Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 199


__ADS_3

“…… &Y%*!#”


Xiao Qian memberi arahan yang sangat bermanfaat supaya Lin Tian semakin paham pada rencana nya dan melakukan apa yang sudah di persiapan itu.


“Benar juga,“ kata Lin Tian menuruti apa yang jadi saran Xiao Qian. Benar-benar teori yang sangat membantu untuk perbaikan karakter dari si anak yang mempunyai potensi sangat besar, namun belum menemukan talenta apa yang dia miliki. “Mudah saja, kalau tidak ada pertandingan. Aku, Tianlin group, akan mengadakan pertandingan sendiri.“


“Anak ku ini mungkin tidak bisa bermain dengan baik, Generasi dia ini, sama sekali tidak pernah mengenal tetris, game yang sudah tua itu,“ ujar ayah. Maklum game yang sudah ada sejak jaman King James masih bertahta. Tapi sebenarnya varian dari game itu tetap di bikin, cuma dengan mode yang lebih keren dan sangat canggih. Sehingga bentuk permainan yang sama namun gambar dan model nya yang demikian berbeda.


“Tidak masalah. Kita buat yang baru saja,“ ujar Lin Tian, seakan dia seorang kaisar saja yang apa-apa tinggal menjentik kan jari, menyuruh untuk langsung membuat nya. Dia langsung menghubungi seseorang, “Hai, benar lokasi yang aku pilih,“ katanya. “Kirim 1 mesin game kemari ,yang ada tetris nya.“


Mereka menunggu sebentar. Dan benar, tak berapa lama dating mobil mewah warna oranye serta berhenti tepat di muka mereka. Depan toko Zeai.


“Bos, pesan antar sudah datang,“ ujar Kak Li sebagai petugas pengantar barang yang sangat senior dan demikian profesional.


Dengan senang, mesin game watch yang sangat jadul itu langsung di pegang sama anak ingusan itu. “Apa aku bisa?“


“Percayalah padaku, kali ini, aku tidak akan salah,“ ujar Lin Tian memberi semangat. Maklum nilai potensi 9 kalau tak dimanfaatkan akan sayang. Makanya bagaimanapun bakalan di cari di bagian mana anak itu bisa memaksimalkan talenta yang dia miliki dalam main game yang memudahkan anak tersebut. Tentu saja dengan panduan dari pengalaman menyusun barang dalam toko serba ada, membuat semua itu mesti di maksimal kan.


“Tapi, kenapa tidak ada yang terjadi saat aku menyentuhnya? Rusak ya… “ ujar anak yang sangat-sangat modern tapi tolol kali, sehingga begitu saja tak paham. Karena layar belum touch screen jadi tak ada reaksi saat layar di sentuh serta diobok-obok.


Keduanya hanya bisa menutup muka sembari menggeleng-gelengkan kepala, memandang anak itu begitu polos nya. “Waktu itu masih tidak ada layar sentuh.“


“Perbedaan generasi.“


Di coba nya terus. “Begini ya?“


“Lalu begini.“


Lin Tian dengan sabar sampai tubuh gemetaran terus mengajari si anak.


“Wa, akhirnya mulai,“ ujar Yu Zeai dengan senang. Anak orang di kasih mainan tentu saja senang.

__ADS_1


Dan hasilnya lurus seperti Menara pisang.


Lin Tian hanya bisa menghela nafas panjang. “Mohon. Aku sudah menggunakan 2 tahun umurku untuk menukar dengan keberhasilan nya.“


“Wah aku berhasil…“ masih saja lurus seperti tugu monas, tapi kali ini lebih cepat, karena main scroll bawah terus.


“Aku menyesal. 2 tahun umurku, tidak bisa berbuat apa-apa,“ ujar Lin Tian masih belum puas.


anaknya fokus.


Si anak terus saja main. Sampai yang lain merasa lelah. Sangat sulit sekali mengajari anak dengan nilai Sembilan ini.


Namun dia tak putus asa. Dari siang yang terik, sampai malam penuh dengan pancaran sinar rembulan, tetap saja dia mangap mengambil udara dengan mulut nya.


