Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 109


__ADS_3

Pada suatu gedung. Banyak jendela. Lin Tian masuk dengan rekannya.


“Bos apa yang akan kita lakukan sekarang?“ tanya Panda.


Sat…. Lin Tian sekejap berpikir.


“Sekarang kamu adalah ketua tim. Kamu akan menjadi jungler,“ kata Lin Tian. “Ayo sekarang kita mencari midliner.“


Ruangan itu seram dan menakutkan. Kesana mereka mencari Midliner itu.


“Orang yang paling cocok adalah. Dewa Rumah Dalam Legenda,“ kata Lin Tian. Sepertinya dia yakin dengan orang misterius ini. Karena dengan keanehan yang jarang-jarang di punya orang lain, tentu bakalan membuat tim nya akan solid dan sulit untuk di kalahkan. Sehingga pengaturan pertandingan bisa dia dapatkan kemudian.


“Dia?“ ujar Panda sampai keringatan demi mendengar nama itu. Bagaimana mungkin dia menjadi ketua kalau anak buahnya saja lebih menyeramkan. Yang ada hanya rugi nanti. Walau itu yang di ingin kan Lin Tian, tapi degub jantung di dada tak bisa di tahan.


“Lebih baik aku pergi memasang komputer dulu,“ kata Panda. Dia enggan bergabung dengan lelaki tinggi tersebut, serta memilih untuk main game sendiri dengan hasil yang sudah dia yakini akan baik buruknya. Sebab semuanya bisa terlaksana karena keinginan sendiri walau uang sekolah terpaksa dia gunakan demi mempermainkan game tersebut.


Tapi bajunya di Tarik. Dan tertahan. Lalu diseret baju itu. Cuma baju. Tapi yang memakai ikut.


Dalam ruangan gelap. Di dalam situ si Dewa Rumah berada. Pada posisi ini saja sudah menyeramkan. Belum lagi di kamarnya. Apakah akan seseram itu, lebih seram dari itu, atau tak ada tandingannya lagi? Itu yang mesti dia dapatkan kepastiannya kemudian.


Dewa rumah nama aslinya Zhai Shen. Mahasiswa semester 5, sudah berada di dalam asrama selama 2 tahun, tidak keluar. Asik main komputer. Di tahun pertamanya Zhai Shen tidak mengurung diri di asrama. Dia yang memiliki tinggi badan 2 meter menjadi pusat perhatian di mana pun dia berada. Dia juga telah berhasil menjadi salah seorang anggota tim basket. Namun, Cedera yang dialaminya sekali, membuatnya trauma, dan sejak itu dia mengurung diri di dalam asrama, tidak keluar lagi. Dalam dua tahun ini dia tenggelam bermain game dan menjadi pemain garis tengah nomor satu di kota. Sebab kalau di paksakan tetap bermain basket yang nota bene merupakan olah raga keras, maka luka itu semakin parah, ibarat kata, luka di buat luka, maka akan menambah luka, memperparah nya, serta sulit di obati. Sebab luka tersebut bisa permanen, serta membuat cacat seumur hidup, dan mengakhiri karier si hebat tersebut. Makanya lebih baik berhenti dulu, di sembuhkan secara sempurna, dan kalau perlu di operasi supaya terhubung apa yang putus, atau Cuma luka parah saja.

__ADS_1


Tok tok tok…


Pintu di ketuk Lin Tian.


“Zhai Shen kirim makanan,“ ujar Lin Tian, sepertinya supaya yang punya ruangan bersedia membuka pintu, keluar serta menemui yang berbohong ini. Karena sudah sangat paham akan sifat nya yang suka mengurung diri dan temperamental, maka jika bukan satu hal yang menarik, mana mau di membuka diri.


“Orang seperti ini mana mungkin bisa bekerja sama dengan tim,“ kata Panda yang bakalan kesulitan mengorganisir orang dengan temperamen tak stabil begitu, yang kerjanya hanya mengurung diri dalam kamar. Bukannya kompak, malahan akan ngambek jika di taruh pada posisi nya supaya tim kuat.


