Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 125


__ADS_3

“Subjek, kata kerja, obyek pelengkap bentuk tetap. Apa kalian sudah mengerti?“ tanya Bu Guru yang tengah menjelaskan Materi pagi itu.


Sementara Lin Tian tidur. Terlalu capek mengurusi drone.


“Semua juga tahu, kelas bahasa asing, tidak kelas bahasa Inggris.”


“Ini adalah kelas terbaik kedua untuk tidur, selain kelas matematika,“ ujar Lin Tian yang sangat suka melakukan itu, walau tanpa sengaja.


“Cara terbaik mempelajari Bahasa Inggris adalah dengan hidup di lingkungan yang menggunakan Bahasa Inggris.“


Ini jelas sudah terbukti. Anak-anak balita saja sudah bisa berbicara Inggris. Apalagi kunci inggris tentu mudah di gunakan.


“Jadi cara Xiao Qian meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris ku Adalah dengan mengirimkan wanita cantik luar negeri untukku,“ ucap Lin Tian baru paham akan ucapan Xiao Qian kemarin.


“Lin Tian sekarang kamu harus tenang,“ ujar Lin Tian yang langsung gemetaran kala ada wanita cantik di depannya.


“Siapa namamu?“


“Cathy.“


“Kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu Xiao Ka.”


‘Lin Tian tenang. Cepat ingat-ingat kosa kata yang dulu pernah kamu pelajari.’


“Xiao Ka, how are you?“ tanya Lin Tian.


“I’m fine,“ jawab gadis sistem itu.

__ADS_1


“Sistem menjebak ku.“


“Disini jelas, aku harus menjawab, ‘I'm fine, thank you and you?’ Jelas-jelas ini adalah orang asing palsu. Aku akan mengembalikan barang ini pada Xiao Qian,“ kata Lin Tian sadar bahwa semua itu hanya permainan sistem yang menginginkan si Lin tian pandai namun hanya mengulang beberapa percakapan dasar saja.


#


Klak.


Pintu di buka.


Lin Tian bengong.


Ada keramaian di balik itu.


“Selamat ulang tahun.”


Nampak rombongan pada bersuka. Mengucapkan selamat. Memang tak ada kata yang demikian menggembirakan selain kala merayakan hari lahir yang sudah di nanti pada tiap tahunnya. Itu bagi yang senang. Maka akan selalu mengingat-ingat terus kapan hal itu akan terjadi. Bahkan tak jarang, pada beli kalender. Atau kalau sudah punya langsung menandai angka pada penanggalan tersebut. Sehingga pada saat nya tak akan lupa. Lalu berusaha membuat sesuai keinginannya yang menggembirakan. Atau bagi mereka yang pantas ikut gembira.


“Demi memberimu kejutan, kami sudah berdiri setengah jam lamanya,“ kata Cao Biluo geregetan.


Namun berikutnya kaget, saat memandang ke kamar cowok yang semestinya tak ada siapa-siapa, namun kenyataan nya ini diluar kemauannya.


“Lin Tian. Coba jelaskan padaku!“


Ada orang di kamar itu. Orang yang semestinya tak ada. Dan tergolek ceria di atas ranjang. Tentu bakalan membuat syakwa sangka yang aneh-aneh bagi yang melihatnya. Tak terkecuali dengan para gadis yang tengah girang ingin menyenangkan hati si ulang tahun, nyatanya tak menyenangkan diri sendiri.


“What did you say?“ kata Gadis Sistem dengan santainya.

__ADS_1


“Aku tidak melihat apapun,“ ujar kembar Duoduo. Yang melihat tiba-tiba. Dia langsung menutup dua mata. Supaya tak semakin perih rasa di dada.


“Lin Tian. Tak disangka kamu membawa wanita pulang,“ kata polisi. “Selain itu bukan aku orangnya,“ ujarnya lagi yang merasa wanita.


“Adik Lin selera mu unik juga,“ ujar Kepala Sekolah dengan pakaian indah nya dan masih bersikap tenang-tenang saja.


Lin Tian loyo.