#


Hingga pagi datang.


Keduanya lalu memandang tajam pada mesin mainan jadul yang masih di pegang nya dengan baterai yang masih ada.


Sungguh luar biasa, permainan semalam suntuk macam nonton wayang, namun dengan hasil yang sangat maksimal. Angkanya sampai mentok. Dan anak itu masih saja melek.


Score: 999999999.


Level: 99.


Lines: 153.


“Tak disangka, dia bermain dari kemarin sore sampai pagi ini,“ kata Lin Tian menyangka.


“Akhirnya putraku memiliki bakat, akhirnya dia memiliki bakat,“ ujar ayah sangat senang. Dia merasa anak nya dari dulu begitu begitu saja. Dengan bakat yang nyaris taka da. Tapi berkat bantuan perusahaan Tianlin, semua ketahuan, bahwa setiap anak pasti mempunyai sesuatu yang tersembunyi yang layak untuk di kembangkan sebagai talenta tersembunyi yang layak untuk di banggakan dan menjadi pemahaman umum kalau itu adalah bagian terpenting yang memang layak di banggakan.

__ADS_1


“Akhirnya aku bisa mendidik seorang ahli.“ Lin Tian ikut bangga. Dia memeluk ayah Yu Zeai.


“Tunggu dulu ini artinya…“ ujar Lin Tian menunggu.


Progres misi ahli dunia : 2/9


Jumlah poin pertukaran potensi: 7.


Mendapatkan hadiah kecil.


“Hahaha… akhirnya.“ Lin Tian senang melihat hasil itu. Dia bakalan mendapat hadiah dari sistem seperti yang sudah di janjikan. Tinggal menanti hasil hitung-hitungan nya saja.


“Selamat, hadiah diferensiasi aset ada di tangan. Sekarang kamu dapat membagi aset menjadi tiga bagian dan mengemas nya menjadi tiga peti,“ ujar Xiao Qian memberi tahu kesuksesan yang di raih oleh Lin Tian berikut hadiah apa yang akan di dapat dari perhitungan akhir nanti nya.


“Aku sudah memikirkan nya. Di bagi menjadi untung rugi, tidak terdeteksi tiga,“ kata Lin Tian.


“Kemudian yang pertama adalah bagian keuntungan, kamu bisa mendapatkan kenaikan gaji di semua proyek yang menguntungkan. Setelah mendapat untung, target utama berikut nya akan berlipat ganda,“ kata Xiao Qian terus saja menerangkan pada Lin Tian. “Kedua kerugian. semua kerugian….“


“Iya, iya… kalikan 2 untuk ku dan menjadi aset pribadi ku,“ ujar Lin Tian yang langsung mengkhayalkan jika bakalan mendapat batangan emas, kuning berkilauan yang sebentar lagi akan di terima dengan dua tangan terbuka nya. Dan kalau tak kuat, akan di masukkan ke brangkas pribadi nya nanti. Sebagai harta milik pribadi yang bisa dia pergunakan sewaktu-waktu.


Lanjut Xiao Qian, “Semua kerugian akan di potong 10 %, yang bisa di hitung hanya 90 % saja. Mengurangi beban mu.“


Lin Tian sejenak terdiam.


“Ah, aku sudah tahu kalau tidak akan ada kabar baik. Arh… Sialan….“


Lin Tian berteriak - teriak. Sampai orang - orang sekitar nya melihat keheranan berbuat demikian. Ternyata hasil akhirnya bukan suatu yang menyenangkan baginya. Hanya sedikit hadiah saja. Itu yang membuat dia geram.


“Ayah, lihat dia sudah gila,” ujar Yu Zeai keheranan melihat Lin Tian bertingkah aneh.


“Anak bodoh, dia hanya senang sekali, karena bisa menemukan bakat mu,” ujar Ayah menipiskan prasangka negatif pada diri si anak, supaya tak terlampau berpikiran jelek terus pada orang yang sudah berusaha membantu nya.

__ADS_1


__ADS_2