Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 265


__ADS_3

“Apa maksudmu, serangan akun palsu tidak menimbulkan keramaian?“ ujar Direktur Li yang sangat tidak yakin dengan kata-kata tersebut yang seakan tidak memandang kalau serangan akun palsu benar-benar sangat mengerikan.


“Benar, sepertinya fans Xiao Xin sama sekali tidak peduli dengan penampilannya,“ ujar sang karyawan melaporkan segala kejadian buruk yang tengah menimpa mereka akibat serangan akun palsu itu tidak benar-benar membuat lawan yang tengah di serang itu menjadi kelabakan.


“Huh, mana mungkin,“ direktur Li semakin geram. Dia mengibaskan tangannya. Lalu katanya lagi, “Ini sama sekali tidak sejalan dengan hukum pasar. “


“Sejujurnya, Xiao Xin benar-benar sangat baik,“ ujar si karyawan akun palsu.


“Kenapa kamu juga jadi fansnya?“ ujar Direktur Li semakin tak paham dengan semua orang kali ini. Karyawan kepercayaannya itu, justru malahan mengagumi musuh yang semestinya wajib di serang dengan akun palsu yang lebih ganas lagi. Dan bukannya tertarik akan kepolosan hati si musuh yang sangat tidak masuk akal ini. Makanya dia menatap tajam pada anak buah di depannya sampai mukanya menghitam dengan di padu sama cahaya redup yang menutupinya.


“Ini, tidak, benar-benar tidak ada. Itu aku masih harus membagikan pekerjaan. Silahkan anda sibuk dulu Direktur Li,“ kata sang karyawan sembari ngacir saja dan memberi salam dari arah pintu yang setengah tertutup dan badan nya masih saja melongok ke ruang direktur tersebut.


“Aku ingin lihat, kehebatan apa yang dimiliki Xiao Xin ini,“ ujar Direktur Li seraya membuka laptop yang sangat canggih dan mahal. Dari padanya bakalan kelihatan apa yang di miliki si perempuan yang sangat di sanjung masyarakat tersebut.


“Semuanya gila!“ Akhirnya dia berang setelah mengetahui keadaan tersebut. para fans benar-benar sangat fanatik. Dalam setiap penampilan yang Nampak, mereka semua pada mengelu-elukannya. Lalu saling bersorak. Dan meneriakkan namanya. Dengan tubuh yang penuh antusias. Ada yang mengacungkan dua tangannya, bahkan ada yang cuma satu tangan. Tapi semuanya pada bersuka ria, layaknya menonton artis luar negeri yang nilainya jutaan tersebut.


“Dari penampilan aku adalah artis film terdepan. Muah…“ ujar si artis terdepan itu sembari memberikan kecupan jarak jauh yang penuh dengan taburan merah hati yang melayang sempurna ke pikiran tiap fans nya. Itu juga yang semakin membuat lena pada semuanya.


“Dari bentuk tubuh, aku juga lebih seksi. Setiap pria yang melihatku pasti tidak bisa jalan,“ ujarnya lagi yang merasa yakin kalau si penonton yang melihat bakalan merasa keberatan akibat kesulitan melakukan semua itu. Apalagi dengan tubuh yang montok dan pakaian yang seksi, pasti bakalan membuat semuanya semakin terperangah. Lihat saja celana yang bunting separo, menonjolkan sisi paha yang mulus. Dan bakalan membuat membayangkan yang enggak-enggak. Belum lagi bajunya yang kurang bahan itu, pasti semakin membuyarkan lamunan setiap insan yang tak sanggup menggapainya. Dan leher yang terikat dengan pita tali merah, akan sedikit kelihatan mencekiknya sampai kepada tak bisanya mengeluarkan nafas yang megap-megap, dan seakan membuat sulit keluarnya nafas cinta dari para penggemar berat itu.


“Dari kepintaran, aku bisa menggunakan cara sok imut untuk mendapatkan semua yang aku inginkan,“ ujarnya lagi dan para pria menjadi dibutakan oleh sok imut itu. Membuatnya seakan tak mampu menatap.

__ADS_1


“Tapi, kenapa Lin Tian bisa menyukai idola tiruan?“ ujarnya semakin berang saja melihat Lin Tian yang tidak meliriknya sama sekali namun mengidolakan yang artis tiruan itu. Benar-benar memuakkan.


