
“Aku mau bertugas dulu, pelajari dulu kontrak kerja sama dengan pihak resmi. Atasan kami berpesan, kalau harga bisa dibicarakan,“ ujar Zhao Wei Wei.
“Harga bisa dibicarakan? Apa aku bisa meminta mereka untuk membuat ku mengeluarkan semua biaya?“ ujar Lin Tian ingin mengeluarkan dana maksimal untuk dua baner yang langsung dia hamparkan tentang sahabat lansia dan jaminan sosial. “Hahaha, ingin membuatku mendapatkan untung. Mustahil. Untung aku sudah memiliki rencana cadangan yang menjamin keamanan ku.“
Lin Tian mengeluarkan kartu kuning dengan logo palang merah. “Tak di duga kan? Kartu kesehatan untuk seluruh kurir lansia. Semua yang tidak di tanggung oleh kartu kesehatan dari ku, Lin Tian.“
“Apa, ada kartu kesehatan juga, bukankah kartu seperti ini biasa nya di pakai di mall dan super market?“ tanya ahli ekonomi dengan sangat keheranan. Tak menyangka kalau sang Bos banyak saja cara nya.
“Tentu saja, orang biasa tidak akan memiliki nya, tapi aku adalah Lin Tian. Aku akan menaikkan harga 20 %, kartu 100 yuan di jual 120 yuan.“
“Sih, menakutkan sekali. Apa semua orang kaya berlaku seperti ini?“ ujar si ahli sembari membayangkan jika semua orang akan mendapat fasilitas gratis dengan taka da tambahan apapun termasuk menaikkan kelas kamar dan vaksin gratis. Padahal biaya itu tentu saja sangat mahal. Dan bakalan di bebankan dengan pajak. Tapi kini di tanggung perusahaan.
“Ayo! Kita pergi ke rumah sakit, untuk membuat kartu. Pertama-tama, kita akan memproduksi puluhan ribu kartu dulu,” ujar Lin Tian yang paling siap.
“Direktur Lin telah mengerahkan seluruh pikiran nya untuk kesehatan para lansia. Semoga dia bisa mendapatkan untung dari sini.“ Doa para seluruh karyawan.
#
Kala itu, di Rumah sakit mewah…
__ADS_1
Nampak bertumpuk kartu kesehatan dengan jumlah yang demikian banyak.
“Bagus sekali. Kartu - kartu ini bisa membakar uang selama dua bulan,” ujar Lin Tian puas.
“Kalau begitu, biarkan aku mengerahkan tenaga ku, untuk memindahkan barang-barang ini,“ ujar karyawan nya ingin membantu supaya ruangan juga bersih.
“Tidak perlu, aku akan membayar orang untuk memindahkan nya. Selanjutnya dengarkan instruksi dariku saja, tidak perlu mencari pekerjaan sendiri,” ujar Lin Tian yang enggan kehilangan kerugian lagi.
“Ternyata begitu, aku mengerti sekarang. Professional. Melakukan semua nya secara professional, tidak akan melewati batas. Apa ini adalah rahasia keberhasilan Lin Tian,” ujar ahli yang sudah sangat ahli membaca pikiran orang baik hanya dengan melihat gestur tubuh atau aura wajah yang Nampak kala itu. Serta tingkah polah yang sangat aneh.
“Petugas P3K Beri jalan“
Pada terkejut saat melihat yang lewat.
Lin tian langsung melompat karena kaget.
“Apa ini kenapa mengerikan sekali mukanya?“ ujar yang ada di situ dengan rasa takut nya. “Apa itu zombie, dunia akan kiamat?”
“Semuanya ini bukan komik dunia kiamat. Tidak ada zombie,“ ujar petugas menerangkan. Agar semua tak perlu takut-takut lagi pada hal yang berbau mistis.
__ADS_1
“Pasien tadi adalah staf rumah hantu, karena terlalu menakutkan. Dia mendapat pukulan dari pengunjung yang ketakutan melihat nya,“ ujar petugas berseragam sembari menampakkan foto asli nya dan kartu karyawan di suatu rumah menakutkan. Bahwa dia benar-benar telah habis kena tonjok yang sangat mengenaskan akibat para penonton yang terlampau hanyut dengan suasana di dalam rumah hantu yang demikian benci dengan para mayat hidup. Makanya dia berusaha membuat hantu-hantu itu benar-benar menjadi zombie betulan dalam peti mati agar tak menakutkan lagi.
