Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 279


__ADS_3

Domestic Arrivals 2.


Nampak Luo Ningning dengan pakaian simple dan menyeret kopor merah jambunya, terus memantau HP kesayangan untuk menuju ke lokasi kerja yang dijanjikan perusahaan Tianlin.


“Halo, aku sudah sampai. Selanjutnya, aku akan masuk ke perusahaan Tianlin untuk mencari tahu kebenarannya,“ ujar Luo Ningning tengah berbicara dengan seseorang.


“Apa? Luo Ningning, kamu masih tetap mau masuk ke perusahaan Tianlin. Bukannya kamu bilang kalau itu adalah jaringan MLM?“ ujar Temannya.


“Aku tidak akan berbuat jahat. Aku juga paling benci dengan MLM. Awalnya, aku akan mengatakan ini untuk menentang Lin Tian. Tapi gaji yang dia tawarkan terlalu banyak,“ ujar Luo yang tak berani menolak tawaran menggiurkan itu.


“Bagaimana kalau semua yang ditawarkan hanyalah omong kosong, tidak mendapatkan uang sama sekali, karena dia tidak bisa dipercaya?“


“Mereka… Bukan dia, Lin Tian. Sudah membayar setengah gaji 1 tahunku,“ ujar Luo Ningning yang masih menunggu dengan kopor yang penuh pakaian di genggamannya.


“Pokoknya, kamu harus melapor keadaan setiap waktu ya, kalau ada yang tidak beres, segera lapor polisi,“ pesan merah dari balik HP kesayangan itu.


“Ah, aku tutup dulu. Mobil sport yang dikirim perusahaan sudah datang,“ ujar Luo Ningning segera saja menutup ponselnya akibat yang di nanti sudah mulai mendekat. Esok atau lusa bakalan di sambung kembali.


“Mobil sport? Halo…” Dia keheranan, bagaimana mungkin, karyawan begitu saja sudah di beri mobil sport yang jika tidak hati-hati, maka bakalan menabrak pembatas jalan, dan membuat mobil terguling-guling tak karuan.


“Jangan lupa mengambil gambar ya, kumpulkan bukti,“ ujar temannya supaya lebih berjaga-jaga dengan segala sesuatu yang belum jelas baik tidaknya itu.


Tak berapa lama kemudian,

__ADS_1


“Secepat ini mengirim foto?“ Justru dia yang terhenyak karena tak menyangka apa yang dia cemaskan bakalan terbukti. Gambar itu buktinya.


Nampak dengan jelas dalam layar monitor HP tersebut yang si gadis Luo Ningning dengan mobil jemputan berwarna biru mengkilap yang sungguh sulit di cari bandingannya jika hanya menatap jalanan ramai.


“Apa ini yang namanya meminta bantuan? Ini jelas-jelas adalah pamer!“ ujar temannya sembari membanting HP menyebalkan yang suatu saat bakalan di ganti dengan yang lebih berarti.


#


“Sudah sampai,“ Nampak mobil sport biru itu telah sampai di suatu halaman terbuka hijau yang jauh dari mana-mana. Disitu yang katanya sudah sampai tujuan.


“Ternyata benar. Bukan perusahaan Tianlin Grup. Tapi aku malah dibawa ke hutan liar, pegunungan, mereka mau mengganti tempat untuk menangkap aku,“ ujar Luo Ningning semakin curiga saja.


“Hehe akhirnya datang juga,“ ujar Direktur Lin yang mengagetkan karyawannya. Benar-benar seorang yang sangat mengedepankan gurauan, apalagi terhadap karyawan baru.


Tentu saja hal ini membuat batin Luo terperanjat. Tak menyangka direktur yang sangat berwibawa itu sudah ada di depan muka.


“Eh, semua sudah ketahuan olehmu ya, ternyata pikiran kita tersambung,“ ujar Lin Tian. “Kalau begitu ikut denganku. Mari kita pergi lihat sendiri.“


Mereka menuju ke lokasi yang sulit di jangkau. Bahkan sampai merayap-rayap segala.


“Gunung seperti ini, kelak susah untuk melarikan diri,“ ujar Luo Ningning yang dengan susah payah akhirnya mampu mencapai puncak.


“Lihat, ini adalah rencana yang selama ini aku sembunyikan,“ ujar Lin Tian sembari menunjuk ke arah sesuatu yang sangat istimewa.

