
Lelaki macho. Sangat gagah dengan dada bidangnya. Tentu saja sangat menakutkan siapa saja yang menjadi lawan tandingnya. Baik itu binaraga, maupun hanya sekedar pancho. Pasti mengkerut.
Gagah dengan Kasper besar. Juga perut sixpack. Walau tertutup kaos kutang. Tetap saja Nampak bagian yang berlemak tapi padat, kotak-kotak.
Melihat Lin Tian. Penuh tanda tanya.
“Apa kalian sadar. Belakangan ini banyak game yang menggunakan karakter perempuan cantik dan lucu menjadi titik jual?“ tanya Lin Tian.
“Bukankah ini normal. Pemain lelaki seperti kita ini suka mendengar suara yang imut dan pemandangan cantik, kan?“ ujar si lelaki yang tak suka macho-macho begitu. Namun sukanya yang sangat cantik nan bahenol. Apalagi yang berseragam biru putih serta pakai topi putih dengan bemper gede sungguh sangat mengingat-ingat. Dengan rok mininya yang berkibar semakin menambah penasaran rasanya.
“Apa-apaan itu! Pria harusnya melihat pria juga!“ ujar Lin Tian berang, sampai menggebrak meja. Sehingga semua kaget seperti suara mercon menjelang puasa. Atau petasan yang di injak anak nakal.
“Tapi aku masih merasa itu tidak beres,“ ujar si cowok yang lebih suka melihat cewek.
“Huh, tidak percaya denganku. Saat seperti ini, aku harus menggunakan kemampuan baru menukar, nilai potensi,“ ujar Lin Tian.
“Set pemimpin kedua – suara keras…“ itu yang dilakukan sistem. Xiao Qian lalu mengeluarkan keahliannya supaya si Lin Tian ini sanggup mengeluarkan kata-kata berwibawa yang sangat keras. Sehingga akan sangat manjur kala bicara terhadap anak buahnya. Jadi tidak pelan, dan hanya diri sendiri saja yang mendengar saat dia bicara tersebut.
“Perhatian semuanya! Tenang dulu!“ ujar Lin Tian dengan set suara keras. Benar-benar wibawa seorang pemimpin.
“Untuk apa berbicara sekeras itu?“ ujar para pendengar kaget. Tak menyangka bakalan mendengar suara yang powernya sangat kuat. Hingga langsung membuat gemetar. Siapapun akan demikian kalau atasan langsung mengeluarkan suara keras.
“Kenapa membentak orang sih?“ ujar yang merasa di bentak dengan sangat mengkerut. Tak ingin rasanya mendapat perlakuan demikian. Akan lebih indah kalau bicara baik-baik, maka orang akan dengan sukarela memberi apa yang diperlukan tersebut dengan hati tenang. Bukannya mesti keras yang nanti malahan membuat trauma sehingga orang tak mau bergerak lagi. Yang ada kemudian hanya diam dan diam. Serta selebihnya enggan apa-apa dengan ditampakkan dari mimic muka yang langsung ogah-ogahan begitu. Tapi yang jelas seperti itu yang biasanya di tunjukkan atasan supaya para karyawan tahu diri, serta mau melakukan apa ide yang keluar dari sang direktur supaya perusahaan berjalan dengan lancer juga.
“Dengarkan aku, benar sekali,“ ujar Lin Tian dengan tak mengendurkan suaranya, walau orang-orang sudah terlihat panik. Tapi bagaimana lagi, kalau sudah di set demikian. Suara yang keras.
__ADS_1
“Sepertinya iya. Direktur Lin kita kapan pernah salah?“ ujar kaos hijau dengan mendengarkan kata keras sang bos.
“Benar semua yang dia katakan,“ kata yang lainnya.
“Dengarkan dia,“ ucap kaos coklat kopi.
“Hehe, kemampuan baru ini lebih efektif dari pada sorotan mata,“ ujar Lin Tian mengekeh. Seakan suara keras tersebut merupakan sebuah hipnotis sehingga orang-orang bakalan mengkerut, dan merasa kalau bos mereka suaranya keras sekali. Sangat berwibawa melebihi bos orang lain. Sehingga mesti di dengar dan di patuhi.
