
“Gawat! Gawat Direktur Lin!“ ujar si peternak Guang langsung masuk ke ruang pribadi Lin tian di kantor Tianlin yang penuh kaca itu dan tinggi itu.
“Sih tunggu aku selesai menonton film ini dulu. Jangan bicara dulu editan kasar pengelana bulan ini benar-benar bagus,” kata Lin Tian yang masih asik melihat film dengan editan yang sangat bagus. Apalagi demikian menyentuh. Itu seperti drama luar negeri yang begitu dalam. Sehingga bisa langsung terasa sampai ke dasar jiwa jika melihatnya. Juga sangat kreatif dan lain dari yang lain. Itu yang membuat seakan enggan melupakan barang sekejap saja jika tengah melihat nya.
“Maaf saya tidak bisa menunggu lagi. Terjadi masalah besar dalam perhitungan akhir dana daging babi,” ujar Guang si peternak babi yang tengah panik. Makanya hal sepele itu langsung dia ungkapkan daripada mesti menanti terlampau lama. Apalagi sekarang hanya untuk urusan yang tak sulit juga mesti lama-lama dalam menanti. Itu yang sedikit menjenuhkan. Makanya mesti tergesa-gesa.
“Dana daging babi bukankah hanya tinggal menunggu pembayaran dari pabrik daging dan pasar saja?” tanya Lin Tian.
“Daging babi kita sudah di tolak.” Bagaimana tidak. Kan dimana-mana memang di tolak.
“Di tolak? Kalau begitu dananya berhenti. Aku tidak bisa menggunakannya untuk perkembangan pendidikan usia dini dan investasi film,” kata Lin tian berang.
Lalu dia berpikir, “pengelana bulan adalah karya yang jelas bisa mengguncang pasaran. Tidak mungkin aku mengorbankan nya.”
Sementara Cao Biluo selalu berpromosi, “se-miskin apapun tetap harus sekolah. Tidak boleh miskin pengetahuan. Kalau kita tidak memberikan tutor pada anak TK, bagaimana dengan lembaga pendidikan yang tidak benar?”
“Huh kamu kira grup tianlin gampang di tindas ya?” kata Lin Tian. “Kita pergi memeriksa dulu. Untuk mencari inti masalah nya.”
#
Di ruah makan fresh meat.
__ADS_1
“Guru kenapa hanya ada sedikit daging saja. Tidak ada barang masuk?“ tanya Lin Tian.
“Bukannya tidak ingin memasukkan barang. Tapi aku tidak punya uang untuk membeli barang,” jawab Guru.
“Apa daging babi kita semahal itu?” tanya Lin Tian.
“Tidak, bahkan lebih murah dari harga normal yang dulu,” jawab Guang.
“Bukan harganya yang mahal, tapi karena harga pasar cloud terlalu rendah,” jawab guru yang membandingkan harga daging sama dengan harga sawi.
“Minggu lalu ada beberapa produsen yang memulai pasar cloud mereka. Menggunakan modal miring untuk mensubsidi tukang daging dan juga mensubsidi pasar cloud sehingga mereka dapat menjual harga daging babi dengan murah. Tukang daging senang, pembeli senang, kami tidak beruntung,“ jelas guru. Sembari menggambar triangle logika nya.
Lin Tian kemudian berpikir.
“Ini tidak wajar, ada sistem yang ingin merugi, hanya aku seorang. Kapitalis ini pasti sudah mensubsidi pembeli dan penjual untuk terlibat dalam monopoli. Kemudian setelah penjual kaki lima menghilang, mereka akan menekan para tukang daging dan pembeli.“ Sehingga tukang daging dan pembeli sama-sama menangis sembari melihat kalau kantong mereka telah kosong.
“Menyebalkan, cara ini sama dengan merek - merek yang lain nya itu. Aih, jangankan tidak bisa menjual daging lagi. Penjual sayur dan buah, serta bumbu - bumbu juga, semuanya sudah gulung tikar,“ tegas Lin Tian. “Mereka tidak bisa bertahan hidup di kota dan memilih kembali ke kampung halaman. Sialan! Apa para kapitalis itu setidak tahu malu, sampai seperti ini?“
Lalu ucapnya pada si tukang peternak babi, “Guang Touqiang, ayo kita pergi!“
“Direktur Lin, tunggu aku,“ ujar Guang mengejar.