“Xiao xin!“


Terdengar sayup-sayup teriakan itu.


“Tidak, idola tiruan tidak bisa di hitung. Itu benar-benar orang palsu,“ ujar si artis yakin. Dan terus yakin kalau pandangan terpengaruh Lin Tian hanyalah kosong belaka. “Karena yang kamu berikan adalah rangsangan, sedangkan yang dia berikan adalah pendamping.“


“Kamu menunjukkan kecantikan sempurna tanpa topeng tapi semuanya malah palsu,“ jelas Xueqing di belakang artis tersebut. Yang membuatnya terkaget-kaget untuk kemudian menoleh siapa yang berani-beraninya mengucapkan kata-kata tak mengenakkan walau terkandung unsur kebenaran yang sangat siginifikan itu. “Dia memakai topeng, tapi semuanya tulus.“


Xiao Xin tentu saja tulus, dadanya. Yang terbalut kain merah, dengan mik yang serasi juga dengan apa yang di pakainya, kemerahan itu. Apalagi dengan bando yang lucu, serta ikatan pinggang yang membentuk kupu-kupu, mengingatkan kalau dasi kupu-kupu di leher tersebut seramping pinggangnya yang juga sangat ideal buat sang idola.


“Hidupku, Tidak perlu kau ajari,“ ujar artis hijau. Merasa muak dengan pengajaran yang diberikan. Dia lebih suka dengan kehidupannya. Baju hijau dan kerudungnya yang sangat simple, serta segala apa yang dikenakan sungguh melebihi segalanya dibanding idolanya Lin Tian itu.


“Halo bos, ada satu hal yang harus aku bicarakan denganmu,“ ujarnya dalam telepon genggam tadi.


“Kebetulan sekali, aku juga ada masalah, ingin mencari mu,“ ujar Bos Li sangat senang dengan percakapan mengasyikkan ini. Makanya secepat mungkin dia ingin bertemu.


“Aku ingin. Kamu pergi. Menjadi mtuber,“ pesannya kemudian.


Keduanya hanya saling diam. Dengan pikiran aneh mereka.

__ADS_1


“Aku hanya ingin mencoba cara ini, apa bisa mendapatkan lebih banyak ketenaran. Kamu juga berpikir seperti itu?“ ujar artis dengan rencananya.


“Tidak aku rasa. Xiao Xin terlalu… Terlalu lucu,“ ujar Direktur Li membayangkan saat dia melihat si lucu tersebut tengah menunjukkan kebolehannya dalam menghibur para fans.


“Sama seperti putriku saat sebelum sekolah, hangat dan sangat membutuhkanku. Tidak seperti sekarang, setiap hari marah denganku,“ ujar Direktur Li sedikit curhat akan putrinya yang seperti siluman mata merah saja saat bertemu dengannya.


“Aih, pokoknya bantu aku membereskan topeng itu. Aku akan membuat akun siaran langsung,“ kata si artis yang berusaha menggelar siaran langsung dan semua yang diinginkannya bisa beres, terutama urusan dengan si topeng tersebut.


“Tenang saja, baru saja aku sudah memberitahu sekretaris untuk mengajukan hak pembelian,“ ujar Direktur Li.


Di tempat lain, Nampak si Xiao Xin tengah menunjukkan kebolehannya.


“Hei saatnya bekerja!“ ujarnya berteriak. Saat melihat Lin Tian terus bengong menyaksikan si artis yang seksi itu.


“Bekerja? Kerja apa?“ Lin Tian hanya kaget semata.


“Xinhuang entertainment yang paling besar di seluruh negeri, juga ingin mengajukan tes kualifikasi topeng milik kita,“ jelasnya sembari menunjukkan layar HP yang berisi tentang kabar dari entertainmen itu mengenai rencana tes itu.


“Topeng kita? Benda apa itu?“ semakin bingung Lin Tian di buatnya.


“Itu, adalah yang dipakai Xiao Xin. Topeng sakit yang kamu bilang sebelumnya.“

__ADS_1


“Topeng. Aku, topeng yang aku maksud ini…“


“Lin Tian!“ teriakan itu membuat Lin Tian semakin panik. Bahkan mulutnya sampai berbuih di buatnya.


__ADS_2