“Pantas saja, akhir - akhir ini rumah hantu cukup populer, cukup menakutkan. Sayangnya persaingan terlalu ketat. Tidak bisa menghasilan uang,“ gumam sang ahli yang langsung terbayang, bagaimana rumah hantu sering kali hadir di kota dengan acara yang rutin. Bahkan di hiburan malam tertentu terkadang beberapa waktu saja di buat dadakan. Misalkan sekaten, pasar malam, dan pada pusat perbelanjaan, akan di buat rumah seram begitu, supaya masyarakat terhibur.
‘Tidak bisa menghasilkan uang…’ Lin Tian langsung kepikiran. “Aku sudah memutuskan, Perusahaan akan secara resmi memulai rencana operasional rumah hantu. Aku, Lin Tian, paling tidak takut dengan hal-hal yang berbau hantu spiritual,“ ujar nya sangat senang. Rupanya dia tak takut pada apapun. Kini…
“Itu bos….“ terdengar suara sedikit serak. Seakan tengah menahan sesuatu. “Boleh turun tidak? Saya sudah tidak kuat menggendong anda lagi.“
#
Nampak di suatu ruang rapat. Terlihat ada papan pengumuman. Di depan sana, pada bagian depan dekat mimbar, Nampak tertulis,
RAPAT BESAR PERENCANAAN RUMAH HANTU TIAN LIN.
“Pertama-tama suasana di dalam rumah hantu tidak boleh terlalu menakutkan,“ ujar Lin Tian sembari memencet remote agar papan berganti slide, yang menuliskan supaya bagian terpenting, yaitu horor nya tak demikian seram. Sebab sekarang, tontonan yang tak terlampau seram bisa laku keras. Paling tidak yang paling laku di sini adalah tayangan yang tak terlampau menyeramkan, namun seakan dunia nyata saja, yang banyak di minati orang. Yang mengagetkan justru kurang di sukai. Bisa membikin jantung rontok, bulu kuduk terus berdiri, juga nafas seakan mendadak berhenti. Itu kurang layak.
“Semua hantu menyeramkan, zombie, hantu legenda, Tidak akan digunakan. Biarkan cahaya kebenaran menyinari dunia.“ Terang Lin Tian. Dia sendiri tak suka mahluk semacam itu. Bisa-bisa dia menyuruh para karyawan yang lebih banyak nanti untuk mendukung nya supaya lebih tinggi lagi dari lantai. Akan mengerikan lagi jika ada hantu boneka pembunuh, cakar seram, perempuan berambut panjang seperti kuntilanak, gendruwo, sundel bolong, atau putri salju aokigahara, serta perempuan penuh belatung yang baru bangkit dari kubur, tentu tak mengenakkan. Darah. Merah. Seram kan? “Karena ada cahaya kebenaran, maka rumah hantu tidak boleh di buat terlalu gelap. Latar belakang kita akan menggunakan latar belakang kantor halte bus. Dan tempat umum yang terbuka dan bersih lain nya. Fitur - fitur seperti memecahkan misteri, memecahkan password, dihapuskan,“ jelas nya lagi, supaya semua nya bergerak sesuai dengan apa yang di ingin kan nya dan tak bergerak sendiri – sendiri yang nanti hanya akan membuat susah di atur.
‘Suasana tidak menyeramkan lokasi tidak spesial tidak ada fitur menarik seperti memecahkan misteri secara sempurna menghilangkan 3 daya Tarik rumah hantu. Kalau begini terus pasti akan merugi.’
__ADS_1
Rumah hantu Lin Tian. Sangat menyeramkan. Di bikin dua lantai. Penuh hantu. Ada bayang-bayang di jendela. Langit yang memerah, serta atap puri yang runcing, sungguh suatu yang sangat menyeramkan. Belum lagi bayangan pintu yang gelap. Sudah terbayang betapa mengasikkan nya kalau masuk ke dalam nya yang penuh dengan nuansa meremang begitu.
Sembari membawa palu strom breaker, dan senyum menyeramkan nya, dia berkata, “Aku, Lin Tian, juga akan memiliki satu rumah hantu. “