Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 45


__ADS_3

“Polisi Zhou semua orang yang terlibat ada disini,“ ujar lin Tian melapor pihak keamanan agar ada tindakan khusus terhadap orang-orang yang ada disitu walaupun terdapat juga bos dan para anak buah yang tak tahu menahu, tapi menjadi bagian dari permasalahan tuan nya itu.


“Lin Tian kali ini hebat juga kamu,“ ujar petugas.


“Huh, lihat kan. Sejak awal aku sudah bilang kalau semuanya tidak ada hubungannya denganku!“ ujar Cao Biluo lega. Dia berhasil diselamatkan oleh Lin Tian, sekaligus membuktikan kalau dia bersih. Dan lagi merasa sudah membantu menangkap mereka-mereka yang menuduhkan bukti kepadanya.


“Walaupun tidak ada hubungannya denganmu. Tapi masalah ini tidak sesederhana itu,“ ucap Zhou yang juga tak merasa salah telah menuduh serta berargumen sekejap dengan si idola nomor satu tersebut, namun sangat judes. Sehingga perlu mendapat perlawanan yang setimpal.


“Apa membantumu menangkap penjahat ini belum cukup!“ Biluo bicara keras. Tak disangka, pertaruhannya tadi hanya dianggap demikian. Padahal baginya ini demikian besar artinya. Orang yang punya karier, mesti bekerja, tapi harus berurusan dengan musuh yang membosankan, serta menuduhkan bukti untuknya, lalu mesti berdiam diri dalam ketidak pastian sampai ada yang bisa membuktikan kalau dia tak terlibat. Itu suatu hal yang besar baginya. Dimana seharusnya sudah menghitung laba dari hasilnya menjadi idola di internet. Malah keras keluyuran tak karuan.


“Dibelakang orang-orang ini tersembunyi orang yang menjadi otak jahat. Dia mungkin saja mereka. Memiliki kekuasaan yang begitu besar,“ jelas petugas Zhou yang yakin kalau para bos ini bergerak atas keberanian dia sendiri yang tega melemparkan kesalahan pada pihak lain dalam perusahaan yang demikian besar pula.


“Kalau begitu belakangan ini banyak perusahaan yang mengumpulkan dana gelap. Semuanya adalah kekuasaan satu orang?“


“Xiaolin pemikiranmu cukup hebat.“


“Eh…“


Lin Tian terkejut melihat sosok yang dibelakang. Dia juga yang menyela pembicaraan tadi. Dimana merupakan satu sosok yang lumayan disegani. Baik oleh orang-orang disitu, maupun mereka yang berurusan dengan kepolisian. “Setiap departemen sangat memandang penting masalah ini. Tapi sekarang kita kekurangan bukti.“

__ADS_1


“Jadi…“


Semua saling pandang.


“Kenapa kalian memandang aku?“ ujar Lin Tian merasa aneh dengan tatapan mereka-mereka ini. Seakan menunjuk padanya walau tak terang-terangan. Ada yang salah dengan semua itu. Sehingga dianggap dialah yang pantas menanggung tanggung jawab besar. Dan kesulitan dalam mendapatkan bukti ini akhirnya yang harus dia temukan guna melengkapi berkas laporan agar bisa menangkap mereka yang berbahaya itu untuk bisa di bina dalam sebuah tempat khusus yang belum tentu menjadi baik, tapi berusaha untuk bisa baik.


“Ayah dia…“ polisi Zhou belum begitu jelas dengan ucapan kepala Zhou. “Tidak!“


“Maksud dari kepala Zhou adalah mengangkat mu menjadi anggota pemeriksaan luar.“


“Maksudmu menjadikanku mata-mata?“ ujar Lin Tian. Dia sangat paham arti ini. Seorang mata-mata untuk para penjahat kelas kakap sungguh suatu hal yang sangat mengerikan. Namun bisa dijalani. Dengan berbagai tantangan yang sudah pasti akan menghadangnya.


Petugas Zhou memukul dada Kepala Zhou. Dia kurang setuju dengan penunjukan itu. Menurutnya akan sangat berbahaya bagi seorang bocah mahasiswa yang belum begitu pengalaman mesti berurusan dengan yang mengerikan itu. Mesti berhadapan dengan orang-orang kuat yang mungkin juga punya pengaruh besar. Ini yang mengkhawatirkannya.


