
“Mari kita bersenang-senang bersama,“ ujar Bos Zhou yang tak tahan. Ingin dengan segera dia mencakar-cakar pakai tangan terentang itu.
“Iya…“
Dalam rengkuhan. Namun tiba-tiba…
Argh!
Bos jatuh terjengkang. Penyanyi itu demikian kurang ajar menghajar dia padahal sedikit sekali rasa kurang ajarnya tadi. Tapi sakitnya tuh kebangetan. Demikian kuat si penyanyi tadi menghajar nya yang tak tanggung – tanggung.
“Tidak dilanjutkan lagi, ini masalah kesenangan kan?“ ujar penyanyi, tak ingin bersenang-senang. Senang-senang apa. Semua hanya uang. Kalau di bayar sudah. Dia tak senang. Tak mau uang. Makanya lebih baik main hajar saja. Itu lebih menyenangkan dari pada senang-senang yang lain. Misal makan cilok atau perkedel lunak, lebih baik demikian saja. Mampus - mampus luh. Orang kalau kurang ajar begitu. Hanya pantas tersudut di ujung ruang dengan meraung-raung yang cukup berarti. Sehingga di kemudian waktu tak akan lagi inginnya senang-senang terus tanpa memikirkan orang lain yang belum tentu senang. Sebab menyanyi adalah pekerjaan, dan senang-senang bisa merusak pekerjaan.
“Benar-benar merusak suasana.“
Penyanyi membuka topeng. Ada misteri di baliknya. Si cantik nan seksi tersebut…
“Siapa kamu? Kemana gadis cantik tadi?“ ujar Bos Zhou kecewa. Tak disangka topeng itu menjadi misteri yang membingungkan buatnya. Dia hanya ingin bersenang-senang, tapi hasilnya bukan rasa senang, tapi kecewa yang sangat berat.
“Tak disangka kamu masih berani tanya! Apa aku kurang cantik, sehingga tidak bisa memuaskan mu? Mananya yang tidak sesuai menjadi gadis cantik?“ ujar Lin Tian ngeledek.
__ADS_1
“Kamu, kamu… Apa-apa an semua ini!“
Memanggil orang dengan HT. dia sangat kecewa dengan semua ini. Dia harus meminta ganti rugi. Penyanyi yang sangat idaman tadi menghilang diganti dengan orang aneh yang tak bertopeng lagi.
“Disini ada orang gila. Cepat kemari!“ ujar sang Bos dari ruang VIP itu supaya orang-orang nya bisa datang secepatnya.
Karena mesti secepatnya itu, anak buahnya membuka paksa pintu yang terkunci dari dalam. Tentu hal yang mudah bagi para kuat demikian jika untuk urusan dobrak mendobrak. Jangankan hanya pintu demikian, lapis baja juga dia akan hajar. Karena sudah sering berlatih, serta sudah banyak gambaran tentang mendobrak pintu yang sangat sulit sekalipun. Asalkan tidak di kunci dengan mantra yang kuat dan ilmu sihir, maka akan cepat dilakukan. Beda dengan menggunakan mantra gaib tersebut. Walau kadang sepele, misalkan dengan tali saja, maka baru bisa terbuka dalam waktu lima ribu tahun mendatang. Itu karena saktinya, sehingga terkadang pintu tersebut tak terlihat. Sehingga menjadikannya aman.
Terus mengepung Lin Tian si penyanyi jadi-jadian itu. Dari segala penjuru. Penjuru. Sehingga tak mungkin si bocah cewek yang ternyata punya cula itu bakalan terlepas. Kalau tak sengaja dilepas. Namun sang bos menginginkan dia ditangkap. Maka itulah. Kepungan rapat mesti dilakukan. Bukan berarti satu orang kekar demikian tak mampu menangkap si lemah, namun biar tak lepas dan mendua kerjaan maka itu yang pantas dikenakan buat anak yang sok berani-beraninya beralih rupa. Ya ini yang didapat. Kepungan rapat. Lalu ditangkap. Kemudian bakalan dihajar habis-habisan hingga tak lagi-lagi berbuat nekat yang hanya cari penyakit saja. Itu maksud bos kaya yang dipermainkan orang jelek itu.
