
“CEpat datang cepat datang“
“Aku di gank“ Ujar lin tian seraya menggunakan alat canggihnya
Klang
“Permisi hanya kamu sendiri saja yang buka warung di pasar malam ini?“ tanya pengunjung cewek yang sangat antusias melihat hiburan tapi sayang tak ada penjual jajanan yang sangat dia idamkan itu. Karena kalau menonton tapi taka da makanan rasanya belum menonton saja, disampingnya kelaparan sungguhan. Sayang.
“Apa yang terjadi di pasar mala mini, baunya seperti tangki septik,“ Ujar pemuda sembari memalingkan muka
“Bau sekali. Tidak heran tidak ada yang buka warung lagi. “ Kata yang lain terus saja menutup hidung.
“Kalian juga ingin gank padaku? “
“Tidak beres dari ekspresi mereka sudah terlihat kalau mereka bukan dating untuk membeli makanan“Gumam lin tian
“Untung saja 8 hari ini tidak di tusuk dari belakang. “
“Aku tidak boleh mendapatkan untung lagi. “
“Bos buatkan 20 gelas bubble tea“ Ujar seseorang
Lin Tian terbelalak.
“Aku mulai ragu. Aku ini beruntung atau tidak beruntung,“ ujar Lin Tian mulai kacau jika tak merugi. Maka pendapatan dari sistem untuk resiko kerugian yang dia dapat akan kacau. Bisa tidak cair, bahkan untuk hari raya nanti bakalan tak ada dana untuk berbagi nantinya. Inilah kacaunya. Berharap rugi, namun taka da orang yang tahu. Jadi mereka-mereka ini yang malah mengacaukan rencana. Tapi kalau di bilang sama mereka kalau ingin rugi, tentu sistem tak akan mau mengganti rugi. Jadi bakalan parah. Malah dianggap tak bagus.
“Kami baru saja mendapat laporan dari penduduk sekitar“
“Mereka komplain kalau bau busuk mengganggu mereka“ Ujar polisi Zhou yang tiba-tiba dating bergerombol dengan rekan-rekannya yang memakai seragam cakep.
__ADS_1
“Kakak zhou bertaruh dengan kami, kalau hanya lin tian kamu seorang yang bisa melakukan perbuatan seaneh ini. “
“Kami tidak percaya. “
“Taruhannya adalah 20 gelas bubble tea aku tahu ini aku beri kalian gratis“ Kata Lin Tian
“Bukan 20 gelas. Tapi satu orang dua puluh gelas“
“Kita ada 20 orang. “ Kata polisi tampan
“20 orang x 20 gelas x 10 yuan \= 4000 yuan. Untung saja tidak begitu banyak. “
“Tentu saja kami sendiri hanya mengeluarkan 4000 yuan. Kamu untung besar. “ Ujar kak zhou
“Ha? “
Lin Tian ternganga.
#
Di lain lokasi.
Pada suatu ruangan dengan kondisi yang sangat nyaman.
Ada diskusi kalangan atas. Delapan orang dengan muka tak jelas mengelilingi meja bundar.
“Ini adalah tiga dokumen survey dari Malaysia. Daerah pegunungan, pengentasan kemiskinan yang ditargetkan. Dan bisnis perkotaan kecil,“ ujar pejabat kota tengah menunjukkan sesuatu hasil dari survey yang dia lakukan pada pasar malam aneh milik Lin Tian.
“Awalnya saya pikir itu masalah sepele. Tetapi aku menemukan bahwa itu ada arti tersembunyi. Pembelian dalam jumlah besar. Adalah Lin Tian pengusaha muda.“
__ADS_1
Sembari menampilkan gambar Lin Tian yang paling cakep.