“Gadis baik, aku tahu kamu khawatir terhadap kekasihmu, tapi ini semua tergantung keputusannya,“ ujar Kepala Zhou dengan bijaksana. Dia juga tak akan memaksa pada si bocah, namun dia menginginkan kerjasama itu berhasil. Karena dia sangat yakin akan kemampuan Lin Tian yang bagai hutan langit ini. Tak terdeteksi.


“Kepala Zhou aku rasa tugas ini memang terlalu berbahaya,“ kata Lin Tian bicara lirih, seakan ada beban dalam dadanya. Sehingga tak mampu mengungkap keseriusannya. Mau menolak tak enak, menerima demikian mengerikan akan tanggung jawab yang sangat besar, sementara dia hanya mengandalkan keberuntungan semata. Juga masih sekolah. Ini yang menjadi pemikirannya.


“Tidak apa aku mengerti,“ ujar Kepala Zhou dengan bijaksana. Kalaupun pemuda itu menolak tugas berat ini dia harap maklum, lagi pula sebagai pelajar, tentu tugas utamanya adalah belajar. Yang tak baik diganggu oleh urusan-urusan yang mencekam begini. Dan hal itu sudah sering terjadi sehingga dia mesti berhadapan dengan gurunya supaya nilainya tak hancur dan mesti mengulang di tahun berikutnya agar bisa mendapat nilai minimal batas bawah yang harus ditempuh.

__ADS_1


“Harus menambah biaya,“ ujar Lin Tian berbinar.


Semua terkejut. Tak menyangka si Lin Tian menerima tugas itu dengan senang hati. Padahal sangat berbahaya. Dan tentu saja banyak yang khawatir. Sebab walaupun bocah ini demikian kacau, namun hatinya baik. Banyak yang sudah dia tolong. Sebut saja Cao, guru kelasnya juga, serta banyak lagi. Ini menandakan kalau dalam hatinya masih ada sisi baik yang dia punya. Dan dibalik jiwa melaratnya itu, ternyata dia orang yang jujur. Itulah akhirnya yang membuat dia dipercaya menyelesaikan satu misi.


“Hahaha… Bagus juga pemuda yang memiliki jiwa karier.“


“Ini adalah data-data mereka. Bersiaplah kapanpun bisa dimulai. Walaupun upahnya tidak banyak, tapi kehormatannya tidak ternilai.“


“Ngomong - ngomong mengenai tugas. Aku sama sekali tidak pernah gagal“ ujar Lin Tian bangga bahwa perbuatannya selama ini merupakan bagian dari tanggung jawab yang buahnya dirasakan kini. Itu sebuah kehormatan, dimana dia sudah dipercaya oleh sebuah departemen yang membutuhkan bantuannya. Dalam artian, tak banyak yang mendapat kepercayaan demikian. Apalagi dia kini masih sekolah, itu jarang sekali terjadi. Bahkan sudah selesai belajar juga belum tentu bisa menduduki posisi itu. Tapi kini dialah yang mendapat kan nya. Benar-benar suatu hal yang luar biasa.


“Kekasihmu ini menarik sekali kalau dia berhasil menjalankan tugas. Aku akan mengijinkan kalian melanjutkan hubungan,“ ujar Kepala Zhou yang dari awal sudah mengetahui sikap baik dari pemuda itu. Walau bukan dari kalangan atas, tapi jiwa baiknya pantas mendapat perhatian.


“Ayah. Aku tidak… Aku tidak…. Jangan bicara sembarangan!“ ujar Polisi Zhou yang sedikit merasa malu kalau mesti mengakui ada hal lain dalam pikirannya pada bocah itu yang sudah Nampak oleh Kepala Zhou.


#


“Masalah Cao Biluo sudah beres. Pertarungan berikutnya akan ada di dalam sekolah. Karena di dalam data Kepala Zhou ada seorang guru, tokoh terkenal, guru kesenian, Su Wumei. Sedangkan kesanku padanya hanya…“


Pandangannya beralih pada sosok aneh di depannya yang tengah menghadapi satu masalah.

__ADS_1


“Beraninya dia mengejar guru Chen. Aku akan menertibkannya!“ kata Lin Tian. Yang sudah menganggap guru yang istimewa itu karyawan serta idolanya dalam bentuk lain. Sehingga mesti dilindungi, kalau perlu menjaganya agar terhindar dari bencana.


__ADS_2