Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 23


__ADS_3

“Aku akan membiarkanmu menyaksikan teknik kungfu yang hanya ada satu di China,“ ujar Maori sembari mempertontonkan otot-otot kuatnya yang Nampak dari badan dengan body sixpack nya yang menandakan dia ini sangat giat dalam berlatih yang tentu juga dibarengi dengan kemampuan bela diri yang demikian mumpuni. Kesuh Inyong.


Wus.


Xiaoli bersiap. Dia pasang kuda-kuda. Tak ada yang dia takutkan. Termasuk orang tua di depannya ini. Meskipun sangat bagus badannya dan Nampak menakutkan, tapi dia tak takut. Mesti dilawan, walau apa jadinya. Sebab sebelum tahu kemampuan lawan, maka pantang baginya buat menyerah.


Langsung di serangnya pakai pukulan maut. Tentu, kalau orang biasa bakalan langsung terkapar dia. Atau paling sedikit terkena hembusan angina kuat dari jurus andalan dari seorang jawara perempuan ini.


Tapi memang lawan bukanlah orang yang gampangan. Dengan mudah saja dia mengelakkan pukulan yang baginya sangat sepele ini. Masih banyak jawara lain yang sudah berhasil dia atasi, apalagi Cuma seorang bocah perempuan yang baginya hampir tak punya kemampuan yang berarti ini.


‘Badan sekokoh ini apa jurusnya?’


Xiaoli Nampak kebingungan. Menyaksikan gerakannya demikian gesit. Yang sepertinya berkebalikan kalau melihat usia yang sudah demikian renta.


Dan kini Jurus lawan benar-benar tak terdeteksi, yang membuat tangannya langsung kena pegang.


“Ini adalah jurus Tarian alun-alun!” kata Maori sembari memutar tangannya yang secara otomatis membuat Xiauli juga turut berputar dengan cepat.


Xiaoli yang diputar rasanya sampai pusing. Ini sebuah lawan yang baru. Demikian tangguh. Juga sangat perkasa. Yang biasanya kalau dia tandang bisa langsung jungkir balik, beda dengan si perkasa maori ini yang sama sekali tak bergeming, baik dari kecepatan, kekuatan sampai tenaga dalam yang dia keluarkan sama sekali tak berpengaruh pada jawara itu. Dia sang jagoan. Yang mungkin pantas duduk di singgasana penguasa pertarungan tingkat tinggi. Namun kali ini dia berhadapan dengan wanita yang juga kuat. Tak mudah menyerah. Jika belum sampai titik kekuatan penghabisan yang dia keluarkan. Maka akan terus dilawan meski kekuatannya sampai habis.


“Dasar aneh, lihat kekuatan penghancur ku!”


Xiauli melancarkan pukulan maut. Yang dilancarkan bertubi-tubi ke arah lawan. Kekuatan ini bukan mustahil akan menghancurkan tulang belulang musuh. Andai bukan lawa yang satu ini. Teah banyak yang merasakan kehebatannya itu. Juga tak terbilang rumah sakit yang sampai menolak kedatangan pasien nya gara-gara menderita pukulan maut dari wanita cepat satu ini.


Tapi tak satupun berhasil mengenainya. Sungguh kemampuan menghindar yang sangat luar biasa. Sekarang tak banyak orang yang memilikinya. Tak terkecuali para penduduk daerah itu yang kebanyakan hanya suka makan dan tidur. Atau duduk-duduk sembari memberi makan ayam. Untuk berlatih dan menguasai kungfu sangat sedikit. Karena memang sangat sukar dan begitu sulit mempelajari jurus demi jurus yang sangat ampuh itu.


“Kamu sama sekali tidak bisa mengikuti kecepatan ku!”

__ADS_1


Klik!


Xiauli kaget. Tangan musuh berhasil menampar mukanya. Hal ini membuat dia langsung tak sadarkan diri. Demikian kuat tamparan itu, hingga tak bisa dirasakan atau tak terbayangkan. Dan itulah akibat yang di rasakan nya, lebih baik untuk terdiam dan tak bisa merasakan apapun jua. Kali ini.