“Aku melihat sepak terjangnya, dia benar-benar masih muda.“
“Dia adalah pengusaha aneh, berbeda dengan generasi kedua konglomerat. Selain itu yang paling hebat darinya adalah cara pemasaran.“
“Benar. Setiap kali dia selalu tidak serius memasarkan. Melainkan mengadakan sesuatu dan mengundang perhatian. Selain itu setengah jam yang lalu dia beraksi lagi. Jadi kita harus mendukungnya. Ayo kita masuk ke sudut pandangnya. Kenapa dia melakukan semua hal ini. “
“Mudah saja mari kita lihat sepak terjangnya.“
“Durian. Adalah produk impor negara kita.“ Mungkin ini yang paling bau. Terutama buat yang alergi terhadap bebauan yang dihasilkan oleh buah istimewa itu. Namun bagi yang sangat menyukai, buah ini menjadi favorit. Sehingga dimana-mana selalu mencari. Baik buah kuning maupun merah. Hanya yang warnanya merah buahnya lebih kecil. Tetapi rasanya demikian nikmat. Sehingga satu saja sudah mengenyangkan. Namun kalau kurang baik dua maupun tiga dihabiskan juga tak membuat perut terlampau bengkak. Karena kebanyakan kecil. Beda dengan durian dari luar negeri yang disebut montong. Itu sungguh sesuatu yang besar. Baik kulit maupun buahnya. Dan harganya juga mahal. Tapi yang local seperti bawor, petruk atau hasil dari daerah pegunungan lain sudah cukup melegakan rasa yang menginginkannya. Dan kali ini jenis musang king demikian menyengat baunya. Karena kebanyakan dari daerah negeri jiran itu. Dimana merupakan buah khusus yang demikian di minati tak hanya penduduk negeri itu, namun sudah mendunia.
“Daun ketumbar. Perwakilan dari rakyat miskin kota kita.“
“Tahu busuk. Hasil produksi dari bisnis skala kecil penduduk kota kita.“ Apalagi ini. Sudah tak busuk saja bentuknya aneh. Kenyal-kenyal bagaimana. Ini malah yang busuk tentu tak akan menggugah selera. Walau sekarang varian nya banyak. Tahu bulat juga ada lima ratusan saja. Di goreng dadakan. Mantab. Bahkan ada yang sangat besar tahu sumedang. Satu kota mana tidak kenyang coba. Tapi yang asik tofu. Dibikin bau. Karena sudah basi. Dan itu paling membuat rasa tak nyaman jika menciumnya. Melebihi bau comberan hasil dari pabrik itu sendiri. Dengan di olah pakai buah paling bau. Sehingga jika bukan terpaksa, maka orang-orang enggan mendatangi pameran malam itu.
“Langkah dari bau menjadi terkenal yang diambil Lin Tian ini jelas sedang memasarkan kota kita. “
Pejabat kota mengajukan festival bau. Dan hasil rapat semua mengacungkan tangan, tanda sepakat untuk mendukung sepak terjang pemuda Lin Tian yang penuh dengan kreatifitas itu.
#
Di tempat lain, Lin Tian terperanjat.
“Festival bau?Apa itu? “
“Para pemimpin tahu kamu ingin memanfaatkan terkenalnya pasar malam. Membuat skandal kekosongan pasar malam,“ jelas Zhou. “Sebenarnya kamu sedang memasarkan fenomena kota yaitu impor durian petani miskin. Bisnis kecil penduduk kota. Jadi… Jadi para pemimpin memutuskan untuk membuka jalan untukmu dengan menggunakan nama festival bau untuk menarik perhatian kalangan muda. Menunjukkan kekuatan kota kita,“ ujar Zhou sembari menunjukkan proposal rancangan festival bau.
Lin Tian menerima proposal itu. Lalu membacanya dengan saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
__ADS_1
“2 milyar? Kota memberikan sponsor untukku? Untuk menyelenggarakan festival bau!“ Nah kan malahan kacau. Yang tadinya semula biar tak ada peminat, bahkan sampai-sampainya dia mengusir seluruh penjual dengan membayarnya, namun tak disangka, tak dinyana, semuanya kebalikannya. Bakalan mendapat dukungan kota untuk menyelenggarakan acara yang berkenaan dengan hal tersebut. Sehingga bakalan untung besar buat keanehan yang terjadi dan dilakukan tanpa sengaja dengan hasil berbalikan. Bagaimana sistem akan mengganti kerugian nya nanti jika demikian.
Lin Tian membanting berkas itu. “Kenapa susah sekali untuk merugi,“ ujar Lin Tian sangat- sangat sedih. Matanya melotot lebar, dan mulutnya ternganga, seolah hendak menangis tertahan akibat beratnya penderitaan yang tengah dia derita.