Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 312


__ADS_3

Ada orang yang tengah halo-halo membicarakan dua orang yang sama-sama botak serta ingin merapikan diri dengan santai dan sangat rukun untuk berebut siapa yang duluan ke tukang cukur mengerikan itu.


Sementara Lin Tian dengan santainya naik motor matic sembari mengidungkan tembang tembang kenangan yang melegenda. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota.” Naik motor istimewa…


“Hehe, hari ini aku akan memeriksa hasil pendapatan salon,“ ujarnya sangat senang. Kalau untung berarti masuk kantong. Sedangkan jika rugi sangat besar bakalan minta ganti rugi pada system.


“Kali ini pasti akan rugi besar hahaha….“ ujarnya langsung memikirkan hal baik yang bakalan dia terima.


“Eh, dimana lokasi salon ya?“ ujarnya lagi dengan sedikit kebingungan.


“Ckck… lagi-lagi muncul satu orang gila,“ ujar botak kaos ungu yang melihat Lin Tian tengah mengendarai motor sembari mengidungkan tembang-tembang lawas sembari senyum-senyum sendiri.


“Buka perusahaan pasti ada bahaya, investasi juga harus lebih hati-hati… Hmm kasihan sekali,“ ujar yang lain sembari geleng-geleng kepala.


“Eh, ada kerumunan. Gosip apa? Aku akan ikut meramaikan,“ ujarnya sangat antusias kalau ada pembicaraan empat mata yang sangat ramai begitu. Sehingga menambah rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang mendalam untuk ikut nimbrung di dalamnya. Dan pro aktif terhadap sesuatu yang menyenangkan begitu.


“Apa yang terjadi?“ ujarnya pada orang di sekitar situ setelah dia menaruh kendaraan mewahnya.


Dan di depan sana ada kehebohan.


“Kamu ingin adu breakdance denganku, aku adalah dewa breakdance di desaku sepuluh tahun yang lalu,“ ujar si baju merah dengan rambut awut-awutan seperti anak sekolah yang lama latihan kerja di bengkel serta belum sempat pangkas rambut secara Mohawk itu.


“Dewa? Kalau begitu aku adalah Mahadewa.“ Artinya penguasa dewa. Atau dewa di atas segala dewa. Kayaknya bukan tokoh di ruang tengah candi yang di lingkari oleh durga, Ganesha dan mahaguru. Sebagai fokus utama penyembahan yang terkadang disimbolkan dengan lingga yoni, yang menjadi lambang akan palus yang tegak dan kokoh.


“Hentikan! Kalian jangan kelahi lagi!“ ujar Xiaoyang yang tak kuat kalau segalanya mesti di putuskan dengan cara kekerasan yang sangat keras. Serta penuh dengan keringat yang bercucuran membasahi tubuh.

__ADS_1


“Hah, kenapa Xiaoyang juga ada di sini?“ Lin Tian keheranan menyaksikan karyawannya malahan ikut melihat acara begituan di lokasi yang sangat ramai ini.


“Oh… Aku mengerti. Aku mengerti. Aku adalah raja mengerti,“ ujar Lin Tian yang langsung paham, kalau dirinya memang sudah sangat mengerti. “Dia pasti jalan-jalan keluar karena tidak ada pengunjung yang datang. Xiaoyang memang pandai bersantai di waktu kerja.“


“Dasar manusia lemah. Aku sudah potong gaya rambut terbaru, kalian semua pasti kalah,“ ujar rebut-ribut di kejauhan sana.


“Aku juga!“ teriak yang lain.


“Zaman gaya punk sudah berlalu. Sekarang akulah remaja yang paling energik di pabrik ini,“ kata karyawan pabrik elektronik yang sangat menyukai gaya terbaru yang lebih menyeramkan dari pada sekedar anak-anak punk.


“Aku juga,“ ujar temannya dengan gaya yang lebih menyeramkan lagi.


“Lihat baik-baik, tarian tangan,“ ujar baju biru sembari memamerkan gerakannya yang aduhai dengan tangan berputar-putar di atas kepala. Dan gaya rambut sangat popular membuatnya semakin percaya diri untuk mengikuti acara selanjutnya dalam melakukan perlombaan antar cukur rambut paling modern.


