Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 194


__ADS_3

“Kita dapat melihat jungler tim pelatihan sedang berkeliaran di sungai dan di tangkap oleh tim professional. Bisakah dia membalikkan keadaan?“ Nampak jungler berpakaian ksatria kuning tengah melarikan diri dari kejaran monster hijau dengan tanduk melengkung panjang dan taring runcing yang sangat ganas. Apalagi lengan nya yang banyak serta bisa bergerak semua, bakalan dengan mudah meremukkan tubuh jungler itu andai kena dan berhasil di tawan nya.


“Jungler tim pelatihan jelas menyadari, bahwa dia tidak bisa berlari lebih cepat dari musuh, dan memilih untuk mem-flash.“ Dengan memilih itu, maka kecepatan nya menjadi sangat kilat. Namun berikutnya sulit di kontrol. Selain akan parah, bisa juga celaka di buatnya oleh kecepatan demikian. “Dia menabrak dinding, menabrak dinding!“


“Hahaha, teryata hanya pemain yang bodoh!“ para penonton menyorakinya.


“Jungler ini, dia pikir bisa bermain hanya bermodal tangan saja ya?“ yang lain mencemooh.


“Hei, jangankan dia, aku tidak punya tangan bisa kok,“ ujar penonton lain nya mengejek.


“Tidak seharusnya begini. Bisa – bisa nya aku menggunakan flash, lalu menabrak dinding,“ ujar pemain sangat menyesal telah mengeluarkan flash namun berikutnya berakhir tragis buat permainan nya.


“Peserta pelatihan, tolong perhatikan rentetan di layar lebar di atas kepala,“ ujar Lin Tian sembari mengekeh.


Nampak di layar banyak kalimat celaan.


‘Semudah itu masih saja tidak bisa’


‘Terlalu buruk’


‘Aku juga bisa’


‘Dia bermain dengan sembarangan ya.’


Itu berbagai kalimat menindas yang langsung di tujukan buat para pemain oleh penonton di layar lebar di atas kepala itu.

__ADS_1


“Huhu, keterlaluan, kalian semua menindas ku,“ si pemain sedih. Dia kemudian melarikan diri keluar arena. Demikian mudah nya dia menyerah. Merasa kalau penindasan ini benar-benar keterlaluan. Yang membuat dia merasa terasing dan tersingkirkan dari dunia maya yang selalu mencemooh kegagalan nya dalam memainkan sebuah pertandingan yang melelahkan mata serta pikiran.


“Eh, begini saja sudah tidak tahan, aku sudah mempersiapkan berbagai cara lagi loh,“ ujar Lin Tian. “Tapi bagus, lebih cepat mengundurkan diri lebih baik. Hari merugi semakin dekat.“ Lin Tian tetap saja senang. Dia akan mencari banyak-banyak orang yang demikian supaya banyak juga yang kapok untuk tidak main-main lagi. Serta lebih baik duduk diam di rumah tanpa perlu membayangkan bisa menjadi terkenal dari permainan yang di kelola oleh perusahaan namun semua itu membuat tak bisa menang atas lawan yang semakin lama akan semakin sulit. Levelnya tinggi dan poin yang banyak, maka lawan juga akan semakin mengerikan serta kesaktian nya sangat hebat.


“Ini sepertinya agak keterlaluan ya?“ ujar Sekretaris Qian Duomei.


“Menyakiti anak-anak benar-benar bukan manusia!“ kata Cao Biluo tak tega dengan anak-anak yang menangis, sembari berlari-lari. “Aku akan menghiburnya.“


“Aku mengerti. Lin Tian pasti ingin memberinya pelajaran terlebih dahulu, kemudian mendorongnya lebih maju lagi, dengan begitu lebih efisien. Saat ini seharusnya aku…“ ujar Qian Duomei paham. “Benar sekali, aku ada ide. Aku akan mengundang You Ninan kemari untuk memuji mereka.“


