
RUMAH HANTU TIANLIN.
ESCAPE TEMA MASA SEKOLAH.
“Ini adalah tokoh gal game yang viral sebelumnya,“ ujar Ma Keji seraya menunjuk suatu tokoh dengan pakaian sekolah yang sangat cantik dan sangat diminati para kawula muda di usia sekarang. Wanita ini begitu energik dan sangat sesuai dengan usia remaja yang tengah asiknya menikmati usia penuh dengan permainan tersebut. Sehingga banyak peminat yang mendukungnya sebagai tokoh viral.
“Jadi, tempat ini menjadi pusat kegiatan orang usia lanjut, maka mereka bisa menikmati masa sekolahnya kembali,“ kata rekannya yang melihat gambaran tentang orang-orang tua dengan senangnya berada dalam ruang tersebut tanpa banyak pemikiran lain lagi.
“Berdasarkan sikap Direktur Lin, dia tidak mungin hanya ada satu jalan ini saja,“ ujar Ma Keji. “Perlu diketahui, keistimewaan escape room ini adalah bisa berfoto di adegan yang ada di dalamnya. Jadi bagi orang tua. Disini adalah tempat foto pernikahan emas,“ katanya seraya menyukai mereka-mereka yang berfoto manja di usia senja tersebut, namun masih memberi suatu kenangan yang berarti sehingga bisa di bagikan ke anak cucu nantinya. Pesta emas, suatu kenangan yang sudah sangat lama di lalui bersama dalam suka maupun duka dan beratnya mengarungi sebuah bahtera kehidupan yang penuh liku dan tantangan, namun berhasil di lampaui bersama.
“Hah, masih ada maksud seperti ini, apa kau sudah berfikir terlalu banyak?“ tanya Direktur Ma yang beranggapan kalau anaknya sudah terlampau jauh terjerumus oleh suatu keinginan dari sebuah perusahaan yang terlalu banyak berkhayal mengenai rencana yang belum tentu masak itu.
#
RUMAH HANTU TIANLIN.
TEMA ZAMAN KUNO.
Di mana rumah yang di pergunakan di desain seakan kembali ke masa lampau dengan struktur bangunan yang sedikit meremang, keunguan, serta cahaya redup menerangi sebagian ruang tersebut. Dimana menjadikan orang yang terlibat di dalamnya seakan berada pada suatu masa lampau yang tak jelas ujung pangkalnya serta larut pada situasi kenangan yang terlupa, untuk kembali ke era itu, dimana masih sangat hangat dalam menghirup udara segar, yang belum tercampur dengan polusi mengerikan jaman sekarang. Disinilah diharapkan semuanya kembali ke zaman lampau yang memanggil kembali jiwa para orang tua yang menyayangi mereka.
“Kamu merasa bagaimana dengan tema zaman kuno ini?“ tanya Ma Keji sembari menunjukkan suatu lokasi dengan interior aneh yang di desain mirip dnegan zaman yang sudah lewat untuk sebagian orang enggan kembali ke posisi itu, dan membiarkan yang lalu biarlah berlalu. Namun disini seakan semua di bawa kembali ke masa itu, supaya segalanya teringat, bahwa suatu masa merupakan sebuah jejak yang tak perlu di buang begitu saja, namun dijadikan sebagai sebuah kenangan tak terlupakan sejak saat itu hingga satu detik sebelum ini.
__ADS_1
“Hah, penjelasan apa? Bukannya menandakan tema ruangan tertutup ini dengan foto pernikahan?“ ujar sang ayah.
“Ayah, kamu jangan lupa dengan pekan olahraga sebelumnya. Lin Tian mendesain pakaian khas suku Han untuk orang usia lanjut,” jelas Ma Keji tentang saat itu yang diingatkan kembali supaya ayahnya tak lupa begitu saja. “Orang usia lanjut, tidak mungkin memakai pakaian suku Han yang lagi viral ini.”