Kerek!


Melihat musuhnya pingsan, sang kakek lalu mengambil kamera HP yang di setel menggunakan suara aneh.


“Ingat untuk foto.”


Xiaoli yang pingsan di foto agar gambarnya bisa dipakai untuk PP atau dipakai pada status di sosmed nya.


#


Ting!


Sedangkan di hadapannya Cao Nampak tersenyum puas dan harapannya sudah Pasti rencana nya berhasil. Karena dibawah meja sudah ada obat tidur paling mujarab di pasaran. Kantong obat itu ditaruh pada pahanya.


Drug…


Lin Tian mabuk. Tak sadarkan diri. Mulutnya sampai ngiler. Dan kepalanya sampai keluar ZZZZZ gitu.


“Lin Tian, Lin Tian. Kamu pikir aku akan benar-benar menandatangani kontrak. Saat kamu mabuk aku akan merobek kontrak itu! Kemudian aku akan membuang mu dan meletakkan bukti bersalah mu di besi. Pergilah minum dengan teman sesama sel penjara mu!” ujar Cao dengan tertawa lepas menyelami kemenangan yang tiada duanya ini.


“Aku berpikir aku juga tidak suka minum arak. “


Lin Tian masih santai. Enggan sekali rasanya untuk terlampau larut dalam kesukaan. Karena merasa kalau yang sebelumnya bahagia kali ini mesti tertunduk lesu. Kemenangan tadi buatnya itu semu. Dan kali ini masih berhadapan dengan kokoh seorang aneh yang hanya bermodalkan keberuntungan. Yah pemuda itu sekali lagi beruntung. Hanya itu saja. Lain tidak. Maka akan mudah sekali untuk langkah berikutnya menjinakkan si anak muda itu.

__ADS_1


“Kamu… Kenapa kamu…“


‘Aku jadi sungkan kalau harus membicarakannya. Tadi begitu aku masuk, aku menggunakan mata tembus pandang untuk melihat Cao Biluo. Nampak ada sesuatu dalam pahanya.’ gumam Lin Tian. “Kamu kira kamu menyembunyikan obatmu dengan baik? Aku bisa melihatnya dengan mudah. “


Benar-benar, sekali melihat saja sudah tahu, sepertinya aku harus menjadikan mata tembus pandang ini sebagai kebiasaan untuk melihat wanita.


“Memang kenapa kalau kamu menemukannya. Cepat atau lambat kamu akan hancur di tanganku!“ ujar Cao setengah mengancam. Tak akan ada yang lolos dari kekuatannya. Dimana masih ada orang sakti yang melindunginya di luar sana. Yang barangkali saja sudah berhasil menguasai kendaraan besar serta mampu menundukkan orang sakti yang menjaganya. Itu bayangan yang seringkali sudah menjadi kenyataan andai bukan Lin Tian lawannya.


Lin Tian berdiri.


“Oh lebih baik kamu mengkhawatirkan dirimu sendiri. Apa kamu tidak ingin tahu siapa yang meminum obatmu itu?“ ujar Lin Tian antara membuat penasaran atau setengah mengancam. Yang jelas rasa puas itu terbayang dalam benaknya. Yang merasa tak sanggup dikerjain bocah wanita itu.


Cao terduduk.


“Kamu dasar licik!“


Kamu…


Kamu…


Cao terduduk lesu. Mungkin sudah mulai ada yang bekerja dalam tubuhnya. Sehingga rasanya mulai lesu. Bahkan untuk mengangkat kaki indahnya sudah tak mampu. Dan badannya mendadak menggelosor demikian saja di kursi empuknya.


“Hampir saja aku lupa, ada yang bisa didapat dengan mudah. Kalau tidak digunakan akan sia-sia.“


“Kamu… Apa yang ingin kamu lakukan?“ ujar Cao diantara pandangan yang sudah mulai kabur. Dia sudah tak sanggup berbuat banyak. Tak bisa apa-apa.


Lin Tian hanya mengekeh.

__ADS_1


Hehe…


__ADS_2