Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 186


__ADS_3

Di kantor polisi.


Yang bagian depannya tertera logo serta tulisan tebal yang menarik.


“Lin Tian, kamu telah berturut-turut membantu kami dalam memecahkan kasus rentenir. Hebat sekali,“ ujar direktur polisi dengan sangat bangga akan warga nya yang sudah membantu memberantas kejahatan dengan tanpa imbalan yang begitu tulus.


“Biasa saja,“ ujar Lin Tian seraya menggaruk kepala yang terasa gatal sekali. Sebagai warga negara yang baik, tentu tak akan menyukai jika ada kejahatan yang berkeliaran di seputar mereka. Dan sebisa mungkin membantu pihak terkait supaya menegakkan hukum serta disiplin dalam bertugas. Itu sedikit apa yang bisa dilakukan oleh warga negara yang hendak berbakti. “Oh ya, itu….“


“Kemukakan saja permintaan mu, apapun itu, kami akan memenuhinya semaksimal mungkin,“ ujar polisi itu.


“Uang imbalan itu… Sudah saat nya di hitung bukan?“ kata Lin Tian sedikit cengar cengir.


“Seorang bos besar seperti mu, masih memperdulikan imbalan?“ ujar polwan dengan sinis.


“Tentu saja, semua uang adalah uang kami. Semuanya adalah uang hasil jerih payah ku,“ kata Lin Tian yang merasa sudah ada jerih payah.


“Baiklah, ikuti aku ke bagian keuangan,“ ujar Polisi Zhao.


#


Dalam ruang kantor grup Tianlin. Nampak Lin Tian tengah merenung sembari menatap setumpuk uang kertas.


“Tidak disangka, imbalan untuk menangkap ikan - ikan kecil itu hanya 200 ribu yuan, tidak cukup untuk menyelenggarakan satu kegiatan,“ gumam nya mengeluh. “Oh ya. Karena imbalan nya hanya sedikit, aku akan memanfaat kan artis sendiri semaksimal mungkin,“ ujar nya ada ide. Dia lalu menelepon seseorang. “Benar, sekarang juga… Sekarang datang ke kantorku.“

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, Nampak pintu ruangan terbuka.


“Direktur Lin, ada masalah apa mencari ku?“ tanya Jiang Hao.


“Dua film mu itu kapan bisa ditayangkan?“ tanya Lin Tian sembari membayangkan, betapa heboh nya film animasi yang di buat Jiang Hao. Gadis rambut merah dan seorang dengan kostum astronot. Pasti sangat menarik.


“Aku sedang bersiap untuk membicarakan ini dengan mu. Versi editan kasar dua film ini sudah ada, silahkan di lihat,“ katanya seraya menyerahkan dua keping CD yang sudah bisa di nikmati namun belum sempurna. Tentu nya hasil ini sangat bagus. Sehingga untuk berikutnya tinggal menggandakan nya saja setelah melalui pengeditan akhir. Dan berikutnya bakal melakukan penggandaan agar bisa di jual ke pasaran dengan harga yang sangat mahal. Keuntungan bakal di dapat. Tentu jika tak sesuai dengan perkiraan Lin Tian karena setelah membaca skrip naskah begitu tak menjanjikan. Setelahnya kalau hal itu terus berjalan, maka perhitungan akhir nya nanti, tinggal menunggu hasil dari sistem yang bersedia mengganti rugi yang banyak. 20 kali lipat.


“Pergilah, berdiskusi dengan Wan Yi, keluarkan figur kostum dari dua film ini, buat dalam kotak Pandora,“ ujar Lin Tian setelah menerima benda yang sangat bagus tersebut. Hal ini tinggal sebentar lagi bakalan mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Sehingga bisa ada yang masuk dari sini. Dan memanfaatkan anak buah sendiri demi masuk nya banyak keuntungan bukankah akan lebih baik.