“Tidak usah membahas masalah gadis cantik dan pria macho dulu. Bagaimana cara memainkan permainan dua dimensi tanpa menarik kartu. Tidak bisa mendapat untung,“ ujar Direktur Yu dengan lesu. Nampak dia merasa tak bersemangat dengan keyakinan jika keuntungan benar-benar tak ada
“Benar, masalah ini harus dijawab. Tidak boleh membuat kerugian dengan sengaja. Harus mendapat sedikit untung,“ ujar Xiao Qian memberi tahu. Jangan sampai dia kena sial karena melanggar sistem lagi.
“Benar-benar raja ikan asin dia. Tak disangka, dia kebal dengan set kemampuan pemimpin,“ ujarnya lesu. Seperti tengah terbelenggu di dalam kostum ikan dengan keringat sangat asin itu.
“Uhuk, ini aku hanya bilang untuk tidak menarik kartu. Tapi tidak bilang kalau tidak ada pusat perbelanjaan,“ jelas Lin Tian.
“Ada proyek berbayar. Selain itu, hanya ada satu proyek berbayar,“ kata Lin Tian menegaskan.
“Ha? Hanya satu?“ para pendatang kebingungan.
PERLENGKAPAN EPIC KELAS SSR - TOPENG SAKIT.
HARGA JUAL 2333 Yuan.
Topengnya sangat menyedihkan jika di pandang sekilas. Dengan sorot mata yang gelap, dan mulut penuh dengan memble, membuatnya terlihat sangat sakit. Apalagi dengan warna ungu di kepala, dan ujung meruncing seperti tanduk. Benar-benar sebuah benda yang layak untuk harga segitu saja.
__ADS_1
“Aku mengerti. Itu peralatan tiran local emas super krypton dapat sangat meningkatkan nilai semua atribut.“
“Tidak, topeng sakit ini belum ditambah perlengkapan lainnya. Murni hanya perlengkapan penunjang penampilan saja,“ jelas Lin Tian.
Terbayang dalam ingatan orang-orang itu bagaimana bentuk si sakit yang Nampak sama dalam topeng yang super keren dengan kalung duri yang mengerikan.
“Permintaanku hanya segini saja, kata kunci… Kartu, tidak ada undian pria garang. Pusat belanja hanya menjual topeng sakit harganya 2333 yuan,“ jelas Lin Tian.
Lalu katanya dengan suara keras, “Kalian! Percayalah!“
“Baik!“ Semua menurut.
“Biaya perkembangan pertama, kita tentukan di angka 200 juta,“ kata Lin Tian.
Semua pada bengong. Angka sebesar itu. Darimana mengeluarkannya. Pasti sangat sulit. Dan bisa jadi hanya sejenis gurauan seperti kebiasaan saja.
“Aku, aku tidak salah dengar kan, dua… dua ratus juta?“ pada terhenyak. Mudah-mudahan salah dengar. Sehingga ada saat meralat, serta mendengar yang betul dan terasa sangat jernih di gendang telinga.
“Membuat sebuah game kartu membutuhkan uang sebanyak ini?“ tak biasanya sebesar itu. Paling hanya berapa saja nanti sudah bisa jadi apa yang bakalan di buat tersebut.
“Oh, hampir aku lupa,“ katanya lagi mengingatkan. Sembari menunjuk dua jari, supaya tidak ada yang lupa dan salah dengar, “200 juta USD.“
Yang datang rasanya bagai tersambar petir saja. Mereka ternyata tidak salah dengar, tidak salah duga. Yang ada hanya salah mengerti, kalau jumlah itu sebenarnya memang sangat besar buat satu usaha yang akan mereka rintis tersebut.
“Direktur Yu, sekarang apa yang harus kita lakukan?“ tanya orang-orang itu pada si loyo direktur yang sangat kebal akan hipnotis kata keras Lin Tian. “Saya sama sekali belum pernah melakukan seperti ini. Tidak ada pengalaman.“
__ADS_1
“Di perusahaan Tianlin, setiap kali aku bertemu dengan masalah yang rumit, aku hanya memiliki satu solusi saja,“ ungkap direktur Yu. “Tanya pada tiga kepala itu.“
Sembari menunjuk pada dua Qian Duoduo serta Ma Keji. Dianggapnya mereka ini yang sudah berpengalaman dalam memimpin perusahaan tersebut.