
PETIR TERKUAT
TOKO PENGALAMAN GAME TIAN LIN.
“Pelayan, kenapa minuman yang ku pesan sampai sekarang belum datang?” tanya tamu penting yang duduk di kursi paling empuk serta ingin minuman yang paling enak.
“Ini, silahkan…“ ujar pelayan sembari gemetaran karena pesan nya dating terlambat kepada orang yang sangat berpengaruh tersebut. Bisa-bisa bakalan kena damprat yang mungkin saja akan berpengaruh pada hasil penilaian akan kinerja nya yang sangat di butuhkan itu. Bisa jadi nilainya hanya B saja sedangkan yang lebih kurang akan banyak. Tentu akan bermasalah nanti untuk penilaian selanjutnya.
“Ah…“ namun terjadi insiden. Kaki pelayan yang berwarna putih kehitaman itu Nampak tak stabil. Sehingga dia terpeleset. Dan nampan biru anggun yang mudah pecah itu juga terlempar dengan deras nya.
“Awas!“ teriak nya memperingatkan.
Minuman dalam cangkir biru di atas nampan biru itu tumpah. Meleber kemana-mana.
Untung saja hanya menyiram muka si pemesan yang sangat membutuhkan minuman segar sebagai bagian dari penilaian untuk perusahaan Tianlin yang katanya sangat maju di bidang game tersebut sehingga dari jauh dia ingin pelayanan yang sempurna supaya bisa membeli barang di took ini dengan rasa puas, walau sangat mahal. Tak mengapa, tapi pelayanan yang diberikan juga sangat sesuai.
“Saya… mari saya bantu, membersihkannya,“ ujar pelayan tambah gemetaran begitu melihat tamu penting itu sangat menggigil akibat rasa marah yang hebat dengan guyuran air segar yang mestinya di minum.
“Meskipun aku merasa bersalah pada tamu - tamu yang datang, tapi bagus sekali,“ ujar Lin tian sangat senang dengan perlakuan pelayan nya yang begitu membuat nek para tamu istimewa. Tentu bakalan membuat mereka marah, kecewa dan tak akan memberi nilai apapun pada took tersebut, sehingga akan menimbulkan rugi yang besar. “Hahaha, kalau begini pasti akan merugi, aku bisa tenang,“ ujar Lin Tian sangat tenang. Makanya dia bisa terus tenang main game di HP yang tengah di gemari kawula muda.
“Sudah, sudah, aku tidak mau lagi. Apa-apaan semua orang di sini,“ ujar si tamu penting.
Dia kemudian pergi. Dengan ngambek.
“Halo bos. Jangan khawatir, toko ini tidak akan menjadi ancaman bagi ku, bahkan pelayan mereka juga tidak professional,“ ujar si tamu istimewa sembari melaporkan keburukan toko. Lanjutnya, “kalau bicara VR Game, hanya kami, Haigou Grup saja, mereka bukan apa-apa.“
__ADS_1
Berikutnya nampak ada yang datang.
“Ini tempat nya?“ ujar pendatang baru.
“Cara mainnya, pertama kita uji dan uji dulu, kalau hasil nya baik, kita langsung beli saja. Percayalah, kalau rakyat Cina tidak akan menolak harga setinggi ini,“ ujar Haigou.
Dia lalu memakainya, alat yang sangat mahal dalam game tersebut di telinga nya. Tentu saja dilakukan ole hara karyawan tak professional yang dengan gemetar membantu para kaya itu bermain game.
Setelah memakai, mereka serasa berputar. Dalam suatu system yang demikian mempesona. Terutama mesin di bawah telapak kaki mereka yang langsung mengeluarkan angin sejuk.
“Wuhu…“ lalu rasanya seperti di ombang-ambing kan oleh pusaran misterius dalam system yang membuat tantangan begitu besar.
“Hebat sekali!“ ujar orang asing yang kaya itu begitu puas dengan sensasi yang di hasilkan oleh game dahsyat yang sangat mahal itu. “Sistem ini memiliki banyak manfaat.“
Lalu….