“Tidak kok. Bukan seperti itu. Jangan bicara sembarangan,“ ujar Lin Tian sengau. Matanya sampai berair. Bingung mau menjelaskan darimana. Kalau kenyataan nya sudah terlihat langsung di depan mata. Mau berkilah juga percuma. Ingin menghindar sudah terlanjur.


“Lin Tian semoga kamu bahagia,“ ujar Bu Guru dengan sedihnya. Tak terbayangkan bertapa pedih perihnya di perlakukan seperti itu, sedangkan harapannya seperti ini.


“Benar-benar bukan seperti yang kalian kira,“ kata Lin Tian. Sekali lagi mencoba menjawab tuduhan pada tiap-tiap orang yang terus menuduh nya.


Turing...


Suara handphone. Benar-benar mengganggu. Di kala tengah berusaha mencari alasan terbaik untuk menjernihkan suasana, namun alat komunikasi paling mudah itu justru semakin mengganggu saja.


“Handphone mu bunyi, cepat jawab. Mungkin rubah kecil lainnya mencari mu,“ ujar Cao Biluo yang sudah pasti ada yang lain yang tengah disembunyikan lelaki kebanyakan cewek itu. Dan sudah pasti bakalan semakin mempertajam tuduhan kalau semua itu benar adanya. Serta tak mungkin sanggup berkilah lagi.


Dengan lesu Lin Tian melihat HP nya. Memang mengganggu saja. Jawaban belum dia dapat. Malahan memperkeruh suasana. Setelah di lihat dan di perhatikan dengan teliti baru paham. Berikutnya berbinar dan terperanjat.


“Xiaoli.“


Namun ada yang aneh kala di perhatikan dengan seksama gambar tersebut. Nampak gadis berambut pirang dengan senjata yang tampak di kakinya. Dia juga tengah asik di depan sebuah Bank. Kelihatannya bakalan mengambil uang dia disana. Nampak dari pintu kaca sebuah bank mewah tersebut yang mengharuskan mengambil uang banyak. Rambut itu Nampak bercahaya. Dan sepatu yang ketat. Semakin menampakkan kalau gadis itu bukan sembarangan. Dan tak mudah menyerah jika hanya melawan empat lelaki saja.


“Dia sedang di ikuti orang lain.” Lin Tian sedikit khawatir menyaksikan orang yang selama ini di cari-cari ternyata sekali nya ketemu langsung mendapat masalah. Inginnya sih menyelesaikan masalah tanpa masalah. Tapi bagaimana lagi kalau masalah justru dating di saat yang tak diinginkan begini. Dia harus secepatnya bertindak. Tak bisa di biarkan. Jangan-jangan itu memang orang berbahaya. Semisal anggota begal atau klithih yang sangat meresahkan masyarakat dan dunia maya. Maka sebisa mungkin harus di waspadai. Kalau perlu langsung di tindak lanjuti tanpa ada korban. Meskipun Xiaoli adalah perempuan hebat. Dan tidak sembarangan. Tapi mana tahu orang yang membututi tersebut juga orang hebat dan bukan sembarangan juga, maka akan semakin membahayakan. Di dengar, di lihat, bahkan diterawang dengan mata batin.

__ADS_1


“Semuanya aku ada urusan pergi dulu. Besok aku akan mentraktir kalian,“ ujarnya sembari berjanji. Janji yang tak perlu di tepati. Walau inginnya tak pernah ingkar janji. Tapi namanya manusia ada kalanya lalai. Itu yang berbahaya. Namun segera saja dia menyambar pakaiannya untuk terus menemui gadis berambut pirang tersebut beserta lawannya yang bakal dia libas. Bahkan kalau perlu di sikat tiada bersisa demi gadis yang tak boleh di ganggu selama dia masih jadi teman yang patut dia lindungi itu.


“Jadi, kita tidak ada nilainya dibanding Xiaoli.“ Yang lain merasa rendah diri. Mangkel, cemberut, sekaligus enek. Bagaimana tidak sudah dandan begini dan merasa paling cantik diantara yang tercantik, tapi bagi yang sedang di harap justru tak di hiraukan, benar-benar bermasalah orang itu.


__ADS_2