
“Ronde kedua akan segera di mulai. Akan segera di mulai.” Yah, Ronde kedua akan segera di mulai.
”Gawat. Aku tidak boleh tegang. Harus menang,” ujar Xiongma Jun berusaha sangat konsentrasi dalam memandang layar monitor dan game ini bisa di lakukan dengan mudah. Serta berharap lawannya punya level di bawahnya. Hanya saying, kali ini permainan kelas berat. Sulit sekali mencari lawan dengan level rendah.
Panda memainkan mouse nya. Sembari menatap gerak permainannya di layar. Dengan cepat dia menggerak-gerakkan mouse itu.
”Ah mouse ku rusak? Bagaimana ini?” Panda panik. Tanpa mouse berarti tak bisa bermain. Walau jaman sekarang kebanyakan game tanpa mouse, hanya menggunakan touchscreen. Tapi kebiasaan panda menggunakan itu. Dengan mouse saja kesulitan, apalagi tanpa mouse. Bakal bertambah kacau. Konsentrasinya kali ini memang sedikit berlebihan. Sehingga kala menggerakkan mouse langsung kacau. Dibanting-banting, dan kena benturan. Sehingga terbanting, serta ada konsleting di dalamnya. Membuat mouse kebanggaannya itu hancur berkeping-keping. Bahkan sampai kebul, asap tebal.
Tak.
Dengan menjentikkan jari tangan maka datang sebuah pesanan.
”Sudah datang barangnya,” kata Lin Tian. Sebuah barang yang sangat di idam-idamkan.
”Kebetulan baru saja datang,” ujar tukang paket yang merasa ada yang membicarakannya sampai telinganya gatal. Sangat keringatan akibat terburu-buru melayani klien yang membutuhkan segera.
”Panda.” Dilemparkan sebuah paket. Biar cepat sampai.
”Ini…” Xiong ma Jun memperhatikan paket dengan terkejut. Apa yang diharap memang muncul. Namun sedikit berbeda. Dan bentuknya berlainan sekali dengan alat yang di sukai nya.
Palm rest roller kelingking dan ibu jari. Semuanya custom. Ada 108 pilihan. Banyak sekali bentuk mouse demikian saja. Memang sangat kreatif. Semua demi kenyamanan guna bagi para gamer yang membutuhkan barang bagus dan canggih. Bentuknya macam-macam. Ada yang seperti pesawat, ada yang seperti capit urang, dengan bagian tengah kosong, tapi
Sistem roller menggunakan teknologi optic dan fungsi sumbu analog untuk membuat penyetelan harus presisi tinggi dan pemutaran peran pengoperasian.
Sensor optic Pixart PMW3349. Dapat beradaptasi dengan kecepatan gerakan 400 inci per detik.
Bukan lagi mimpi melepas hero adc kalian. Skill mage mid line dipandu dengan tepat. Dan tidak ada yang bisa menghentikannya.
__ADS_1
Kaki keramik di bagian bawah mouse memberikan redaman yang sempurna. Mungkin supaya leboh berbobot sehingga kaki dari keramik. Jangankan yang demikian, dari atum saja sudah sulit menggerakkkan nya. Barangkali biar lebih awet sehingga dari keramik. Setidaknya kalau pas gagal main, maka di banting-banting juga masih tetap awet.
Mouse khusus ini dapat menahan hingga 100 juta klik dengan kecepatan respons 0,2 milidetik.
4 kali lebih cepat dari 0,8detik mouse gaming sangat mudah menggunakan raven light speed QAI.
”Mouse… mouse sehebat ini pasti sangat mahal kan? Pasti sangat mahal,” ujar Xiongma Jun yang yakin tak kuat membeli, walau uang sekolah ber bulan-bulan juga belum tentu dapat. Dan juga itu barang baru. Memakainya kesulitan. Harus beradaptasi dulu. Lebih mudah hanya memakai mouse yang kabel nya terhubung dengan CPU, itu lebih mudah.
”Tidak, tidak. Tidak sampai 3000 Yuan. Lebih mahal jika di pasang beberapa berlian,” kata Lin Tian.
”Aku akan menggunakannya sebaik mungkin,” ujar Xiongma Jun yang yakin lama kelamaan juga akan paham pada mouse canggih begitu.