Katanya lagi, “Tunggu, ternyata pertama kali mendirikan bisnis grup pujian dan kemudian mendirikan pelatihan e sports, keduanya saling membantu dan membuat kemajuan bersama. Ternyata begitu skemanya. Lin Tian sangat pintar. Benar-benar menakutkan.“


#


“Itu benar, aku harus bersemangat, pro tidak boleh dijatuhkan begitu saja!“ ujar si pemain dengan semangat setelah mendapat bimbingan khusus dari kakak senior yang demikian perhatian. Tak selayaknya menjadi anak harus cengeng. Kekalahan yang di alami sudah wajar. Semua orang akan menerima hal yang sama. Ada masanya kalah, mungkin suatu saat bisa menang. Dan jika kalah tak harus terlalu larut untuk kemudian tenggelam dalam kemurungan yang mendalam, sehingga melupakan tujuan utamanya untuk menjadi pemain terhebat dalam perusahaan Tian Lin yang terkenal itu.


Kemudian HP nya berdering.


“Eh, grup fans jungler pertama pelatihan e sport Tian Lin. Fansku. Baiklah, silahkan saja komplain sebanyak apapun, aku akan menerimanya,“ ujar jungler. Dia sudah siap dengan apapun resikonya. Terkadang walau Cuma kata-kata, namun hati terlanjur terpuruk membuat akan sangat sedih hati. Selanjutnya bertambah down saja. Hanya kemantapan dan kesiapan hati yang terkadang mampu membuang rasa jengah itu.


“Semangat, kamu sudah melakukan nya dengan baik sekali.“


“Kamu memiliki pandanan yang bagus dan menyeluruh hanya dari fakta bahwa kamu bertemu pemain profesional di sungai. Bisa di lihat kalau tindakan kamu sama dengan pemain profesional.“


“Aku rasa permainan mu sudah bagus tunjukkan lebih banyak permainan mu.“

__ADS_1


“Huh, aku… aku sama sekali tidak terharu,“ ujarnya sembari mata nya berkaca-kaca. Demi membaca SMS penyemangat di layar HP nya. Tak disangka, grup itu benar-benar baik. Tak semuanya mencela. Bahkan mungkin itu hanya akun fiktif yang di motori You Ninan, namun hal itu sangat membuat nya tenang. In hanya dunia ilusi. Ada kata kasar, namun di lain waktu banyak juga yang memberi semangat. Yang jelas sebuah ilusi yang terus memutar di antara permainan yang hanya menampilkan dunia maya begitu.


#


Tim pelatihan.


Semua pemain pelatihan nampak lesu.


“Apa kalian melihat bedanya kalian dengan tim professional? Masih ingin terus menjadi pemain professional? Lebih mudah menang pertandingan atau sekolah?“ tanya Lin Tian. ‘Bagus – bagus, hasilnya bagus sekali, tidak sampai seminggu pasti semua sudah menyerah.’


Para siswa pelatihan terus memperhatikan HP canggih mereka. Nampak setelahnya menghadapi kekecewaan.


“Benar, sedikit halangan tidak berarti apa-apa, hanya dengan ketekunan baru, kita bisa maju. Masa depan kita sangat gemilang.“


Lalu anak-anak menemui pelatih.


“Pelatih, Kita mau menambah porsi latihan.“


Pelatih terkejut, “Ah… Lin Tian begitu menakutkan. Tak disangka, hanya dalam 30 menit, sudah bisa membuat anak-anak ini aktif.“ Ternyata anak-anak bukan lah takut lagi akan pelatihan yang sangat menguras tenaga ini, mereka bahkan terpacu untuk bisa mempelajari dan mengalami pelatihan yang sangat berat, agar semakin terpupuk jiwa semangat nya, serta


#


“Halo, Zhai Shen, segera tambah kuota peserta pelatihan. Agar lebih banyak orang yang bisa merasakan pelatihan yang kejam ini. Harga selanjutnya, buat di bawah modal, perluas batasan umur, semakin banyak peserta semakin bagus,“ ujar Lin Tian terus memberi arahan pada Zhai Shen melalui telepon genggam nya.


Peringatan mendapat laba…

__ADS_1


__ADS_2