“Cek, Kalian semua sudah ketinggalan zaman. Lihat punyaku!“ ujar baju hitam dengan atas bawah yang sama warnanya sembari menunjukkan potongan gaya rambut paling keren. “Apakah kamu akan menyukaiku?“


“Wah master bayangan….“ Pada ngeri melihat sosok itu ternyata seorang master bayangan yang sudah sangat melegenda dalam menampilkan potongan paling energik.


“Teman-teman kita tidak boleh kalah,“ ujar yang lainnya tambah bersemangat. Sehingga nanti kalau sudah berhasil menunjukkan apa yang paling bagus, bakalan bertambah puas harga dirinya.


“Iya!“ kata yang lainnya.


Lalu terlantunlah tembang yang lain…


“Cinta membuat orang bahagia….“

__ADS_1


Dengan di iringi menggunakan goyangan yang sangat aduhai, dengan menampilkan breakdance yang begitu heboh. Maklum kedatangan master yang jika sudah menunjukkan tariannya sudah seperti bayangan saja.


“Semua bercampur aduk aku tidak tahu harus memulai dari mana,“ ujar Lin Tian sembari menyeka muka dengan menggunakan tangannya yang seakan kebingungan dalam menyaksikan semua tingkah orang-orang di situ yang demikian kacau balau serta hendak menampilkan banyak tampilan yang begitu paling menawan.


“Ah, aku tidak bisa menahan gelombang energi yang kuat ini,“ ujar para penari yang seakan hanyut dengan liukan tubuh dan alunan musik yang membuat tubuh menggelora.


“Eit, Direktur Lin. Kenapa kamu ada di sini?“ ujar Xiaoyang saat menyaksikan direkturnya sudah berada di situ bahkan sampai memeluk segala. Ini pertanda kurang baik. Setidaknya mengenai kesopanan kala sang atasan sudah berada di situ.


“Direktur Lin apakah kamu datang melihat hasil kerjaku. Menurutmu apakah hasil ini cukup memuaskan?“ tanyanya takut jika tarian yang berbagai posisi itu tidak berkenan dalam hati sang direktur. Bukankah nanti bakalan membahayakan kariernya nanti.


“Oh, dia benar-benar tidak tahu malu. Padahal dia keluar di jam kerja, malah berani tanya apakah puas dengan kinerjanya. Tapi aku suka dengan karyawan seperti ini,“ gumamnya menyangsikan akan perbuatan Xiaoyang yang demikian kacau tersebut. Tapi mau bagaimana lagi.


“Bagus. Bagus. Tidak berbeda jauh dengan yang aku bayangkan,“ ujarnya memberi semangat pada karyawannya itu. Setidaknya supaya tidak sampai terlalu merosot pemikirannya. Walau di situ dia hanya bersenang-senang.


“Baiklah. Aku tahu inilah tujuan yang di inginkan Direktur Lin. Sebelumnya semua salahku yang tidak cukup dewasa dan berangan-angan terlalu jauh,“ ujar Xiaoyang.


“Di mulai dari pekerja buruh menyiapkan sarana hiburan bagi mereka dan menjadikan salon sebagai pusat hiburan bagi pekerja buruh ini,“ kata nya lagi.


“Hah?“ Lin Tian hanya terpana. Tak bisa memikirkan apa yang mesti di bayangkan. Jika segala yang sudah di rencanakan akan gagal serta kerugian tak teraih, namun sebaliknya, malahan membuat perusahaan tambah tenar di antara orang-orang pilihannya yang semula kurang bagus itu.


“Di bawah bimbingan anda salon kita Sudah menjadi tanah suci bagi buruh pabrik area elektronik. Dengan jumlah orang yang sebanyak ini. Keuntungan yang didapatkan pasti akan melimpah,“ terang Xiaoyang dengan bangga. Dia mengira keberhasilannya ini bakalan membuat perusahaan sangat bangga serta untuk selanjutnya bakalan mendapat keuntungan yang berlimpah serta bakalan sanggup memberi pemasukan yang besar dari hasil tersebut. Dimana nantinya akan bisa memperoleh lagi yang lebih luas.


Lin Tian langsung berteriak…


Arg…

__ADS_1


__ADS_2