“Beli, kita harus membelinya!“ ujar mereka serempak. “Pelayan, panggil bos kalian kemari!“ kata mereka lagi dengan sangat antusias.
Para pelayan melaporkan para pengunjung yang begitu berminat.
“Beli apa?“ tanya Lin Tian. “Tidak mungkin, benar-benar ada orang yang mau beli alat yang sangat mahal ini.“
“Direktur Lin, Dua orang teman mancanegara ini ingin membeli alat kita, dan digabungkan dengan system AVR,“ ujar para karyawan sangat senang banyak peminat akan game aneh dan mahal itu.
“Kamu adalah bos nya, ini adalah kartu tanpa batas pembayaran, silahkan kalian buka harga,“ ujar teman mancanegara yang sangat berambisi ingin mendapatkan game tersebut walau dengan harga mahal sekalipun.
__ADS_1
“Tidak, tidak di jual,“ ujar Lin Tian bersikeras. Dia keberatan kalau mainan itu pindah tangan.
“Tidak… Di jual?“ para teman sangat kecewa demi mendengar jawaban bos game namun sama sekali tak membutuhkan dana sedikitpun.
“Tit… peringatan kartu kuning!“ ujar Xiao Qian sembari mengeluarkan kartu sebagai peringatan akan usaha Lin Tian yang begitu kacau. Masa mau membeli dengan harga mahal dan sangat menguntungkan bagi sistem tapi begitu saja di tolak. “Tidak boleh dengan sengaja mencegah penjualan,“ ujar nya lagi. Padahal ini sangat menguntungkan dengan harga yang sangat mahal, tentu akan bisa mendatangkan uang yang juga melimpah. Dan tentu saja system akan meraup keuntungan juga. Tak boleh di cegah.
Lin tian bingung. Kalau di jual dia hanya mendapat untung dari hasil penjualan saja, namun jika rugi, justru hasil hitung dari system yang semestinya lebih banyak, dan itu rencana nya.
“Ini… ini…“ ujar Lin tian gugup. Lalu kata nya, “Barang ini masih dalam tahap percobaan, teknologi ini hanya ada di Cina, untuk sementara tidak di jual,“ jelas nya lagi.
“Dasar orang Cina menyebalkan!“ ujar kawan manca negara yang sangat kecewa. Dia tak bisa main lagi kalau begini. Bagaimana dia kalau ingin main lagi dan kangen, tentu akan membutuhkan dana yang besar demi mencapai tempat tersebut.
“Ayo pergi, tunggu pembalasan kita!“ Ancam mereka sangat muak dengan perlakuan yang sok dari negeri orang ini. Masa di beli mahal tidak boleh.
“Fiuh…“ Lin Tian lega.
“Hahaha, bagus sekali,“ ada yang tepuk tangan melihat hal itu. Nampak seperti demo saja orang-orang yang ambisius dengan game mengerikan begitu saja. “Anak muda, kesadaran mu sangat bagus, aku tidak sia-sia mendidik mu.“
“Anda siapa?“ tanya Lin Tian keheranan. Dia merasa tidak kenal, tapi langsung saja orang itu mengaku pernah mendidik nya. Ini sangat aneh.
“Ini adalah kartu nama ku,“ ujar orang tua tersebut. Seraya memberikan nya.
Lin Tian terkejut saat melihat kartu nama itu. Kartu nama platinum dalam bentukan yang sangat bagus serta begitu mahal cara membuatnya yang sulit di tiru oleh perusahaan lain. Lin tian kembali terkejut serta memikirkan bagaimana cara membuat semua itu menjadi sangat bagus. Ingin juga dia memiliki nya, andai saja bisa.
“Dulu organisasi diam-diam memberi mu hak pakai. Sekarang alat mu ini adalah peralatan paling kuat untuk melatih plot angkatan udara dan drone,“ jelas pak tua seragam hijau memberi aplus.
__ADS_1