggup membuat si kucing nantinya akan mampu berbuat banyak pada kemajuan perusahaan.

__ADS_1


“Aku harus bisa menyediakan 10 orang tim untuk setiap kucing. Setiap orang dalam tim itu akan mendapatkan gaji paling tinggi di perusahaan. Semua uang sewa air listrik uang hidup akan di tanggung perusahaan,“ kata Lin Tian yang sudah mempunyai cara dalam merugi sehingga nanti sistem akan mengganti berkali-kali lipat dari kerugian nya itu.


“Orang ini benar-benar menakutkan,“ ujar Kucing Xiao Qian. Dikejar kucing Lin Tian.


__ADS_2