“Bocah kamu merusak hari baikku. Sekarang kau akan merasakan penderitaan!“ ujar Bos Zhou mengancam. Dia tak main-main. Dengan memanggil anak buahnya yang begitu tega, maka itu salah satu yang menjadi bagian dari ancamannya. Buat apa memanggil-manggil orang kalau hanya untuk main-main. Tentu semua dilakukan karena kemarahan. Dan rasa yang mendalam itu mesti terlampiaskan. Kekecewaan yang dia dapat harus berujung pada musuh yang mesti merasakan balasan. Dan anak buahnya akan segera membantu melaksanakan itu.
“Tak disangka kamu tidak bisa bermain orangnya!“
“Kalau begitu kita sama-sama,“ ujar Lin Tian sembari menodongkan jemarinya. “Lihat orangmu, orang hebat, atau pistolku yang lebih hebat.“
Semua tercengang melihat Lin Tian hanya menodongkan pistol jari saja. Untuk apa demikian. Revolver dengan isi enam peluru saja belum tentu membuat mereka takut. Bahkan satu peluru betulan juga tak mesti membuatnya binasa kalau tak mengenai daerah vital. Sebab mereka juga akan mengelak andai dia benar menembakkan senjata yang asli. Ini malah main-main. Tidak bisa begitu, ini tak mungkin dibiarkan, mesti diatasi segera.
“Beraninya kamu mempermainkan kita! Serang! Semuanya serang!“
__ADS_1
Dig!
Satu pengawal terjengkang! Tak disangka. Pistol jari itu benar-benar bisa membuat musuh terkapar. Benar-benar ilmu sulap yang aneh. Hebat. Namun sangat mengerikan. Karena berhasil membuat terjengkang itu.
“Ini…“
Satu dia tembak lagi.
Di kanan nya juga.
Semua terkapar walau hanya dengan pistol jari. Demikian hebatnya tenaga dalam bocah itu. Sehingga mampu menghempaskan demikian banyak orang hanya dengan menggunakan acungan dua jari saja yang terarah secara tepat dari jarak yang dekat ini. Semua melihatnya demikian. Satu kali sentak, maka peluru langsung menghambur. Dan memaksa orang-orang itu terjengkang.
“Kali ini Lebih baik kamu mendengarkan aku baik-baik.“
“Si Siluman… Silahkan bicara apapun akan saya lakukan,“ ujar Bos Zhou yang begitu ketakutan. Melihat kini dia hanya sendirian saja. Anak buahnya habis. Maka tak banyak yang bisa dia lakukan kini.
Yang menembak ternyata Xiaoli. Dia berlindung di balik tempat persembunyian yang sangat bagus. Dari situ dia bisa dengan jelas mengamati gerak-gerik musuh, namun lawan tak menyadarinya.
“Wow kak Xiaoli, kamu hebat sekali!“ ujar Cao Biluo yang begitu mengagumi ketepatan dalam membidik musuh untuk jarak yang demikian jauh. Dia tentu saja tak sanggup. Paling hanya kalau menginjak kepala pembantu gundul itu dia bisa. Tidak banyak orang yang bisa demikian. Mesti perlu latihan yang keras dan tekun agar hal yang sulit itu bisa teratasi. Lagipula alat demikian tak banyak yang punya. Harus berlatih pada lokasi khusus. Karena alatnya mahal, serta pelurunya juga sulit di dapat.
__ADS_1
“Ini hanya peluru bius, masalah kecil.“ Sembari tersenyum di puji gadis cantik itu. Sudah sering dia berlaku begitu pada pemuda di sana, tapi jarang mendapat pujian yang mantap. Sehingga kali ini adalah sebuah keberuntungan. Mungkin lain kali dia akan bertindak sebagai hero di depan gadis itu lagi. Biar mendapat sanjungan.
“Lin Tian sampai mana kamu akan melangkah?“ Ada yang memperhatikan kegiatan Xiaoli rupanya. Jadi dia tahu semua itu akal-akalan Lin Tian supaya bisa memperdaya orang-orang buas di dalam sana supaya jera dan tak main-main lagi dengan yang namanya permainan jahat demikian.