“Ada satu hal lagi, biaya edit dua film ini masih kurang,“ kata Jiang Hao. Dengan sedikit malu-malu. Namun bagaimana lagi. Semua mesti diutarakan. Karena sulit di ganti dengan dana pribadi. Kalau semisal buat ke luar daerah yang sangat jauh namun begitu indah bentukan nya serta sangat layak guna menambahkan kisah dalam cerita itu, maka tak apa-apa. Tapi jika tak sesuai, bukankah lebih baik jika jarak dekat saja supaya biaya tak terlampau membengkak. Dan itu mesti di gunakan secepatnya. Makanya dana dari Lin Tian tersebut di harap mampu menutup segala kebutuhan yang sudah di anggarkan.


‘Film ini pasti akan rugi, rugi tidak apa-apa, kalau merugi lebih banyak. Setelah sistem mendetailkan versi nya, jadi aku bisa mengambil untung lebih banyak lagi,’ gumam Lin Tian. Dia memikirkan dengan membuat diagram lingkaran tentang apa-apa yang masuk dalam kategori nya. Antara rugi, untung serta tertunda. Dan semuanya terbagi rata.


Belum usai pemikiran akan bahaya yang tengah menimpa, tahu-tahu pintu kembali terkuak lebar. Cao Biluo si kepala paud, dating sembari mengancam, “Lin Tian! Cepat berikan aku dana. Pendidikan usia dini kita, sudah hampir bisa menguasai pasaran.“


Lin Tian kembali hanya bisa mengeluh. Bagaikan sebuah kertas yang tercabik-cabik rasa nya. “Sudah jatuh tertimpa tangga. Saat aku ingin merugi, aku tidak bisa merugi. Sekarang saat aku tidak punya uang untuk merugi, satu per satu mencari ku untuk minta uang. Aku menderita sekali.“


Tak ada yang di harapkan dari dua orang menderita itu. Dia mesti mencari dana pada orang lain. Makanya, telepon kembali berbicara. “Halo… ini istriku Chen? Oh bukan, guru Chen.“


Lalu ujar nya, “Gabungkan perusahaan drone ke Tian Lin grup.“


“Ah, sudah masuk, sudah masuk,“ ujar Xiao Qian di tempat nya.

__ADS_1


“Aku tidak percaya, tidak bisa menyembuhkan kamu,“ kata Lin Tian. Lalu dia bicara keinginan nya.


“Banyak sekali, aku tidak tahan lagi, kamu tidak bilang lebih dulu tadi,“ ujar Xiao Qian mengeluh akan kebutuhan Lin Tian yang Nampak mendesak dan tak bisa di berikan secepatnya.


“Wah tadi tiba-tiba masuk banyak aset bagus,“ ucap Lin Tian.


“Lin Tian, kamu hebat sekali,“ ujar sistem dengan bangga. Dia ikut senang bahwa kinerja Lin Tian sangat bagus kala itu, serta perusahaan sangat di untungkan akibat demikian.


“Jika bukan karena fakta, bahwa perusahaan ini tidak dapat direalisasikan secara langsung, mana mungkin aku mau bergabung ke dalam grup Tianlin. Sekarang, semua uang pribadi ke depan nya sudah tidak ada,” keluh Lin Tian menyadari bagaimana brangkas yang semula penuh dengan uang merah, sekarang tinggal tempatnya yang kosong melompong begitu.


“Tapi sekarang, Aku bisa berinvestasi semau ku,“ ujar Lin Tian dengan penuh semangat.


Kritik....


“Kabar baik,“ ujar kembar Qian Duoduo seraya menguak pintu lebar-lebar dan masuk bersamaan guna mendapati kalau masih banyak orang di dalam ruangan Lin Tian.


“Baru saja website video A12 sudah membeli hak tayang animasi ‘orang kaya pertama’ sudah berinvestasi sebanyak 2 juta yuan,“ kata Qian Duomei.


“Di sini juga ada website video Korea dan Jepang, juga sudah membeli hak tayang totalnya 7,5 juta,“ ujar Qian Duohao seraya menunjukkan apa yang jadi catatan lengkap di map nya.


Lin Tian tercengang mendengar keuntungan tersebut.


“Dana pribadiku dari perusahaan drone, bisa dikembalikan padaku tidak?“ tanya Lin Tian.

__ADS_1


“Jangan harap,“ ujar Xiao Qian sembari membuang muka.


__ADS_2