“Tentu saja aku tahu. Kalau tidak, untuk apa aku memilih nya,“ ujar Lin Tian yang penuh perhitungan. Bagaimanapun orang yang sulit begini yang bakalan membuat dia rugi banyak, serta akhirnya sistem akan percaya untuk kerugian itu dan memberi pengembalian yang besar.


Ceklek.


“Mana? Halo, halo…“ Orangnya tetap tak menampakkan diri. Namun ada uluran tangan dari lubang pintu yang menganga sedikit. Lin Tian bersalaman dengan Zhai Shen.


“Jangan omong kosong mana barangnya!“ kata kasar Zhai Shen yang tak ingin main-main. Ada kiriman, maka barang mesti di tangan juga. jangan sampai dia marah dan merasa tertipu, bilangnya ada kiriman, tapi kenyataannya supaya dia mau keluar saja. Itu akan membuat kesal di hati.


“Tidak ada barang. Tapi ada kesempatan,“ ujar Lin Tian yang berhasil membuat si tinggi itu membuka sedikit pintu hati nya.


“Kesempatan? Lagi-lagi mencari ku untuk bermain basket. Aku sudah bilang kan aku tidak… no!“ ujar Zhai yang berusaha menolak ada tamu dalam rumah nya. Dia masih ingin sendiri. Tak ingin di ganggu gugat. Serta berusaha membuang tamu yang hendak bicara dengannya, bahkan mau sekedar berbincang untuk merayunya bermain kembali seperti dulu.


“Main game bergabunglah dengan tim ku. Tim Tao Tai La (TTL)“ ujar Lin Tian mencoba merayu. Pasti berhasil. Kalau tidak dengan omongan mungkin nanti pakai uang, kalau tidak ada jaminan lain agar dia tetap bersedia bergabung dalam tim kuat yang sulit untuk di cari tandingannya.

__ADS_1


“Tidak mau, pergi sana!“ usir si Zhai Shen. Dia bukan orang bodoh. Semua itu tentu hanya taktik lawan saja, supaya dia bersedia mengikuti kehendak si bos muda yang kelebihan uang, supaya semakin banyak saja uang yang bisa dia kumpulkan tersebut.


“Aku adalah orang bodoh yang memiliki banyak uang. Aku tunggu kamu,“ ujar Lin Tian sembari menunjukkan segepok uang nya. Dengan demikian siapa yang tak tergiur. Main game bukannya bisa mendapatkan uang. Dan jika demikian buat apa lagi kalau sudah ada uang di depan nya kini. Itu semua bakalan menjadi miliknya dalam sekejap, tanpa perlu berpikir. Dan kesempatan yang demikian tak akan terjadi dua kali. Karena sejauh dia mengurung diri dalam kamarnya yang baru dua tahun itu, tak sekalipun dating rejeki yang menggiurkan begini.


“Tidak perlu. Bye…“ ujarnya tetap menolak. Sebab dia main game supaya terlihat lebih aneh. Dimana masa trauma berat dahulu itu benar-benar membuat pikirannya sedikit terganggu. Sehingga sebagai pelampiasan, dengan main game bakalan sedikit melupakan trauma masa lalu itu.


“Sayang sekali, kesempatanmu untuk membawa gadis cantik naik tingkat hilang juga.“


“Apa katamu? Kalau berani katakan sekali lagi.“


“Kamu bisa menjadi pemain garis tengah nomor satu di kota. Semuanya karena kami membawa gadis cantik naik tingkat di pertandingan rangking kan? Asalkan kamu bersedia menabung dengan tim ku. Aku akan mengeluarkan uang untuk menunjang gadis cantik dan bermain denganmu di dunia nyata. Setiap hari 2 gadis. Tidak… 3 gadis. Ada juga pelayan style Jepang yang akan menyuapi makanan untukmu,“ ujar Lin Tian. “Ini adalah tujuanku mengundang Zhao Shen. Menghamburkan uang untuk mengundang tiga gadis layak.“


“Bagaimana?“


“Ayo!” Akhirnya si Zhai Shen bersedia.


“Eh… Mana dia?“


“Tunggu apa lagi. Ayo pergi, jangan menunda waktuku bermain.“


Baju Lin Tian diangkat.

__ADS_1


__ADS_2