”Tunggu dulu ini hanya mouse. ”
”Masih ada keyboard.”
”Aku tidak akan menjelaskan lebih lanjut”
”Yang paling penting adalah…” Lin Tian melempar paketan itu.
“Ada yang masih unggul lagi,” ujar Panda dengan sigap menangkap bungkusan tersebut.
”Jangan – jangan….” Panda panik. Jangan ada alat aneh yang sengaja di pilih oleh bos Lin Tian agar segalanya berjalan sesuai rencana.
Klak.
Kabel USB di hubungkan ke PC. Namun membuat Panda terkejut. Ada lagi barang yang di beli. Khusus.
__ADS_1
Si panda kemudian mencari kunci tombol. Namun dia kebingungan.
”Eh. Keyboard tanpa huruf.” Benar-benar canggih. Tombol yang menggunakan huruf saja sudah di buat paling sulit. Ini malah huruf nya di hilangkan. Maka hanya rabaan dan hafalan saja. Walau terkadang huruf-huruf itu hilang dengan sendirinya dari papan tuts, namun arena sudah biasa maka akan bisa menghafal dan bahkan tanpa perlu melihat. Apalagi sekaliber Panda, tentu hal itu sangat mudah di lakukan. Hanya saja ini bagian tersulit dari sebuah barang baru, yang mesti menghafalkan satu demi satu huruf. Padahal keyboard dengan huruf Querty itu memang sengaja di buat sulit. Supaya keyboard tak mudah rusak, akibat dahulu mesin ketik itu menggunakan semacam pelat yang akan saling bertumbukan kalau digunakan untuk mengetik cepat. Makanya beberapa huruf sengaja di pisah, agar tidak saling gancet.
”Benar ini adalah keyboard setiap permukaannya adalah layar OLED. Tidak mahal juga kurang lebih 200 ribu yuan.”
“Setiap ikon keterampilan di tampilkan dan akan menyala saat cooling. Ibu tidak akan khawatir aku menghabiskan CDI.“
“Semua kebagian, tangkap.” Lin Tian membagi-bagian peralatan barunya yang canggih tersebut. Demi sebuah kemenangan. Maka alat mahal tidak jadi soal. Yang penting semua berjalan sesuai dengan keinginan nya.
”Siaga…”
Si jangkung, Cao, Dua gadis temannya. Semua langsung mendapat bingkisan, dan membuka serta memainkannya sesuai keinginan Lin tian. Dan berikutnya menatap layar dengan sangat konsentrasi.
”Kamu siapa?” bentuknya berbeda. Kalau kaos sih sama. Tapi mungkin karena pemikir keras membuat bentuknya keren.
”Jangan bicara lagi. Pertandingan sudah dimulai. Ayo mulai.” Mereka tentu konsentrasi yang lebih. Dan itu berjalan sesuai rencana. Dimana konsentrasi saja tak cukup. Kepandaian juga akan kalah jika pengalaman di bantu seringnya main akan membuat segala sesuatu yang dulunya sulit menjadi gampang. Serta telah terbiasa dalam menghadapi semua pemain dan gerak langkah lawan bisa mendeteksi.
Beberapa waktu berikutnya. Sudah Nampak hasil yang benar-benar mencengangkan.
Wiped out!
“Ada apa ini? Baru mulai 5 menit sudah Wiped Out!” semua pada heran. Pemain pada jagoan, alat serba baru. Tapi mengapa? Mungkin belum terbiasa dengan alat baru. Atau level rata-rata mereka memang belum bisa menandingi lawan. Yang jelas begitulah, lima menit sudah cukup. Baru lima menit, sudah ketahuan akhirnya. Babak kedua ini lewat. Mungkin ada babak berikutnya yang lebih parah.
”Kalau ingin bermain dengan baik, peralatan juga harus bagus,” kata Xiongma Jun yang tak menyukai alat demikian. Dia lebih senang jika barangnya apa yang dia punya, bukan peralatan dari Lin Tian yang baru, namun tak sanggup berbuat banyak.
Belum pernah terjadi sebelumnya dalam hidup Lin Tian.
__ADS_1
Keadaan gawat darurat akan segera datang.