__ADS_1


“Ini…“ Luo Ningning yang di tunjukkan sesuatu itu semakin terperangah. “Ih indah sekali….“


Diperhatikan pemandangan menawan itu.


“Kamu bilang, ini adalah yang kamu rencanakan?“ ujarnya pada Lin Tian.


“Benar, ini adalah penginapan baru karyawan Tianlin Grup. Pulau Tianlin,“ jelas Lin Tian. ‘Hahaha, pengeluaran ini benar-benar telah menutup semua keuntungan yang dulu kau dapatkan. Aku Lin Tian dewa merugi,’ ujar Lin Tian mengekeh.


“Penginapan karyawan? Maksudmu adalah….“ Luo tak sempat menyelesaikan ucapannya. Dia hanya bisa terperangah dan semakin terperangah saja pada apa yang di tawarkan perusahaan ini yang begitu menggiurkan untuk tak membuatnya berpaling pada yang lainnya.


“Benar, mulai darimu, semua karyawan baru akan tinggal di sini. Karyawan lama akan berangsur pindah kemari,“ ujar Lin Tian. Dia menjelaskan apa-apa saja yang menjadi hak karyawannya, supaya tidak menjadi kecemburuan social akibat di perusahaan lain mendapatkan gaji yang tinggi, namun di lingkungan sendiri justru enjadi orang yang terbuang dan terkekang. Inilah fungsinya sebagai perusahaan yang baik, dan paham akan kebutuhan karyawannya, sehingga nantinya bakalan menjadi partner kerja yang saling menguntungkan untuk tidak merugi.


“Hidup grup Tianlin! Selamanya aku akan mencintai grup Tianlin,“ ujar Luo Ningning. Dia sangat terharu. Jarang-jarang ada perusahaan yang bisa berlaku demikian adil. Sehingga sangat membuat hatinya terenyuh untuk tidak mencintai perusahaan ini, dan demi sebuah peluang yang sangat manis, maka mesti di korbankan hari-hari bermainnya dan menggabungkan diri untuk bisa lebih baik lagi dan harapan selanjutnya, tentu dengan mempunyai pekerjaan mapan begitu, bisa membuatnya lebih berarti lagi, tanpa mesti membuang waktu untuk bermain terus.


“Hari ini, Tianlin property akan membawamu untuk memilih kamar. Kemudian untuk merayakan gari pertamamu bergabung, kamu akan diberi libur 3 hari tanpa potong gaji, untuk beradaptasi. Apa ada masalah?“ ujar Lin Tian.


“Belum mulai kerja sudah diberi libur 3 hari, Hua… Direktur Lin, apa aku benar-benar pantas diperlakukan seperti ini?“ Luo Ningning sangat terharu. Dia merasa kalau merasa menjadi anak mas dalam perusahaan baru tersebut. Seakan dia demikian di butuhkan. Cuma belum tahu saja, nanti kalau sudah tak terpakai bakalan di tendang, dan di buang seperti karyawan lain yang sudah lama berkarya.


“Bermainlah sepuasnya. Bukankah tujuan kerja hanya untuk menikmati kehidupan,“ ujar Lin Tian memberi kebebasan. Sebab memang, jika bekerja dengan hati nyaman, maka bakalan sanggup untuk melaksanakan tugas dengan baik, dan kinerja yang tengah di hadapi akan menghasilkan sesuatu yang sempurna juga. Inilah asiknya kalau segalanya dilakukan dengan sangat nyaman tanpa ada tekanan kerja yang harus di tuntaskan dalam suatu waktu yang sangat mendesak.


“Direktur Lin, Lin Tian, benar-benar legenda,“ ujar Luo Ningning sembari mengambil gambar untuk di kirim ke semua rekannya. Terutama dia yang lagi memantau untuk memberi bantuan jika saja di butuhkan dan cepat tanggap untuk menghubungi pihak berwajib jika sampai ada masalah. Sehingga kerugian yang di buat tak terlampau banyak, untuk kemudian di selamatkan.


Lin Tian tengah berdiri mematung. Di depan sana Nampak lembayung kemerahan cahaya di langit kelam yang begitu memukau mata. Dan terlihat keindahannya…

__ADS_1


LUKISAN DUNIA.


KARYA DAN PRESTASI TERSEMBUNYI LIN TIAN 3.


__ADS_2