“Tapi bukannya mereka ke sini bisa foto pernikahan dengan pakaian khas suku Han?“
Lalu kata ayah lagi, “Masuk akal, apakah Lin Tian sudah merencanakan semua ini?“ Dengan sedikit keheranan dia mencoba mencari tahu apakah sejauh itu pemikiran sang direktur tersebut.
#
RUMAH HANTU TIANLIN.
TEMA TAMAN KANAK-KANAK.
“Lihat, aku tidak perlu memberi penjelasan yang banyak tentang bagian penitipan anak lagi. Grup Tianlin sudah ada orang yang melakukannya. Lalu mengubah ruang escape room ini menjadi tempat bermain anak kecil.“ Dengan demikian, maka menjadi suatu lokasi yang sangat menarik, dibandingkan dnegan menitipkan anak pada suatu sekolah di usia dini dengan membayar uang lebih supaya anaknya ada teman bermain sampai si orang tua kembali dari lokasi pekerjaan, atau supaya anak mereka tak jenuh jadi di masukkan ke tempat penuh mainan itu.
Lalu kata ayah, “Akan tetapi, ada juga satu masalah besar, tempat penitipan anak dan pusat kegiatan usia lanjut ini, tidak melanjutkan tema menautkan rumah hantu, Kalau begitu….“
“Jangan panik, ikut aku,“ ujar Ma Keji hendak menunjukkan sesuatu yang menarik dan sesuai dengan pemikiran ayahnya.
#
__ADS_1
Mereka menuju ke suatu lokasi. Dimana rumah berjajar dengan anggun dan sangat tinggi.
“Wah, kita sudah lama tidak datang ke sini. Terakhir kalinya datang adalah saat bersamamu waktu itu,“ ujar ayah terkesan begitu sampai di lokasi tadi, serta membayangkan suatu masa saat berada di tempat tersebut.
“Ruang tertutup di kejar mayat perah menjadi trend favorit setengah tahun yang lalu,“ jelas Ma Keji tentang rumah menyeramkan di depan mereka ini.
“Berita beberapa hari yang lalu. Ayah seharusnya ada baca kan?“ Ma Keji menunjukkan suatu berita di laman HP nya.
“Apa ini?“ Ayah terkejut begitu ikut membacanya.
Sejenak di cermati berita tersebut.
“Ternyata seperti ini….“ keduanya paham.
“Beberapa hari yang lalu, pemerintah mulai menangkap orang yang membuka les di luar mereka. Melarang segala yang berunsur porno, judi dan pemaksaan sekolah. Juga melarang membiarkan murid tetap di sekolah di jam pulang. Setelah pulang sekolah, orang tua murid masih kerja. Selain pergi tempat les mereka juga tidak tahu harus pergi ke mana mereka akan memilih menunggu di depan sekolah. Atau pulang ke rumah, melhat remote televisi yang disimpan oleh orang tua. Sekarang Para murid dan orang tua sudah memiliki pilihan,“ jelas Ma Keji. Seraya memperlihatkan sesuatu.
Sebuah maket luas tentang maps lokasi permainan tersebut. Dimana sangat jelas keletakannya serta penunjukkan arah yang digambarkan dengan sangat tepat sesuai dengan lokasi sebenarnya.
“Tempat kegiatan yang luas dan bebas. Ini akan lebih baik dibandingkan dengan lingkungan yang tertutup dan luas. Sama-sama main kenapa tidak meninggalkan ponsel lalu pergi olah raga. Dan merasakan seberapa kerasnya dunia ini?“
“Lapangan basket outdoor sudah dikuasai oleh tim ibu-ibu tarian alun-alun. Tapi di sini…. Anak-anak ingin main basket bisa langsung main mau main sepak bola juga bisa bahkan ada teman main. Bahkan kita bisa mencari orang untuk menjual makanan ringan dan makan malam. Beberapa jam berlalu, anak-anak bahagia, orang tua mereka juga tenang, benar-benar menguntungkan kedua belah pihak.“
__ADS_1
“Lin Tian…. Dewa bisnis.“