__ADS_1
#
Dalam kantor pasar Cloud.
“Ayo, Direktur Lin, kenapa anda punya waktu untuk mengunjungi perusahaan kita?“ tanya pemilik perusahaan.
“Daging babi kalian, masuk dengan harga murah,” ujar Lin Tian antara mengadu dan mengeluh. Mengapa hal ini bisa terjadi. Sehingga banyak orang di pihak nya yang berikutnya berkeluh kesah akan kondisi yang kurang baik bagi mereka. Dan itu bukan hanya dari satu segi, namun berpengaruh pada bidang-bidang yang lumayan vital bagi perusahaan Tianlin yang sudah secara besar-besaran mengakuisisi banyak perusahaan beraneka jenis dan peternakan yang sebelumnya menjelang bangkrut supaya bangkit dan eksis kembali.
“Benar kan, semuanya berkat jebakan dari Direktur Lin,“ jelas pemilik pasar Cloud.
“Jebakan?” Lin Tian malah bingung.
“Benar sekali. Dulu, anda mensubsidi pesan antar besar-besaran, sampai menekan saingan lain nya. Kemudian anda juga mensubsidi pendidikan usia dini dengan besar-besaran, memonopoli pasar, kami semua melihatnya dengan jelas. Sebelumnya, anda membeli peternakan babi, bukankah memberi semua orang sinyal, untuk masuk ke industri penjualan sayur,” jelas pemilik pasar Cloud. Secara detail dan gambling dia mengungkapkan apa yang sudah di kerjakan oleh pasar cloud mereka untuk bersaing dengan pedagang lain nya, supaya mereka sendiri tidak mengalami kebangkrutan akibat berbagai strategi aneh yang dilakukan oleh pedagang kaki lima, serta para pedagang lain yang sebelumnya telah mendapat banyak untung dari kegiatan mereka yang melakukan penjualan murah serta pembelian dari awal barang berada di peternakan yang banyak menghasilkan daging dengan harga yang menggiurkan itu.
Lin Tian hanya bisa ternganga.
“Kali ini, kami sudah belajar dan bergerak cepat. Bukankah ini adalah mengikuti langkah anda?” kata Pemilik pasar. Jadi dia tidak merasa bersalah, sebab sebelumnya sudah ada yang menggunakan politik demikian untuk berbagai tujuan dalam menjalankan usaha bisnis mereka yang terkesan agak aneh. Dan setelah di coba ternyata banyak berhasil. Maka hal itu yang kemudian berkembang di pasar. Semua mengikuti tingkah laku serta pola yang sama dan dilakukan secara sembarangan namun akhirnya bisa mendatangkan untung besar-besaran bagi perusahaan mereka. Itulah yang kini berkembang. “Tidak mungkin anda menghabiskan sumber daya sebesar itu hanya untuk merugi kan? Bukankah itu licik?”
‘Ternyata badutnya aku sendiri,’ keluh Lin Tian. Dia tak menyangka, orang-orang sekarang sangat cerdas dalam menyikapi keadaan. Sehingga apa yang di lakukan orang lain, maka bakalan menjadi boomerang buat dirinya sendiri, dengan melakukan teorema yang sama dan dikenakan pada pasar untuk mencontoh pendahulunya yang melakukan manuver kegiatan yang sangat bertolak belakang dengan tingkah laku yang sebelumnya dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka. “Siapa yang menyangka, saat aku sudah ingin benar-benar mencari untung, Malah di celaka oleh tindakan ku yang mencari rugi. Bagaimanapun juga, perang ini, aku akan melakukan nya. Kalian telah mengkhianati rakyat, aku akan mewakili langit untuk mengadilinya.“
Pemilik pasar Claud hanya bisa terdiam menyaksikan kemarahan pemilik Tianlin itu.
__ADS_1